Selular.ID -

Perang Medsos Memanas! Meta Larang Iklan TikTok di Instagram dan Facebook

BACA JUGA

Selular.ID – Persaingan dua raksasa media sosial dunia semakin panas. Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, dilaporkan resmi melarang penayangan iklan TikTok di seluruh jaringan aplikasinya, termasuk di Indonesia.

Kebijakan larangan iklan TikTok tersebut berlaku di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam, sebagaimana dilaporkan Bloomberg yang dikutip Reuters, Jumat (9/10/2026).

Langkah Meta ini tidak hanya menyasar iklan langsung dari TikTok, tetapi juga pengiklan pihak ketiga yang menyertakan tautan menuju TikTok maupun layanan milik ByteDance.

Dengan kebijakan tersebut, TikTok tidak lagi dapat menggunakan layanan iklan berbayar Meta untuk mempromosikan aplikasi, fitur, maupun layanannya kepada pengguna Instagram, Facebook, dan Messenger di wilayah yang terdampak.

Meta Tak Mau Promosikan Aplikasi Pesaing

Meta menegaskan bahwa keputusan melarang iklan TikTok merupakan bagian dari strategi bisnis untuk menghadapi persaingan industri media sosial yang semakin ketat.

Menurut perusahaan, tidak ada kewajiban bagi sebuah platform untuk menyediakan ruang promosi bagi kompetitor yang berupaya menarik pengguna keluar dari ekosistemnya.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kami tak wajib menayangkan iklan dari kompetitor yang tujuannya menarik orang dari aplikasi kami. Penurunan layanan promosi ke kompetitor adalah praktik bisnis yang normal di industri apa saja,” demikian pernyataan Meta seperti dikutip Reuters, Jumat (9/10/2026).

Baca juga:

Meta juga menegaskan akan terus bersaing melalui peningkatan kualitas produk dan pengalaman pengguna.

Kebijakan tersebut membuat promosi TikTok yang sedang berjalan di jaringan iklan Meta berpotensi dihentikan, sementara pengajuan iklan baru yang termasuk kategori larangan tidak akan disetujui.

Meski demikian, keputusan ini bukan berarti aplikasi TikTok diblokir dari Facebook atau Instagram.

Pengguna tetap dapat mengakses TikTok seperti biasa. Pembatasan hanya berlaku terhadap layanan promosi berbayar yang menggunakan jaringan periklanan Meta.

Indonesia Ikut Terdampak Larangan Iklan TikTok

Masuknya Indonesia dalam daftar negara yang terdampak menjadi perhatian mengingat besarnya pasar media sosial nasional.

Instagram, Facebook, dan TikTok merupakan platform yang memiliki basis pengguna besar di Indonesia, sekaligus menjadi saluran penting bagi aktivitas pemasaran digital.

Larangan iklan TikTok di platform Meta berpotensi mengubah strategi promosi ByteDance dalam menjangkau pengguna baru maupun memperkenalkan fitur layanannya.

Selama ini, iklan lintas platform menjadi salah satu cara perusahaan teknologi memperluas jangkauan pengguna melalui ekosistem digital milik kompetitor.

Dengan adanya pembatasan tersebut, TikTok perlu lebih mengandalkan kanal pemasaran alternatif, termasuk promosi melalui ekosistemnya sendiri.

Namun, dampak finansial kebijakan Meta terhadap TikTok maupun industri periklanan digital Indonesia belum diumumkan.

Di sisi lain, TikTok juga memiliki kebijakan terkait tautan yang mengarahkan pengguna ke platform media sosial lain.

Berdasarkan informasi di situs TikTok, platform tersebut tidak menyediakan dukungan langsung terhadap tautan tertentu yang mengarahkan pengguna untuk masuk atau mendaftar ke aplikasi media sosial pesaing.

Meski begitu, pengguna masih dapat mencantumkan tautan profil yang mengarahkan pengunjung ke layanan media sosial lainnya.

Persaingan Meta dan TikTok Semakin Sengit

Persaingan Meta dan TikTok tidak hanya berlangsung dalam perebutan pengguna dan pendapatan iklan digital.

Kedua perusahaan juga menghadapi tekanan dari pemerintah dan masyarakat terkait keamanan pengguna, terutama anak-anak dan remaja.

Perhatian regulator semakin besar terhadap dampak algoritma media sosial, durasi penggunaan aplikasi, serta potensi paparan konten yang tidak sesuai bagi pengguna usia muda.

Meta sebelumnya mendorong TikTok dan YouTube menerapkan pembatasan penggunaan yang lebih ketat bagi anak-anak, termasuk pengaturan durasi harian dan pembatasan akses pada malam hari.

Melalui Instagram dan Facebook, Meta juga mengembangkan sejumlah fitur perlindungan untuk membatasi akses anak terhadap konten tertentu.

Sementara itu, TikTok menghadapi persoalan regulasi serupa di Amerika Serikat.

Perusahaan yang berada di bawah ByteDance tersebut dilaporkan telah mencapai kesepakatan di luar pengadilan terkait perkara di Alabama yang berkaitan dengan perlindungan pengguna anak.

Regulasi di wilayah tersebut menyoroti pentingnya verifikasi usia dan pembatasan penggunaan media sosial.

TikTok sendiri dilaporkan belum memberikan komentar mengenai keputusan Meta melarang iklannya.

Langkah Meta ini memperlihatkan bahwa persaingan perusahaan media sosial kini semakin meluas, tidak hanya melalui inovasi fitur dan algoritma, tetapi juga penguasaan jalur distribusi serta promosi digital.

Bagi industri periklanan, kebijakan tersebut berpotensi menjadi preseden baru dalam hubungan bisnis antarkompetitor platform digital.

Sementara bagi pengguna, persaingan Meta dan TikTok diperkirakan tetap berlanjut melalui pengembangan fitur, pengalaman pengguna, dan upaya mempertahankan loyalitas audiens di masing-masing platform.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU