spot_img
BerandaPersonaMr. Yoo Young Kim: Samsung Tak Mengeruk Keuntungan Semata dari Indonesia

Mr. Yoo Young Kim: Samsung Tak Mengeruk Keuntungan Semata dari Indonesia

-

Mr. Yoo Young Kim, President Director PT SEIN (Foto: Bambang/Selular.ID)
Mr. Yoo Young Kim, President Director PT SEIN (Foto: Bambang/Selular.ID)

Didirikan oleh Lee Byung-chull pada 1 Maret 1938 di Daegu, Korea, Samsung telah beroperasi di 58 negara dengan ratusan ribu pekerja. Bermula sebagai perusahaan dagang kecil, Samsung berkembang menjadi korporasi kelas dunia dengan bisnis yang meliputi teknologi canggih, semikonduktor, konstruksi pencakar langit dan pabrik, petrokimia, busana, obat, keuangan, hotel, dan banyak lagi. Di Indonesia sendiri, perusahaan ini lebih banyak bermain di sektor consumer electronic, teknologi informasi, fotografi dan mobile devices.

Di Indonesia dan juga berbagai belahan dunia lainnya, Samsung kini menjadi penguasa pasar terutama untuk bisnis smartphone dan televisi. Perusahaan inipun mengeruk banyak keuntungan dari penjualan aneka produknya. Walau demikian, Samsung tak ingin disebut hanya mengeruk keuntunggan dari pasar Indonesia.

Di ajang Samsung Forum 2015 yang digelar di Bangkok, Thailand (12/02/2015), Selular.ID bertemu dengan Presiden Direktur / CEO PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Mr. Yoo Young Kim.

Menurut pria yang akrab dipanggil Mr. Kim ini, Indonesia adalah pasar yang sangat penting dengan pertumbuhan smartphone tercepat. Tidak hanya smartphone, tetapi semuanya. “Anda tahu pertumbuhan GDP (Gross Domestic Productred) yang selalu di atas 5%. Tidak ada negara lain di Asia Tenggara yang berhasil mencapainya. Walaupun ekonomi di tahun lalu tidak terlalu bagus karena pengaruh konstelasi politik seperti pemilu dan lainnya, namun Indonesia merupakan satu-satunya negara yang pertumbuhan bisnisnya tumbuh. Samsung optimis dengan masa depan Indonesia,” kata Kim dengan bersemangat.

Pria asal Korea Selatan yang mengaku sudah lima tahun tinggal di Jakarta ini berulang kali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi memajukan Indonesia. “Samsung memang merek Korea, tapi kami bekerja untuk PT Samsung Indonesia yang merupakan perusahaan Indonesia,” ujarnya.

Baca juga :  Samsung Galaxy A73 Bakal Pakai Kamera 108 MP

Kim menyatakan bahwa mereka tak ingin disebut cuma berjualan tanpa memberikan timbal balik yang bermanfaat untuk konsumennya. Salah satu bukti komitmen, menurutnya adalah membangun basis produksi ponsel untuk pasar Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar lokal atas produk-produk buatan produsen asal Korea Selatan itu. Untuk itu, pihaknya akan segera mengoperasikan pabrik yang berlokasi di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Hal ini juga tak lepas dari peraturan pemerintah yang mewajibkan produsen ponsel untuk membangun pabrik di Indonesia.

“Semua dalam proses persiapan,” ujarnya. Sayangnya, Kim belum membuka secara gamblang mengenai rencana pembuatan pabrik ponsel tersebut. Dia hanya menjawab diplomatis bahwa semua rencana bisnis Samsung dibuat untuk kesejahterahan bersama.

Baca juga :  Tablet Samsung Terbaru Galaxy Tab A8 2021 Terendus!

Selain pabrik perangkat keras, bentuk komitmen Samsung lainnya menurut Kim adalah menyiapkan ekosistem konten dengan memproduksi software aplikasi. Samsung memiliki in-house developer yang mengembangkan konten spesial untuk Indonesia. “Kami memiliki lebih dari seratus developer asli Indonesia yang mengembangkan aplikasi-aplikasi untuk Indonesia. Juga bekerjasama dengan universitas seperti Binus dan Universitas Indonesia,” ungkap Kim.

Ada beberapa aplikasi yang telah dikembangkan. Namun yang di-highlight adalah aplikasi islami seperti restoran halal untuk memenuhi kebutuhan muslim sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia.

“Jadi, kami akan membuat mobile phone dan aplikasi, yang didesain dan dikembangkan oleh insinyur Indonesia untuk konsumen Indonesia,” ujarnya dengan bangga. Menutup pembicaraan, Mr. Kim memberi pesan kepada semuanya agar terus mendorong Samsung untuk terus berkontribusi kepada Indonesia.

spot_img

Artikel Terbaru