Selular.ID – SK hynix memperkirakan kelangkaan pasokan memori semikonduktor global akan berlanjut hingga 2030 seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan terbatasnya kemampuan industri untuk menambah kapasitas produksi.
Proyeksi tersebut disampaikan perusahaan asal Korea Selatan itu dalam laporan keuangan kuartal III 2026 yang diumumkan pada 28 Oktober 2026, bersamaan dengan pencapaian rekor pendapatan kuartalan sebesar 104,62 triliun won Korea Selatan.
SK hynix membukukan laba operasional 83,33 triliun won dan laba bersih 39,78 triliun won selama Juli–September 2026.
Permintaan memori untuk server AI, termasuk High Bandwidth Memory (HBM), serta kenaikan harga sejumlah produk memori mendorong kinerja perusahaan.
SK hynix menilai pertumbuhan permintaan masih berpotensi melampaui penambahan pasokan dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam keterangan resminya, SK hynix menjelaskan bahwa peningkatan kompleksitas teknologi manufaktur semikonduktor dan waktu yang diperlukan untuk membangun fasilitas produksi baru menjadi faktor yang membatasi pertumbuhan pasokan.
Di sisi lain, kebutuhan memori diperkirakan terus meningkat seiring perluasan penggunaan AI di perusahaan, pusat data, kendaraan otonom, dan robotika.
Perusahaan memperkirakan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan tersebut bertahan hingga akhir dekade ini.
Pendapatan Tembus 100 Triliun Won
Pendapatan SK hynix pada kuartal III 2026 meningkat 32% dibandingkan kuartal sebelumnya, dari 79,32 triliun won menjadi 104,62 triliun won.
Laba operasional tumbuh 38% secara kuartalan, dari 60,54 triliun won menjadi 83,33 triliun won. Dibandingkan periode yang sama pada 2025, pendapatan melonjak 328%, sedangkan laba operasional meningkat 632%.
Margin laba operasional perusahaan mencapai 80%, sementara margin laba bersih berada di kisaran 38%.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi produk memori bernilai tambah tinggi terhadap kinerja keuangan SK hynix di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi AI.
Angka yang diumumkan perusahaan masih berstatus awal dan dapat berubah setelah proses audit independen selesai.
Pertumbuhan tersebut terutama didukung penjualan DRAM untuk server dan produk memori berperforma tinggi.
DRAM atau Dynamic Random Access Memory merupakan jenis memori yang digunakan perangkat untuk menyimpan data sementara ketika menjalankan program.
Dalam pusat data AI, kapasitas dan kecepatan memori berperan penting untuk memasok data kepada prosesor secara efisien.
SK hynix juga mencatat peningkatan penjualan DDR5 untuk server dan mulai memperluas pengiriman HBM4.
HBM merupakan memori berbandwidth tinggi yang dirancang untuk menangani perpindahan data dalam jumlah besar, terutama pada akselerator AI dan sistem komputasi berperforma tinggi.
Pada sisi keuangan, kas dan setara kas SK hynix mencapai 114,5 triliun won pada akhir September 2026, meningkat 26,5 triliun won dibandingkan akhir kuartal sebelumnya.
Utang perusahaan turun menjadi 15,8 triliun won, sehingga posisi kas bersih mencapai 98,7 triliun won.
Infrastruktur AI Mendorong Permintaan Memori
SK hynix melihat kebutuhan memori akan terus berkembang seiring perubahan pola investasi AI. Pada tahap awal, pengembangan infrastruktur AI banyak didorong oleh sejumlah perusahaan teknologi besar.
Ke depan, perusahaan memperkirakan investasi akan semakin meluas ke perusahaan dari berbagai sektor dan program berskala nasional.
Peningkatan penggunaan AI generatif, layanan berbasis model bahasa besar, serta pengembangan aplikasi perusahaan membutuhkan pusat data dengan kapasitas komputasi dan memori yang lebih besar.
SK hynix juga memperkirakan AI personal dan AI untuk kebutuhan perusahaan menjadi pendorong permintaan dalam jangka pendek.
Dalam jangka menengah hingga panjang, perusahaan menyoroti potensi physical AI, yakni penerapan kecerdasan buatan pada sistem fisik seperti robot dan kendaraan otonom.
Teknologi tersebut membutuhkan kemampuan memproses data secara cepat untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengoperasian sistem.
Pertumbuhan permintaan tidak serta-merta dapat diimbangi dengan penambahan produksi.
Pembangunan fasilitas fabrikasi semikonduktor atau fab membutuhkan investasi besar, peralatan khusus, dan waktu untuk mencapai produksi dalam skala penuh.
Pada saat yang sama, pengembangan teknologi manufaktur yang semakin maju menambah tantangan teknis bagi produsen memori.
Kondisi tersebut membuat SK hynix memperkirakan pasar memori masih menghadapi tekanan pasokan hingga 2030.
Proyeksi itu merupakan penilaian perusahaan terhadap kondisi industri, bukan kepastian bahwa seluruh jenis memori akan mengalami kekurangan dengan tingkat yang sama sepanjang periode tersebut.
HBM4 dan Peningkatan Kapasitas Produksi

Untuk merespons kebutuhan pasar, SK hynix berencana mempercepat peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperkuat portofolio memori bernilai tambah tinggi.
Perusahaan menargetkan fasilitas M15X mencapai kapasitas penuh pada akhir 2026 guna mendukung peningkatan produksi HBM4.
SK hynix memperkirakan HBM4 akan melampaui HBM3E dari sisi volume pengiriman dan pendapatan pada kuartal IV 2026.
Perusahaan juga memproyeksikan HBM4 menjadi produk utama dalam portofolio HBM mulai periode tersebut.
HBM4 merupakan generasi lanjutan memori berbandwidth tinggi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.
Di segmen DRAM, SK hynix akan meningkatkan penggunaan teknologi proses 1c, generasi keenam dari teknologi DRAM kelas 10 nanometer.
Perusahaan juga berencana memperluas penjualan DDR5 dan LPDDR5 SOCAMM untuk server AI. SOCAMM merupakan modul memori berdaya rendah yang dikembangkan untuk kebutuhan sistem komputasi, termasuk server AI.
Sementara itu, pada bisnis NAND, SK hynix mencatat pertumbuhan penjualan chip TLC 321 lapis untuk enterprise solid-state drive (eSSD).
NAND merupakan jenis memori nonvolatil yang dapat mempertahankan data tanpa pasokan listrik, sehingga digunakan untuk penyimpanan pada SSD dan berbagai perangkat digital.
SK hynix menargetkan teknologi NAND 321 lapis mencakup lebih dari separuh kapasitas produksi domestiknya pada kuartal IV 2026.
Perusahaan juga mengembangkan High Bandwidth Flash (HBF), teknologi memori flash berbandwidth tinggi yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data dalam sistem AI.
Kontrak Jangka Panjang Mengamankan Produksi
Selain meningkatkan kapasitas, SK hynix memperluas perjanjian pasokan jangka panjang atau long-term agreements (LTA) dengan pelanggan.
Hingga pengumuman hasil kuartal III 2026, perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan 14 pelanggan utama, termasuk penyedia layanan komputasi awan global.
SK hynix menyatakan kontrak tersebut telah mencakup lebih dari 50% kapasitas produksi yang direncanakan untuk 2027 dan 2028.
Perusahaan juga membahas kemungkinan perpanjangan masa kontrak dengan sejumlah pelanggan.
Perjanjian semacam ini membantu produsen memperoleh gambaran permintaan lebih awal, sekaligus memberikan kepastian pasokan bagi pelanggan yang membutuhkan memori dalam volume besar.
Untuk mendukung ekspansi, SK hynix memperkirakan investasi akan meningkat signifikan pada 2027.
Salah satu faktor pendukungnya adalah pengoperasian tahap pertama fasilitas Yongin secara penuh, disertai peningkatan investasi infrastruktur di Korea Selatan dan luar negeri.
Meski demikian, perusahaan menyatakan skala dan waktu investasi akan disesuaikan dengan permintaan pelanggan, daya saing produk, profitabilitas, dan efisiensi belanja modal.
Bagi industri teknologi, proyeksi SK hynix menunjukkan bahwa ketersediaan memori akan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan infrastruktur AI selama beberapa tahun ke depan.
Dampaknya terhadap harga dan pasokan perangkat tertentu akan bergantung pada jenis memori, kapasitas produksi masing-masing pemasok, serta kebutuhan pasar.
SK hynix sendiri menyiapkan peningkatan produksi HBM4, DRAM, dan NAND sekaligus memperluas kontrak pasokan untuk mengimbangi pertumbuhan permintaan yang diperkirakan berlanjut hingga 2030.
Baca Juga: Krisis RAM Global: Harga Melonjak, Kekurangan Diprediksi Sampai 2027


