Selular.ID -

China Siap Banjiri Pasar RAM, Samsung dan SK Hynix Terancam

BACA JUGA

Selular.ID – Dominasi Samsung, SK Hynix, dan Micron di industri memori dunia berpotensi mendapat tantangan serius dari China.

Produsen memori asal Negeri Tirai Bambu, ChangXin Memory Technologies (CXMT), berencana meningkatkan produksi DRAM secara besar-besaran di tengah kelangkaan RAM global akibat lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

CXMT menargetkan kapasitas produksi mencapai 600.000 wafer per bulan pada 2028. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan kapasitas saat ini yang diperkirakan sekitar 320.000 wafer per bulan.

Ekspansi agresif tersebut dilakukan ketika industri semikonduktor global menghadapi tekanan pasokan memori, seiring meningkatnya kebutuhan server AI dan infrastruktur pusat data.

Baca juga:

Samsung, SK Hynix, dan Micron saat ini berlomba memenuhi permintaan memori berperforma tinggi untuk komputasi AI.

Kondisi tersebut turut menekan ketersediaan DRAM bagi perangkat konsumen seperti PC, laptop, dan smartphone.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Situasi ini membuka peluang bagi CXMT untuk memperbesar pangsa pasar sekaligus memperkuat posisi China dalam industri memori global.

CXMT Genjot Produksi RAM hingga 600.000 Wafer

Mengutip laporan Wccftech yang merujuk proyeksi TrendForce dan Counterpoint Research, CXMT tengah memperluas fasilitas produksi di Beijing, Shanghai, dan Hefei.

Perusahaan diperkirakan mampu meningkatkan kapasitas produksi menjadi sekitar 420.000 wafer per bulan pada 2027.

Setahun kemudian, CXMT menargetkan kapasitas mencapai 600.000 wafer per bulan.

Jika target tersebut tercapai, kapasitas produksi perusahaan akan meningkat sekitar 87,5% dibandingkan perkiraan saat ini.

Peningkatan tersebut berpotensi menambah pasokan DRAM global yang sedang mengalami tekanan akibat tingginya permintaan dari industri AI.

Namun, tambahan kapasitas produksi tidak otomatis membuat harga RAM langsung turun.

Sebagian produksi CXMT diperkirakan masih akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik China, sementara pembangunan dan optimalisasi pabrik membutuhkan waktu.

CXMT juga disebut memperoleh dukungan pendanaan besar untuk membiayai ekspansi kapasitas dan pengembangan teknologi memorinya.

Tencent dan ByteDance Borong Memori CXMT

Ambisi CXMT tidak hanya bertumpu pada peningkatan kapasitas pabrik, tetapi juga penguatan hubungan dengan perusahaan teknologi besar.

Produsen DRAM tersebut dilaporkan memperoleh kontrak pasokan memori dari Tencent senilai sekitar US$3 miliar.

Selain itu, CXMT disebut menjalin kesepakatan pasokan jangka panjang dengan ByteDance yang nilainya melampaui US$7 miliar.

Kedua perusahaan teknologi China tersebut memiliki kebutuhan komputasi besar untuk mendukung layanan internet, cloud, dan pengembangan AI.

Kontrak tersebut berpotensi memberikan kepastian permintaan bagi CXMT sekaligus mendukung ekspansi bisnis perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Tidak hanya Tencent dan ByteDance, Apple juga dikabarkan tengah menjajaki penggunaan memori buatan CXMT untuk perangkat yang diproduksi dan dipasarkan di China.

Jika kerja sama tersebut terealisasi, CXMT berpeluang memperluas penetrasi ke industri perangkat elektronik konsumen.

Meski demikian, penjajakan tersebut belum berarti Apple telah menggunakan memori CXMT secara luas dalam produk-produknya.

China Siapkan DRAM DDR5 Generasi Baru

Selain meningkatkan volume produksi, CXMT juga berupaya mengejar kemampuan teknologi para pesaing globalnya.

Perusahaan tengah mengembangkan DRAM DDR5 berbasis arsitektur sel memori 4F² yang ditargetkan hadir untuk kebutuhan server pada akhir 2026.

Teknologi 4F² dirancang untuk memperkecil ukuran sel memori sehingga kepadatan penyimpanan data dalam sebuah chip dapat ditingkatkan.

Secara teoritis, arsitektur tersebut memungkinkan pengurangan luas sel sekitar sepertiga dibandingkan desain 6F² pada ukuran fitur yang sama.

Peningkatan kepadatan sel memori menjadi penting karena dapat membantu produsen menghasilkan kapasitas penyimpanan lebih besar dari area silikon yang tersedia.

Namun, pengembangan teknologi tersebut masih menghadapi tantangan dalam proses manufaktur.

CXMT harus memastikan teknologi 4F² dapat diproduksi secara massal dengan tingkat keberhasilan produksi atau yield yang tinggi dan biaya kompetitif.

Samsung dan SK Hynix juga tengah mengembangkan teknologi memori dengan pendekatan serupa.

Karena itu, persaingan industri DRAM tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pabrik, tetapi juga efisiensi produksi, kualitas chip, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Harga RAM Bisa Turun pada 2028?

Ekspansi CXMT berpotensi menjadi kabar positif bagi industri PC, laptop, dan smartphone yang menghadapi tekanan kenaikan biaya komponen memori.

Tambahan pasokan DRAM dapat membantu mengurangi ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan global.

Namun, penurunan harga RAM belum dapat dipastikan karena kebutuhan memori untuk AI diperkirakan tetap tinggi.

Produsen memori global juga terus mengalokasikan investasi untuk pengembangan produk yang digunakan dalam server AI, termasuk high-bandwidth memory (HBM).

Di sisi lain, tambahan kapasitas produksi CXMT belum tentu seluruhnya tersedia untuk pasar internasional.

Distribusi produk, kemampuan produksi massal, dan prioritas pelanggan domestik China akan menentukan seberapa besar dampaknya terhadap pasokan global.

Jika target 600.000 wafer per bulan tercapai pada 2028, CXMT berpotensi menjadi pesaing yang semakin diperhitungkan oleh Samsung, SK Hynix, dan Micron.

Bagi konsumen, ekspansi tersebut membuka harapan harga RAM menjadi lebih kompetitif dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, realisasinya tetap bergantung pada pertumbuhan kebutuhan AI, kemampuan industri meningkatkan produksi, serta keseimbangan pasokan dan permintaan memori dunia.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU