Sunday, June 16, 2019
Home News Mikrobatteries, Teknologi Baru Isi Ulang Baterai Dalam Sekejap Mata

Mikrobatteries, Teknologi Baru Isi Ulang Baterai Dalam Sekejap Mata

-

20 April 2013 10:00
Kebiasaan rutin pemegang smartphone adalah melakukan pengisian daya tahan baterai (pengecasan). Untuk mencapai baterai penuh, terkadang kita perlu menunggunya hingga berjam-jam. Namun, bila teknologi baru ini berhasil dipasarkan, kemungkinan kita bisa isi ulang baterai Lithium Ion hanya dalam hitungan detik.

Tim yang dikepalai oleh William P. King dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign itu tengah mengembangkan teknologi baterai yang dimaksud. Kunci untuk mempercepat pengisian energi kembali pada pengaturan lalu lintas ion di dalam baterai dan pemilihan bahan yang tepat. Mereka mengubah komponen baterai lithium ion baru sehingga akan 2.000 kali lebih kuat dan 1.000 kali lebih cepat daripada teknologi yang ada sekarang. Teknologi mikrobatteries yang berukuran 30 kali lebih kecil ini bertujuan untuk memberikan kekuatan yang tak tertandingi, sekalian juga membuatnya sangat efisien.

“Bayangkan bila (nanti) Anda akan mengisi daya ponsel dalam waktu kurang dari satu detik,” demikian pres rilis pihak universitas.

Microbatteries ini menawarkan daya dan energi. Dengan mengutak-atik sedikit struktur, para peneliti dapat menyempurnakan skala power-versus-energy. Seperti diketahui, baterai memiliki terminal positif (katoda) dan negatif (anoda). Baterai Li-ion menghasilkan listrik dari hasil reaksi kimia dimana ion lithium mengalir dari anoda, melalui elektrolit, ke katoda. Dan ketika baterai sedang diisi-ulang, ion mengalir dengan arah sebaliknya.

Kelemahan teknologi yang dipakai baterai Li-ion saat ini ada dua, yaitu yang berkaitan dengan kapasitas penyimpanan dan kecepatan isi ulang. Kapasitas penyimpanan berkaitan dengan kapasitas anoda/katoda menyimpan ion lithium. Sedangkan kecepatan isi ulang baterai berkaitan dengan kecepatan pengaliran ion lithium melalui elektrolit ke anoda.

Teknologi baru baterai ini telah dipamerkan di Nature Communications pada tanggal 16 April lalu. Kini, para peneliti bekerja untuk mengintegrasikan baterai mereka dengan komponen elektronik lainnya, tentunya agar bisa memperkecil biaya produksi. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.engadget.com

Latest