25 April 2013 14:30
Jakarta – Tren penggunaan layanan akses mobile internet yang terus tumbuh, membuat semua operator selular tertarik untuk meraup untung dalam pangsa pasar ini. Tak terkecuali bagi operator CDMA yang terkenal dengan layanan voice dan SMS murah, yaitu Bakrie Telecom. Dengan mengandalkan produk Esia Max-D, Bakrie Telecom juga mencoba untuk mencicipi pasar layanan akses data (internet).

Ini juga tidak lepas dari tren penggunaan layanan selular Bakrie Telecom, di mana pertumbuhan jumlah pengguna layanan akses data meningkat 99% antara tahun 2011 hingga 2012. Di sisi lain, meski layanan voice dan SMS masih dominan, tapi pertumbuhannya mulai terlihat menurun. “Kami tetap pada layanan dasar (voice dan SMS), tapi juga mulai fokus pada layanan akses data” ujar Fredy Lo, Vice President Trade Marketing Bakrie Telecom.

Sejumlah strategi sudah dilakukan Bakrie Telecom untuk bisa bersaing di pangsa pasar akses data. Seperti melakukan upgrade jaringan hingga kecepatan EVDO. “Hingga saat ini jaringan EVDO Bakrie Telecom sudah mencapai 22 kota” ujar Noorman Iljas, Coporate Communication Bakrie Telecom. Di mana saat ini Bakrie Telecom telah membangun hingga 4 ribu BTS.

Strategi lain yang ditempuh Bakrie Telecom yaitu dengan menggandeng berbagai vendor produk. Menurut Adita Widyansari, Chief Product Tariff & CCM Office – Bakrie Telecom, sudah ada berbagai produk bundling yang ditawarkan Bakrie Telecom, baik itu handset (smartphone & tablet), maupun modem. Ditambahkan Fredy Lo, Bakrie Telecom tidak hanya menunggu penawaran dari para vendor untuk melakukan bundling. “Kami juga rajin melakukan ‘jemput bola’ ke para vendor” ujar Fredy Lo di sela-sela acara peluncuran tablet bundling Esia, beberapa waktu lalu. Lebih lanjut Fredy Lo mengatakan Bakrie Telecom menjalin kerjasama dengan vendor lokal maupun international.

Tidak lupa Bakrie Telecom juga menyediakan berbagai paket akses data sebagai daya tarik pengguna. “Kami memberikan lebih dibandingkan operator lain” ujar Adita Widyansari. Dia menyebutkan ada paket data seharga Rp 50 ribu  untuk akses data 2 GB plus gratis voice dan SMS. Ada juga paket Rp 100 ribu untuk akses data 7 GB plus gratis voice dan SMS.

Hingga kwartal 4 2012, jumlah pelanggan Bakrie Telecom mencapai 11,6 juta pelanggan. Di mana 10% di antaranya adalah pelanggan data. Layanan data menyumbang revenue bagi perusahaan sebesar 8 – 10%. “Dalam 3 – 4 tahun ke depan, Bakrie Telecom menargetkan 30 – 40 % untuk jumlah pelanggan data” ujar Noorman Iljas.

Memang bukan perkara mudah bagi operator CDMA untuk bersaing di pasar akses data. Masalah ketersedian variasi handset (smartphone & tablet) ditengarai menjadi penghambat utama. Jika dibandingkan dengan handset berbasis GSM, jumlah handset berbasis CDMA memang kalah jauh. Dengan kurangnya variasi handset, maka membuat pengguna enggan menggunakan layanan CDMA. Apalagi dari sejumlah handset CDMA yang beredar kebanyak menggunakan sistem lock simcard, alias hanya bisa digunakan untuk simcard operator tertentu. Hal tersebut kian menambah keengganan pengguna. Tampaknya operator CDMA memang harus bekerja lebih ekstra dalam bersaing di pasar layanan akses data. (Edi Kurniawan)

 

Sumber : www.selular.co.id