Friday, August 23, 2019
Home News MoboMarket Ajak Pengembang Lokal Bangun Ekosistem Mobile

MoboMarket Ajak Pengembang Lokal Bangun Ekosistem Mobile

-

Ilustrasi: blog.lookup.cl
Ilustrasi: blog.lookup.cl

Jakarta, Selular.ID – Indonesia merupakan pasar mobile yang berkembang. Meskipun begitu, masih ada kendala-kendala yang dihadapi oleh para pemain industri mobile untuk melebarkan sayapnya di negeri ini. Kendala-kendala tersebut antara lain, mobile internet masih dalam proses berkembang di Indonesia dan belum semua daerah di Indonesia terjangkau oleh infrastruktur jaringan yang stabil.

Selain itu, menurut Li Junfeng,  Head of MoboMarket Product Team, jumlah pengembang aplikasi di Indonesia belum terlalu banyak dan kebanyakan pengguna mobile di Indonesia lebih menyukai game dan aplikasi gratis. “Kami ingin turut mengembangkan ekosistem industri mobile di Indonesia dan membantu para pengembang aplikasi lokal untuk mendistribusikan aplikasi mereka melalui MoboMarket,” ujar Junfeng.

Saat ini baru ada sebanyak 283 pengembang aplikasi lokal yang bekerja sama dengan MoboMarket, Junfeng percaya ke depannya, dengan ekosistem yang semakin berkembang, akan ada lebih banyak lagi pengembang aplikasi yang bergabung di MoboMarket.

Baidu yang merupakan induk usaha MoboMarket meyakini jumlah pengguna smartphone Android di dunia akan terus meningkat, dan hal ini akan membuka peluang yang lebih besar lagi bagi para pelaku industri mobile internet. Untuk mengembangkan ekosistem mobile internet di Indonesia, Baidu melalui MoboMarket membuka peluang kerja sama dengan para manufaktur smartphone, operator, pengembang aplikasi lokal, payment channel, serta media.

Untuk tahun ini, Junfeng menambahkan, MoboMarket berencana untuk mengembangkan bisnisnya dengan membangun traffic platform, memperluas channel distribusi yang efektif, serta fokus dalam membantu partner dan para pengembang aplikasi dalam melakukan monetisasi.

“Oleh karena itu, kami mengundang para pemain industri terkait untuk bekerja sama dengan MoboMarket untuk mengembangkan ekosistem mobile internet di Indonesia,” jelasnya. (bda)

Latest