Selular.ID – Di tengah perang melawan Rusia yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, militer Ukraina menghadapi masalah serius pada jaringan internet satelit Starlink milik SpaceX.
Koneksi layanan Starshield yang digunakan untuk kebutuhan militer dilaporkan melambat drastis, sehingga mengganggu operasi pertahanan udara dan komunikasi pasukan di medan perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menduga perlambatan internet satelit tersebut bukan disebabkan gangguan teknis, melainkan pembatasan yang dilakukan secara sengaja.
Kecurigaan itu muncul setelah militer Ukraina melakukan pengujian terhadap perangkat yang terhubung ke Starshield di luar wilayah negaranya.
Baca juga:
- Drone Ukraina Hantam Data Center Yandex, 80 Layanan Digital Rusia Lumpuh
- Usai Lengser dari Telkom, Dian Siswarini Masuk Radar Danantara?
Hasilnya, perangkat tersebut beroperasi normal ketika diuji di Eropa, tetapi mengalami pembatasan kecepatan ketika digunakan di Ukraina.
“Pembatasan itu berlaku di wilayah Ukraina, jadi ini adalah operasi yang direncanakan,” ujar Zelenskyy dalam pesan audio kepada wartawan melalui WhatsApp.
Starlink Lemot, Pertahanan Ukraina Terganggu
Starshield merupakan layanan berbasis teknologi Starlink yang dikembangkan SpaceX untuk kebutuhan pemerintah dan militer.
Ukraina mengandalkan konektivitas satelit tersebut untuk mendukung komunikasi pasukan, koordinasi serangan artileri, serta operasi pertahanan menghadapi drone Rusia.
Menurut Zelenskyy, pembatasan kecepatan Starshield menyebabkan keterlambatan transmisi data yang berdampak langsung terhadap kemampuan militer Ukraina.
Gangguan tersebut juga disebut mempersulit pengiriman makanan dan berbagai kebutuhan logistik ke garis depan.
Salah satu persoalan utama adalah pembatasan koneksi pada perangkat yang bergerak dengan kecepatan lebih dari 161 kilometer per jam.
Padahal, drone bertenaga jet yang digunakan Rusia disebut mampu melaju hingga sekitar 400 kilometer per jam.
Perbedaan kecepatan tersebut menjadi persoalan serius bagi sistem pertahanan Ukraina yang membutuhkan komunikasi data secara cepat.
“Kami kehilangan Starlink dan kehilangan sistem pertahanan udara,” kata Zelenskyy.
Ia menilai pembatasan tersebut menghambat kemampuan Ukraina melindungi pasukan maupun masyarakat sipil dari serangan Rusia.
Zelenskyy Curiga Ada Campur Tangan Trump dan Elon Musk
Zelenskyy menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pimpinan SpaceX Elon Musk berada di balik pembatasan layanan Starshield.
Menurutnya, perlambatan jaringan internet tersebut terjadi ketika Rusia meningkatkan intensitas serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Namun, tuduhan itu dibantah pemerintah Amerika Serikat.
Trump menyatakan tidak pernah memerintahkan pembatasan akses Ukraina terhadap Starshield. Ia juga mengaku tidak yakin Musk melakukan tindakan tersebut.
Sementara itu, Musk mengatakan keputusan mengenai pembatasan kecepatan atau penggunaan layanan berada di tangan militer Amerika Serikat dan pada akhirnya presiden.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut membantah keterlibatan Gedung Putih.
“Tidak ada seorang pun di Gedung Putih yang memerintahkan siapa pun untuk memperlambat internet atau kecepatan agar drone tertentu tidak dapat menggunakannya,” ujar Rubio.
Rubio juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, sistem tersebut telah kembali beroperasi.
Dengan demikian, dugaan pembatasan yang disengaja masih menjadi perdebatan antara pemerintah Ukraina dan Amerika Serikat.
Rusia Gempur 15 Fasilitas Energi Ukraina
Gangguan konektivitas Starshield terjadi bersamaan dengan serangan besar-besaran Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Zelenskyy mengatakan Rusia melancarkan serangan rudal dan drone yang menyasar 15 fasilitas pembangkit serta transmisi listrik penting.
Serangan tersebut dinilai sebagai upaya Rusia mengganggu pasokan listrik Ukraina menjelang musim dingin.
Di tengah situasi tersebut, Zelenskyy juga mengkritik keputusan pemerintah Trump yang melonggarkan tekanan ekonomi terhadap Rusia.
Ia menilai kebijakan Amerika Serikat berpotensi memberikan keuntungan finansial kepada Moskow dan mendorong kelanjutan serangan.
“Rusia berusaha menyebabkan pemadaman listrik di Ukraina, tepat menjelang musim dingin,” tulis Zelenskyy melalui platform X.
Ketegangan Washington dan Kyiv semakin meningkat setelah Trump mengumumkan kesepakatan bahan bakar diesel dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ketergantungan pada Starlink Jadi Titik Lemah Ukraina
Persoalan Starshield memperlihatkan tingginya ketergantungan militer Ukraina terhadap infrastruktur komunikasi satelit yang dikendalikan pihak luar.
Dalam peperangan modern, konektivitas internet tidak lagi sekadar digunakan untuk komunikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pertahanan dan koordinasi persenjataan.
Keterlambatan pengiriman data dapat memengaruhi kemampuan pasukan dalam merespons ancaman yang bergerak cepat.
Zelenskyy mengungkapkan bahwa jet tempur F-16 Ukraina digunakan untuk menembak jatuh sekitar 60% drone bertenaga jet yang dihadapi negaranya.
Ukraina juga disebut tengah menerima pasokan amunisi baru untuk memperkuat pertahanan udara.
Namun, kemampuan tersebut tetap membutuhkan dukungan komunikasi dan koordinasi yang andal.
Kasus Starshield menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada layanan internet satelit komersial dapat menimbulkan risiko strategis ketika digunakan untuk kebutuhan militer.
Bagi Ukraina, persoalannya bukan hanya koneksi Starlink yang mendadak lemot, melainkan bagaimana gangguan jaringan tersebut dapat memengaruhi kemampuan mempertahankan wilayah dan melindungi warga sipil di tengah serangan Rusia.
Hingga kini, penyebab pasti perlambatan Starshield belum dapat dipastikan secara independen, sementara pemerintah Amerika Serikat membantah telah memerintahkan pembatasan layanan tersebut.


