25 April 2013 16:00
Tampaknya Foxconn telah ‘merusak’ setumpuk iPhone. Saat ini Apple dilaporkan telah mengembalikan sejumlah iPhone yang tidak layak jual ke manufaktur kontrak tersebut. Rincian mengenai apa yang rusak masih samar. Sumber berita ini adalah staf Foxconn anonim yang chatting dengan China Business (20/4). Setelah diterjemahkan melalui beberapa mesin penerjemah, situs berita Cina tersebut menyatakan Apple telah mengirim kembali setidaknya lima juta unit iPhone. Atau mungkin lebih banyak lagi sampai delapan juta unit jika digabungkan dengan tumpukan lain akibat “masalah standar atau disfungsional.”

Dengan biaya produksi per unit sekitar US$200, Foxconn rupanya sedang mempersiapkan dana sebesar US$1,6 miliar untuk menutupi biaya penggantian pembuatan handset. China Business menekankan bahwa biaya pembuatan iPhone baru (pengganti) merupakan berita yang lebih buruk lagi, bukan termasuk alasan kenapa Foxconn baru-baru ini mengungkapkan krisis keuangan.

China Business tidak menyebutkan model iPhone mana yang gagal dalam tes kualitas. Jika itu adalah handset terbaru Apple iPhone 5, atau iPhone 4S, dampak dari delapan juta unit ponsel gagal tampil akan mengakibatkan kekosongan dalam rantai pasokan Apple selama dua sampai tiga minggu. Taksiran itu dibuat atas dasar pernyataan perusahaan Amerika tersebut sendiri yang mengatakan telah berhasil menjual 47.8 juta handset di kuartal terakhir. Kuartal tersebut termasuk momen penjualan berharga Natal. Jadi kita bisa berasumsi untuk penjualan handset pada kuartal Januari-Maret akan sedikit berkurang.

Namun jika ponsel yang gagal tersebut adalah handset baru atau yang belum dirilis, itu bisa menjadi alasan akan keterlambatan Apple dalam pengumuman resmi atau rilis produknya kelak. (Khoirunnisa)

 

Sumber : http://www.theregister.co.uk (22/4/2013)