Monday, July 22, 2019
Home News Startup Butuh Waktu Dua Tahun Godok Platform Media Sosial Sebangsa

Butuh Waktu Dua Tahun Godok Platform Media Sosial Sebangsa

-

Enda Nasution berpose samping banner monklung (foto: cho/selular.id)
Enda Nasution, pendiri jejaring sosial Sebangsa (Foto: Choi/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – “Membangun aplikasi ternyata rumit juga ya, apalagi kita juga harus maintenance,” begitu curahan hati Enda Nasution, salah satu pendiri platform Sebangsa saat ditemui Selular.ID di kantornya di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (21/1/2015). Bersama teman-teman satu payung di PT Sebangsa Bersama, Enda berusaha keras menggarap situs jejaring sosial lokal agar memudahkan sesama pelanggan saling berinteraksi dalam mengakses fitur unggulan berkenaan dengan layanan publik.

Bermula di Oktober 2012, Enda dan 10 developer in-house berembuk ingin menciptakan produk media sosial lokal yang berbeda dengan layanan serupa seperti Facebook atau Twitter. Tim memulai segala sesuatu dengan banyak pertimbangan karena tidak punya bekal pengalaman mengembangkan aplikasi jejaring sosial sebelumnya.

Bahkan setahun berlalu, Enda mengaku masih berkutat dalam membangun tim yang berisikan para pengembang asal Jogja. Baru setahun terakhir, mereka benar-benar mematangkan konsep platform Sebangsa.com. “Setelah dua tahun di-develop, baru sekitar November-Desember kemarin sudah available di web, Android, dan iOS,” papar Enda. “Kami harus memastikan layanan ini merupakan produk yang lengkap.”

Seiring kemajuan Sebangsa, saat ini perusahaan memiliki dua kantor yang masing-masing berada di Jakarta dan Yogjakarta. Headquarter Sebangsa Bersama bermukim di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memperkerjakan tidak lebih dari sepuluh orang karyawan mulai dari staff accounting, developer (1-2 orang), pixels artist, dan content activity marketing. Sedangkan, kantor di Yogyakarta lebih tepatnya disebut sebagai wadah menampung seluruh developer aktif yang menggodok platform. Ada sekitar 30 pengembang aplikasi bercokok di sana.

Semenjak resmi dilepas ke publik, Sebangsa telah mengantongi 6.000 member dalam kurun dua bulan. Sejumlah perbaikan terus diberikan guna memaksimalkan penggunaan Sebangsa.com hingga saat ini. “Setiap bulan kami berikan update aplikasi untuk menghilangkan bug atau semacamnya,” kata pria yang dijuluki Bapak Blogger Nasional tersebut.

Platform ini memiliki maskot identik bernama Monklung (singkatan dari Monster Angklung). Pengguna bisa memakai sticker Monklung dan emoticon lainnya untuk mengirim pesan bergambar – seperti Line atau Path. Fasilitas sticker ini bakal menjadi peluang bisnis dalam memonetisasi layanan. Layaknya Path, Sebangsa juga bakal menawarkan aplikasi dalam versi Premium. Di samping menjual aplikasi berbayar, Sebangsa juga berencana memasukkan iklan saat sudah memiliki banyak pengguna. (bda)

Latest