Selular.ID -

NeutraDC Penuhi Kapasitas Data Center Cikarang, Bidik Ekspansi 1 GW

BACA JUGA

Selular.ID – PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), perusahaan penyedia infrastruktur data center di bawah Telkom Indonesia, mencatat seluruh kapasitas teknologi informasi (IT) sebesar 21,5 megawatt (MW) di fasilitas NeutraDC Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang atau JKT-1 telah terisi penuh pada kuartal IV 2026.

Seluruh pelanggan di Gedung 1 kini telah mengoperasikan infrastrukturnya, mendorong NeutraDC menyiapkan pengembangan kapasitas baru untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital, khususnya untuk aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi NeutraDC untuk melanjutkan ekspansi infrastruktur data center di Cikarang maupun sejumlah lokasi strategis lainnya.

Perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas secara bertahap hingga 400 MW, dengan aspirasi jangka panjang mencapai 1 gigawatt (GW) di Indonesia dan Asia Tenggara. Pengembangan ini akan dilakukan melalui penjajakan berbagai lokasi potensial serta pembangunan ekosistem yang mendukung operasional data center.

CEO NeutraDC Group, Rakhmad Tunggal Afifuddin, mengatakan bahwa pemenuhan kapasitas di fasilitas Cikarang mencerminkan kebutuhan pasar terhadap infrastruktur digital yang terus berkembang.

Menurutnya, ekspansi tidak hanya berorientasi pada penambahan daya tampung, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Terisinya seluruh kapasitas Gedung 1 Cikarang menunjukkan kebutuhan pasar terhadap infrastruktur digital yang terus berkembang. Bagi NeutraDC, ini bukan hanya tentang menambah kapasitas, tetapi juga memastikan infrastruktur yang kami bangun relevan dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi ke depan,” ujar Rakhmad.

NeutraDC Jajaki Lokasi Baru untuk Pengembangan Data Center

Untuk mendukung rencana ekspansi, NeutraDC mulai mengeksplorasi potensi lahan di sejumlah kawasan industri yang direkomendasikan Danantara Indonesia untuk dikaji lebih lanjut.

Penjajakan tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi lokasi yang berpotensi mendukung pembangunan fasilitas data center berskala besar.

Dalam menentukan lokasi pengembangan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan, antara lain ketersediaan energi, konektivitas jaringan, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Faktor-faktor tersebut berperan penting karena operasional data center membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan koneksi jaringan berkapasitas tinggi untuk menjaga layanan tetap berjalan.

Keterlibatan Danantara Indonesia juga membuka ruang koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem investasi dan infrastruktur nasional.

NeutraDC menyebut kolaborasi dengan ekosistem digital TelkomGroup serta perusahaan portofolio Danantara Indonesia sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi peluang pengembangan jangka panjang.

Meski demikian, rencana pengembangan hingga 400 MW dan aspirasi mencapai 1 GW masih merupakan target pengembangan bertahap.

Perusahaan belum merinci lokasi, jadwal pembangunan, maupun pembagian kapasitas untuk masing-masing proyek dalam pengumuman tersebut.

Tiga Lini Bisnis NeutraDC untuk Kebutuhan Infrastruktur AI

Selain memperluas kapasitas fisik data center, NeutraDC mengembangkan layanan melalui tiga lini bisnis utama, yakni Neutra Colocation, Neutra Compute, dan Neutra Connect.

Ketiganya menyasar kebutuhan berbeda dalam ekosistem infrastruktur digital, mulai dari penyimpanan dan pengoperasian perangkat IT hingga penyediaan komputasi dan konektivitas.

Neutra Colocation menyediakan fasilitas bagi pelanggan untuk menempatkan dan mengoperasikan perangkat teknologi informasi di lingkungan data center.

Model layanan ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan fasilitas pendukung data center tanpa harus membangun dan mengelola pusat data sendiri.

Sementara itu, Neutra Compute ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi, termasuk pemrosesan beban kerja AI. Kebutuhan ini semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan model kecerdasan buatan yang memerlukan sumber daya komputasi besar, terutama untuk proses pelatihan dan inferensi model.

Adapun Neutra Connect berfokus pada konektivitas yang menghubungkan sistem dan berbagai bagian dalam ekosistem digital.

Konektivitas tersebut menjadi komponen penting bagi perusahaan yang mengandalkan pertukaran data antarsistem, layanan cloud, maupun aplikasi digital yang terhubung dengan berbagai platform.

Kombinasi ketiga layanan tersebut mencerminkan pendekatan NeutraDC dalam menyediakan infrastruktur digital secara terintegrasi.

Pelanggan tidak hanya membutuhkan ruang untuk menempatkan perangkat server, tetapi juga sumber daya komputasi dan koneksi yang mendukung pengoperasian aplikasi digital.

Kesiapan Energi dan Keberlanjutan Jadi Pertimbangan Ekspansi

Pertumbuhan kebutuhan komputasi AI turut meningkatkan tuntutan terhadap kapasitas infrastruktur data center. Beban kerja AI, terutama yang melibatkan pemrosesan data dalam skala besar, membutuhkan sumber daya komputasi dan pasokan energi yang memadai.

Karena itu, pengembangan fasilitas baru perlu memperhitungkan lebih dari sekadar kapasitas IT yang dapat disediakan. Ketersediaan listrik, keandalan jaringan, sistem pendinginan, serta kesiapan kawasan industri menjadi bagian dari perencanaan operasional data center.

Aspek efisiensi penggunaan sumber daya juga menjadi perhatian NeutraDC dalam menyiapkan ekspansi.

Perusahaan menyatakan bahwa perencanaan pengembangan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pasar dan kapasitas fasilitas, tetapi juga keberlanjutan operasional agar pertumbuhan industri data center berlangsung secara bertanggung jawab.

Bagi TelkomGroup, pengembangan NeutraDC merupakan bagian dari penyediaan infrastruktur digital yang menopang kebutuhan perusahaan dan ekosistem ekonomi digital.

Infrastruktur tersebut mencakup fasilitas penyimpanan data, komputasi, serta konektivitas yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai layanan digital.

Terisinya kapasitas 21,5 MW di NeutraDC HDC Cikarang menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengevaluasi kebutuhan pengembangan berikutnya.

Melalui target bertahap 400 MW dan aspirasi jangka panjang 1 GW, NeutraDC mengarahkan ekspansi pada penguatan kapasitas data center sekaligus pengembangan ekosistem pendukung di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU