Selular.ID – Motorola menghadirkan tiga pilihan smartphone 5G baru di Indonesia, yakni Moto G37, Moto G67, dan Moto G77 Power, untuk konsumen dengan kebutuhan dan anggaran berbeda.
Ketiganya resmi diperkenalkan pada 7 Oktober 2026 dan dijadwalkan mulai dijual pada 10 Oktober 2026, dengan harga spesial peluncuran mulai Rp3.799.000.
Bagi pengguna muda yang aktif kuliah, bekerja, membuat konten, bermain game, hingga menikmati hiburan digital, memilih smartphone tidak cukup hanya berdasarkan harga atau besarnya RAM.
Kualitas layar, kemampuan kamera, daya tahan baterai, dan ketahanan perangkat juga perlu dipertimbangkan agar ponsel sesuai dengan rutinitas sehari-hari.
Motorola menempatkan ketiga perangkat tersebut dengan karakter berbeda. Moto G37 menjadi pilihan untuk pengguna yang mencari smartphone 5G dengan harga paling terjangkau.
Moto G67 menawarkan layar AMOLED untuk kebutuhan visual, sedangkan Moto G77 Power mengandalkan baterai berkapasitas besar bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
1. Moto G37, Pilihan untuk Pengguna dengan Anggaran Terbatas

Moto G37 dibanderol dengan harga spesial peluncuran Rp3.799.000. Model ini cocok dipertimbangkan oleh mahasiswa, pekerja muda, atau pengguna yang ingin beralih ke smartphone 5G tanpa mengambil varian dengan harga lebih tinggi.
Perangkat ini menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6300 yang mendukung konektivitas 5G. Motorola memadukannya dengan RAM 4GB, penyimpanan internal 128GB, serta fitur RAM Boost yang memungkinkan sebagian penyimpanan digunakan sebagai memori virtual untuk membantu menjalankan aplikasi.
Untuk layar, Moto G37 menggunakan panel LCD berukuran 6,67 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120Hz.
Refresh rate merupakan frekuensi pembaruan gambar per detik yang memengaruhi kelancaran gerakan saat menggulir halaman, berpindah aplikasi, atau memainkan game yang mendukungnya.
Sektor fotografi mengandalkan kamera utama 50MP dengan teknologi Quad Pixel, sedangkan kamera depan beresolusi 8MP.
Ponsel ini juga memiliki baterai 5.200 mAh, pengisian TurboPower 20W, speaker stereo dengan Dolby Atmos, serta jack audio 3,5 mm.
Dari sisi ketahanan, Moto G37 mengantongi sertifikasi IP64 dan MIL-STD-810H.
IP64 menunjukkan perlindungan terhadap debu dan percikan air, sedangkan MIL-STD-810H berkaitan dengan pengujian ketahanan terhadap kondisi lingkungan tertentu.
Sertifikasi tersebut bukan berarti perangkat kebal terhadap semua jenis kerusakan.
Cocok untuk siapa? Moto G37 dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan ponsel untuk komunikasi, media sosial, streaming, kuliah daring, dan game kasual.
Namun, pengguna yang sering mengedit video, menjalankan banyak aplikasi sekaligus, atau menginginkan layar dengan kontras lebih tinggi sebaiknya mempertimbangkan dua model lainnya.
2. Moto G67, Utamakan Layar dan Pengalaman Visual

Moto G67 dipasarkan dengan harga spesial peluncuran Rp4.999.999. Dibandingkan Moto G37, selisih harganya sekitar Rp1,2 juta, dengan salah satu pembeda paling menonjol berupa penggunaan layar Extreme AMOLED.
Panel berukuran 6,78 inci tersebut memiliki resolusi 2.772 x 1.272 piksel, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 5.000 nits.
Angka kecerahan puncak mengacu pada kondisi tertentu, sehingga tidak selalu menggambarkan tingkat kecerahan yang digunakan sepanjang waktu.
Teknologi AMOLED mampu menghasilkan warna hitam lebih pekat karena setiap piksel dapat memancarkan cahaya secara mandiri.
Karakter ini bermanfaat saat menonton film, melihat foto, atau menikmati konten dengan banyak area gelap.
Moto G67 juga menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6300, RAM 4GB, dan penyimpanan internal 128GB.
Artinya, peningkatan harga dibandingkan Moto G37 terutama perlu dilihat dari keseluruhan fitur, bukan anggapan bahwa performanya pasti jauh lebih tinggi.
Di sektor kamera, Motorola membekalinya dengan sensor utama 50MP Sony LYTIA 600, kamera ultrawide 8MP, serta kamera depan 32MP.
Kamera ultrawide berguna untuk mengambil foto dengan sudut pandang lebih luas, misalnya saat memotret kelompok teman atau pemandangan.
Fitur moto AI turut mendukung pengambilan foto melalui fungsi seperti Portrait Mode dan Auto Smile Capture. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pengeditan Google Photos, termasuk Magic Eraser, Photo Unblur, dan Auto Frame, sesuai ketersediaan fitur pada perangkat dan aplikasi.
Dengan baterai 5.200 mAh dan pengisian TurboPower 30W, Moto G67 tetap mendukung penggunaan harian.
Bodi dengan ketebalan sekitar 7,33 mm dan bobot 182 gram juga membuatnya relatif ramping dibandingkan Moto G77 Power.
Cocok untuk siapa? Moto G67 lebih relevan bagi pengguna yang sering menonton video, menikmati konten visual, mengambil foto, dan menginginkan ponsel dengan bodi ramping.
Bagi kreator konten pemula, kombinasi kamera utama, ultrawide, dan kamera depan beresolusi 32MP bisa menjadi pertimbangan.
Namun, resolusi kamera saja tidak menjamin kualitas foto terbaik karena pemrosesan gambar dan kondisi pencahayaan juga berpengaruh.
3. Moto G77 Power, Pilihan untuk Pengguna Aktif

Moto G77 Power dibanderol dengan harga spesial peluncuran Rp4.299.000. Meski lebih murah daripada Moto G67, perangkat ini menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar dan chipset yang berbeda.
Motorola membekalinya dengan baterai 7.000 mAh yang didukung pengisian TurboPower 30W.
Perusahaan mengklaim baterainya dapat bertahan hingga 59 jam, tetapi durasi aktual bergantung pada pola penggunaan, kondisi jaringan, tingkat kecerahan layar, serta aplikasi yang berjalan.
Kapasitas tersebut menarik bagi pengguna yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah, sering melakukan perjalanan, atau menggunakan ponsel untuk navigasi, streaming, dan komunikasi sepanjang hari.
Untuk performa, Moto G77 Power menggunakan MediaTek Dimensity 6400 dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal 128GB. Motorola juga menyediakan fitur RAM Boost untuk membantu kebutuhan multitasking melalui memori virtual.
Layarnya berukuran 6,72 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz. Berbeda dari Moto G67, perangkat ini menggunakan panel LCD.
Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.050 nits berdasarkan spesifikasi yang dipublikasikan, sehingga karakter layar menjadi salah satu faktor penting sebelum memilih di antara kedua model.
Sektor kamera mencakup kamera utama 50MP dengan sensor Sony LYTIA 600, kamera ultrawide 8MP, dan kamera depan 32MP.
Konfigurasi ini memberikan fleksibilitas untuk mengambil foto standar, pemandangan, maupun swafoto.
Bodi Moto G77 Power memiliki ketebalan sekitar 8,9 mm dan bobot 215 gram. Perangkat ini juga dilengkapi perlindungan Corning Gorilla Glass 7i, sertifikasi IP64, dan MIL-STD-810H.
Cocok untuk siapa? Moto G77 Power layak dipertimbangkan bagi pengguna yang lebih memprioritaskan daya tahan baterai daripada bodi tipis.
Ponsel ini dapat mendukung aktivitas seharian, termasuk navigasi, komunikasi kerja, konsumsi konten, dan permainan seluler.
Namun, bobotnya yang mencapai 215 gram perlu diperhitungkan oleh pengguna yang lebih menyukai perangkat ringan.
Perbandingan Moto G37, G67, dan G77 Power
| Spesifikasi | Moto G37 | Moto G67 | Moto G77 Power |
|---|---|---|---|
| Harga spesial peluncuran | Rp3.799.000 | Rp4.999.999 | Rp4.299.000 |
| Chipset | Dimensity 6300 | Dimensity 6300 | Dimensity 6400 |
| Layar | LCD 6,67 inci HD+ | AMOLED 6,78 inci | LCD 6,72 inci Full HD+ |
| Refresh rate | 120Hz | 120Hz | 120Hz |
| Kamera utama | 50MP | 50MP Sony LYTIA 600 | 50MP Sony LYTIA 600 |
| Kamera ultrawide | Tidak tersedia | 8MP | 8MP |
| Kamera depan | 8MP | 32MP | 32MP |
| Baterai | 5.200 mAh | 5.200 mAh | 7.000 mAh |
| Pengisian daya | 20W | 30W | 30W |
| Bobot | — | 182 gram | 215 gram |
Mana yang Paling Sesuai dengan Kebutuhan Kamu?

Ketiga smartphone ini tidak memiliki satu pemenang mutlak karena masing-masing mengutamakan aspek yang berbeda. Pilihan terbaik bergantung pada kebiasaan penggunaan dan anggaran yang tersedia.
- Pilih Moto G37 jika ingin menghemat anggaran dan membutuhkan konektivitas 5G untuk aktivitas harian.
- Pilih Moto G67 jika layar AMOLED, bodi ramping, dan kamera depan menjadi prioritas.
- Pilih Moto G77 Power jika baterai besar lebih penting daripada bobot ringan atau penggunaan panel AMOLED.
Ada satu hal yang patut diperhatikan sebelum membeli: Moto G67 dan Moto G77 Power memiliki selisih harga sekitar Rp700 ribu berdasarkan harga spesial peluncuran, tetapi menawarkan keunggulan berbeda.
Moto G67 lebih menonjol pada layar dan bodi, sedangkan Moto G77 Power unggul dalam kapasitas baterai serta menggunakan chipset Dimensity 6400.
Bagi pengguna muda yang sering berada di luar ruangan, daya tahan baterai dan bobot perangkat dapat lebih menentukan daripada angka megapiksel kamera.
Sebaliknya, pengguna yang banyak menikmati konten video atau mengedit foto mungkin lebih menghargai layar AMOLED pada Moto G67.
Motorola menjadwalkan penjualan Moto G37, Moto G67, dan Moto G77 Power mulai 10 Oktober 2026 melalui sejumlah platform e-commerce dan jaringan ritel resmi, termasuk Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, TikTok Shop, Akulaku, Erafone, Digiplus, dan Agres.ID.
Sebelum melakukan transaksi, calon pembeli sebaiknya memastikan harga akhir, ketersediaan stok, serta promosi yang berlaku di kanal penjualan pilihannya.
Baca Juga: Motorola Perluas Penetrasi Pasar Indonesia Melalui Trio Moto G Terbaru


