Beranda News E-Commerce Kleora Hadirkan Aplikasi Marketplace Khusus Wanita dengan Konsep Social Commerce

Kleora Hadirkan Aplikasi Marketplace Khusus Wanita dengan Konsep Social Commerce

-

Ilustrasi aplikasi Kleora
Ilustrasi aplikasi Kleora

Bandung, Selular.ID – Layanan e-commerce di Indonesia semakin menunjukkan geliatnya. Selain nama besar yang sudah populer, situs baru pun terus bermunculan. Salah satunya adalah startup asal Bandung Kleora.com yang memposisikan dirinya sebagai situs marketplace dan online shop aggregator khusus wanita di Indonesia. Situs Kleora.com sejatinya telah diluncurkan dalam bentuk private beta pada Oktober 2014, namun baru pada Mei 2015 ini fokus ke pengguna mobile dengan meluncurkan aplikasi berbasis Android.

Perusahaan rintisan ini didirikan oleh Fransiska Hadiwidjana, alumni Institut Teknologi Bandung dan Singularity University (NASA Ames, Sillicon Valley). Sebelum membangun Kleora, Fransiska sebelumnya mendirikan startup medical technology ‘Augmi Labs’ bersama alumni Harvard Medical School yang merupakan pemenang MIT $100K Data Prize 2013 dan mengantongi beberapa paten di Amerika. Wanita yang pernah mewakili Indonesia di Google Summer of Code 2012 ini mengungkapkan alasannya mendirikan Kleora adalah melihat trend jual-beli online yang terus bergerak sejak dulu. “Berawal dari Kaskus, para penjual online mulai pindah ke Facebook, BBM, sampai dengan sekarang mulai hits di Instagram. Kleora ingin menjadi the next platform yang menjadi tambatan para pelaku bisnis online di kalangan wanita,” ujarnya.

Diferensiasi yang coba ditawarkan startup ini adalah dengan menghadirkan konsep social commerce. Konsep menggabungkan layanan e-comerce dan jejaring sosial mengingat aktivitas jual-beli via jejaring sosial sedang sangat marak dilakukan di Indonesia. Sebagai partner berjualan dari toko online yang awalnya hanya berjualan di jejaring sosial, Kleora memfasilitasi para penjual ini dengan kemudahan manajemen toko online lewat ponsel Android mereka. Fitur KleoraSync memungkinkan para penjual untuk mengintegrasikan toko di jejaring sosial mereka dengan akun yang didaftarkan di Kleora. Penjual tidak perlu meng-upload ulang barang jualannya, cukup tarik gambar produk dari akun Instagram/ Facebook/ Twitternya ke Kleora. Manajemen toko online pun jadi lebih mudah karena Kleora App memungkinkan upload produk langsung dari hp, rekening bersama, dan fitur ongkir otomatis.

Selain itu, Kleora mengklaim perbedaan dengan situs marketplace lain adalah para penjual dapat melakukan pencairan dana kapan saja dan akan diproses secara cepat tanpa perlu menunggu dana tertahan mingguan atau bulanan. Semua layanan ini dapat digunakan oleh para penjual secara gratis tanpa adanya potongan atau biaya komisi apapun.

Sementara itu dari sisi konsumen, pembeli dapat berbelanja produk dari banyak pilihan toko online sosial media favorit mereka yang telah bergabung berjualan di Kleora. Aplikasi dilengkapi dengan moda pencarian produk yang lebih mudah karena adanya kategorisasi berdasarkan produk terpopuler, termahal, termurah, berdasarkan lokasi, dan range harga. Terdapat berbagai pilihan cara pembayaran, tracking order, dan message facilities untuk memberi kemudahan para pembeli. Untuk membangun kepercayaan, Kleora memberi jaminan keamanan bertransaksi yakni 100% uang kembali jika produk tidak sampai atau tidak diterima oleh pembeli.

Tampilan antarmuka aplikasi Kleora
Tampilan antarmuka aplikasi Kleora

Meski berbeda dan terlihat menjanjikan, tak pelak lagi Kleora akan menghadapi tantangan besar terutama dari kompetitor yang sudah memiliki nama besar dan dikenal publik. Kepada Selular.ID, Media Relations Kleora Poppy Friscilla mengatakan bahwa pihaknya memiliki strategi untuk mengakuisisi buyer dan seller di social media secara berkesinambungan. “Kami ajak seller untuk bergabung dan kami berikan penawaran menarik sehingga seller tersebut mengajak buyer-nya untuk bertransaksi di Kleora juga,” katanya.

Poppy juga mengungkapkan bahwa sebagai platform ecommerce pada umumnya, ada 5 tipe monetisasi yang dapat dilakukan Kleora untuk mendapatkan pemasukan. “Yang pertama advertising, di mana Kleora dapat memasang google adsense atau admobs di platform kami. Kedua, Sales, di mana Kleora dapat menjual produk dari brand Kleora sendiri dan mendapat keuntungan dari hasil penjualan. Ketiga adalah comission / transaction fee. Keempat subscription, seperti pengadaan premium seller / fitur premium lainnya. Dan yang terakhir adalah affiliation dengan marketplace lain. Saat ini Kleora masih mengkaji kemungkinan terbaik dari opsi-opsi monetisasi platform ecommerce kami,” ungkap Poppy.

Pihaknya optimis, meski Kleora adalah pemain baru namun akan tetap bisa menunjukkan eksistensinya. Karena market ecommerce Indonesia sebagai fenomena menarik, di mana menurut data Markplus Insight pada tahun 2013, banyak transaksi justru tidak terjadi di website ecommerce pada umumnya, melainkan di social media dan messaging platform dengan total lebih dari 50% di tahun 2013. “Kleora secara spesifik menargetkan para pelaku online shop yang berada di social media seperti instagram, facebook untuk secara perlahan migrasi ke platform Kleora yang memang dibuat untuk mereka,” jelasnya.

Saat ini, aplikasi Kleora bisa diunduh gratis di Google Play Store. Sedangkan versi untuk platform iOS menurut rencana akan dirilis dalam 2-3 bulan mendatang.

Artikel Terbaru