Saturday, October 19, 2019
Home Insight Merintis E-Money di Pasar Selular

Merintis E-Money di Pasar Selular

-

tunai_creditMeski pasar selular terbilang gemuk, tapi layanan transaksi uang elektronik belum ramai. Kenapa ?

“Bang, mau kencan kok cuma bawa Rp 100 ribu..mana cukup?” tanya Ipah kepada pacarnya. “Tenang, nanti abang bayarnya bisa pake ini” jawab Ipul, pacar Ipah, sambil menunjukkan ponselnya. “Maksudnya mau jual ponsel dulu ?” tanya Ipah. “Bukan, maksudnya di ponsel Abang sudah ada layanan pembayaran, jadi tidak perlu duit cash”, jawab Ipul. Layanan yang dimaksud Ipul adalah e-money (electronic money) yang disediakan oleh operator selular.

e-money adalah salah satu layanan yang mendorong terbentuknya less-cash society atau berkurangnya penggunaan uang cash. Hal inilah yang terus didorong oleh Bank Indonesia mengingat beberapa keuntungan yang dimiliki. Seperti mengurangi beban biaya pencetakkan uang, memperkecil pemalsuan uang, data transaksi bisa terekam dengan baik dan lainnya. Dari sisi pengguna, keuntungan less-cash society antara lain kemudahan dalam hal penyimpanan uang, cara pembayaran, keamanan membawa uang dan lainnya.

e-money kini berangsur sudah menjadi tren. Ini tidak lepas dari semakin bertambahnya layanan yang memungkin hal itu. Tidak hanya dari Bank, kini layanan e-money juga disediakan oleh lembaga non bank. Ini karena Bank sudah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkannya. Hingga saat ini ada sekitar 11 penerbit e-money baik yang berasal dari bank maupun non bank, termasuk yang disediakan oleh para pelaku industri telekomunikasi selular. Telkomsel contohnya yang menyediakan layanan e-money bernama T-Cash sejak 2007, yang kemudian ditambah dengan layanan Tap Izy. Ada pula Indosat yang menghadirkan layanan DompetKu sejak 2008. Tidak ingin ketinggalan, XL juga menyajikan layanan sejenis yang disebut XL Tunai pada 2011.

Dan belum lama ini, vendor ponsel pun turut mencicipi bisnis e-money. Adalah BlackBerry yang menghadirkan layanan e-money yang diberi nama BBM Money. Sesuai namanya, layanan ini memang tersedia pada aplikasi BlackBerry Messenger (BBM). Pengguna BBM selain chatting kini juga bisa melakukan transaksi keuangan. Eka Anwar, Direktur Marketing BlackBerry Indonesia menjelaskan, dengan BBM Money pelanggan dapat membuat dan mengakses rekening mobile dari smartphone BlackBerry, dan melakukan pembayaran secara real time ke kontak BBM yang juga telah mendaftar ke layanan yang sama. “Pengguna juga dapat membeli pulsa isi ulang dan mentransfer uang ke rekening bank. Selain itu, pengguna dapat mengisi uang ke dalam rekening mobile mereka dari rekening bank apa pun di Indonesia,” jelasnya.

BBM Money merupakan hasil kerja sama antara BlackBerry dan Bank Permata yang aplikasinya dikembangkan oleh PT AGIT Monitise Indonesia. Peluncuran layanan BBM Money di Indonesia bahkan dijadikan pilot project percontohan pertama di dunia. Ini tidak lepas dari Indonesia yang menjadi salah satu basis pasar terbesar BlackBerry. Apalagi BlackBerry masih menguasai pangsa pasar ponsel di Indonesia. “Kami masih menguasai sekitar 54 % pangsa pasar smartphone di Indonesia” ujar Eka Anwar.

Kehadiran BBM Money bisa dijadikan jalur tambahan lainnya untuk mendorong dan mengedukasi tentang less-cash society. Khususnya untuk pasar pasar telekomunikasi selular Indonesia yang sudah mencapai 260 juta nomor. Karena meski jumlah pemilik uang elektronik non bank lebih banyak, tapi volume dan nilai transaksinya masih lebih kecil dari bank. Hingga bulan Agustus 2012, nilai transaksi dari non bank hanya Rp 95,52 milliar. Sedangkan dengan basis 60 – 70 jutaan pemilik nomor rekening, nilai transaksi dari bank bisa mencapai Rp 1,073 trilliun. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya ketersediaan infrastruktur perangkat pendukung bagi layanan e-money yang berasal dari non bank. Edukasi yang minim tentang e-money kepada pelanggan selular juga menjadi kendala tersendiri. Meski demikian, menurut Boedi Armanto, Direktur Eksekutif Departemen Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, pasar telekomunikasi memiliki potensi penting dalam turut mensukseskan less cash society terutama dari besarnya pasar dan luasnya jangkauan infrastruktur jaringan yang dimiliki. (Edi Kurniawan)

Latest