Beranda Insight Operator Merambah ke Bisnis Iklan

Operator Merambah ke Bisnis Iklan

-

bisnis-iklanBerbekal data pelanggan yang dimilikinya, operator merambah ke bisnis mobile advertising.

“Tidak akan efektif jika kami beriklan di TV”, ungkap salah satu petinggi di perusahaan pengelola restoran Burger King. Ini lantaran jumlah outlet Burger King yang baru sekitar 40 outlet. Berbeda jauh dari Mc Donald yang sudah memiliki 200-an outlet dan tersebar di kota-kota besar. Apalagi jika dibandingkan dengan Kentucky Fried Chicken (KFC) yang mencapai 400-an outlet dan bahkan tersebar hingga ke kota-kota second tier.

Burger King merupakan salah satu perusahaan yang sudah menggunakan layanan mobile advertising berbasis lokasi atau disebut Location Base Advertising (LBA). Ini karena mereka membutuhkan media iklan yang bisa langsung mencapai ke target pasar, dengan mempertimbangkan jumlah outletnya yang masih terbatas. Dan LBA menjadi salah satu solusinya. Adalah operator selular yang menyediakan layanan LBA ini. Salah satunya yaitu XL. “Dengan layanan LBA maka iklan yang disampaikan bisa lebih tepat sasaran” ujar Dian Siswarini, Direktur Technology Digital Services XL. Lebih lanjut Dian menjelaskan layanan LBA juga merupakan salah solusi keterbatasan dalam hal budget iklan, karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengiklan.

LBA merupakan Layanan beriklan memanfaatkan ponsel. Iklan disebar berdasarkan lokasi dan waktu tertentu yang bisa dipilih. Misalnya di sekitar oulet Burger King di Pondok Indah Mall dan hanya pada sore hari saja. Uniknya, iklan bisa diarahkan ke pengguna ponsel sesuai kriteria atau profile tertentu. Misalnya pemasang iklan bisa meminta iklannya hanya disampaikan untuk pengguna ponsel berjenis kelamin wanita, berusia usia 17 – 26 tahun, dan lainnya. Di layanan LBA ini operator dengan cerdiknya mengutilisasi data profile pelanggan yang dimilikinya.

XL LBA sendiri menyediakan beragam format iklan, mulai dari SMS interaktif, MMS video, sampai dengan menu interaktif menggunakan UMB (User Menu Browser). Dian menambahkan, pelanggan XL tidak akan dikenakan biaya sama sekali alias gratis untuk menerima promosi via LBA ini.  XL mengklaim menjadi operator pertama yang menyediakan layanan LBA dengan jangkauan nasional, yang tersebar di 24 kota besar. “Tahun ini (2013) kami menargetkan perusahaan yang menjadi mitra `mobile advertising` XL mencapai 100-150 merchant, naik signifikan dibanding tahun 2012 sebanyak 83 merchant,” kata Yessie D. Yosetya, Senior General Manager m-Finance Technology, Content & New Business.

Operator lain yang juga menawarkan layanan LBA yaitu Telkomsel, yang tersedia di kota Jakarta, Surabaya, Bandung, Palembang, Medan, Bali dan Nusa Tenggara. Telkomsel menyediakan layanan LBA seperti : Bulk SMS/MMS (ditujukan ke grup orang tertentu), Targeted SMS/MMS (pelanggan dengan profile tertentu), Display Ads (banner pada browser ponsel), Billing Insertion (iklan disisipkan di tagihan pelanggan, baik kertas tagihan maupun email billing) dan USSD Insertion atau Cek Pulsa (promosi berupa teks disisipkan di UMB). “Layanan LBA ini tidak terbatas hanya pada pelanggan korporat, namun juga bisa dilakukan pada personal advertiser atau small medium enterprise.” ujar Adrian Suherman, Head of Digital Advertising Group Telkomsel.

Meski terlihat potensial, tapi layanan LBA masih menyelipkan ganjalan. Terutama dari sisi pengguna ponsel yang dijadikan objek sasaran tembak. Ini terkait masalah privasi. Karena pesan dari layanan LBA langsung dikirimkan ke ponsel tanpa perlu persetujuan dari pengguna. Yang belum tentu semua pengguna suka dengan pesan iklan tersebut, bahkan bisa dianggap sebagai sms spam. “Kami memiliki beberapa peraturan dalam pengiriman pesan LBA sehingga tetap menjaga privasi pengguna”ujar Yessie D. Yosetya. Beberapa peraturan tersebut, Yessie menjelaskan, antara lain pengiriman pesan tidak lebih dari 15 pesan perhari, dan tiap pengguna tidak akan dikirimkan pesan yang sama dalam satu hari, serta beberapa peraturan lainnya. Namun pertanyaannya, tidak adakah reward untuk pelanggan, karena bagaimana pun pelanggan sudah menjadi bagian dari bisnis mobile advertising ? (Edi Kurniawan)

Artikel Terbaru