Selular.ID -

SK hynix Cetak Rekor Keuangan Q3 2026, Krisis Memori Diprediksi Berlanjut hingga 2030

BACA JUGA

Selular.ID – Produsen semikonduktor asal Korea Selatan, SK hynix, mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) 2026 dengan perolehan rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan yang menembus angka KRW 104,6 triliun.

Capaian fantastis ini didorong lonjakan permintaan global terhadap komponen memori berkinerja tinggi yang ditopang oleh pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Kendati membukukan kinerja finansial yang sangat kuat dengan marjin laba bersih mencapai angka signifikan, manajemen perusahaan mengeluarkan peringatan penting terkait pasokan industri global.

Berdasarkan rilis resmi perusahaan pada akhir Oktober 2026, SK hynix memproyeksikan bahwa krisis kekurangan pasokan memori (memory shortage) di pasar global akan terus berlangsung hingga tahun 2030 akibat tingginya tingkat kebutuhan infrastruktur komputasi modern.

Lonjakan pendapatan tersebut diiringi oleh perolehan laba operasional sebesar KRW 83,3 triliun serta laba bersih mencapai KRW 39,8 triliun.

Peningkatan performa keuangan ini didukung penuh oleh ekspansi penjualan chip memori server mutakhir jenis High Bandwidth Memory (HBM), khususnya lini HBM4 yang permintaannya terus meroket dari berbagai perusahaan teknologi pengembang pusat data AI.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Kwak Noh-Jung, Chief Executive Officer SK hynix menjelaskan bahwa perusahaan mempercepat kapasitas produksi untuk mengimbangi tingginya permintaan pasar.

Dalam waktu dekat, lini HBM4 diproyeksikan akan segera melampaui volume pengiriman HBM3E dan menjadi produk utama andalan perusahaan untuk segmen server berkecepatan tinggi.

Selain sektor server AI, permintaan untuk produk memori konvensional seperti RAM server DDR5 dan modul memori LPDDR5 SOCAMM juga mengalami peningkatan signifikan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pabrik baru SK hynix yang dikenal sebagai fasilitas M15X dijadwalkan mencapai kapasitas produksi penuh pada akhir tahun 2026, dengan target produksi mencapai puluhan ribu wafer chip DRAM per bulan.

Dalam lini bisnis media penyimpanan data NAND flash, SK hynix mencatatkan pertumbuhan penjualan chip TLC 321-layer yang ditujukan untuk perangkat embedded SSD.

Perusahaan juga tengah mengembangkan teknologi penyimpanan baru bernama High Bandwidth Flash (HBF) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data model kecerdasan buatan skala besar dalam jangka panjang.

Di tengah tingginya permintaan industri, pabrikan chip asal Korea Selatan ini memperingatkan bahwa proses penambahan kapasitas pabrik fabrikasi baru membutuhkan waktu penyesuaian yang tidak singkat.

Lonjakan kebutuhan komponen memori tidak hanya didorong oleh adopsi AI di tingkat korporasi dan perangkat personal, tetapi juga mulai merambah ke sektor masa depan seperti kendaraan otonom dan robotika.

Baca Juga:Produsen Hp Beralih ke Chip Memori Daur Ulang Tekan Biaya

Dengan proyeksi defisit pasokan yang diprediksi bertahan hingga akhir dekade ini, pelaku industri perangkat keras global diperkirakan harus bersiap menghadapi tantangan rantai pasok komponen semikonduktor yang ketat guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan produk di pasar internasional.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU