Selular.ID -

Bitdefender: Ancaman Kejahatan Siber Berbasis AI Makin Masif, Indonesia Butuh Perlindungan Digital Canggih Secepatnya

BACA JUGA

Selular.ID – Bitdefender resmi menunjuk PT Gema Informatika Abadi (PT GIA) sebagai distributor eksklusif produk keamanan siber konsumen di Indonesia.

Kemitraan strategis ini berfokus pada penyediaan solusi perlindungan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) serta pencegahan penipuan online yang kian marak menyasar pengguna internet nasional.

Langkah ini diambil guna merespons lonjakan ancaman kejahatan siber berbasis rekayasa sosial (social engineering) dan penipuan digital yang digerakkan oleh AI.

Melalui jaringan distribusi PT GIA, jangkauan produk perlindungan Bitdefender kini diperluas ke berbagai mitra ritel fisik hingga platform marketplace di seluruh Indonesia.

Sinergi kedua perusahaan menggabungkan teknologi pertahanan siber global milik Bitdefender dengan kapasitas distribusi lokal PT GIA.

Langkah ini dirancang untuk memberikan akses perlindungan data dan perangkat yang lebih merata bagi masyarakat Indonesia di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Ciprian Istrate, Senior Vice President of Operations Bitdefender Consumer Solutions Group, Ciprian Istrate, menjelaskan bahwa lanskap kejahatan siber saat ini mengalami ekskalasi signifikan akibat pemanfaatan kecerdasan buatan oleh para pelaku kejahatan.

Menurutnya, teknologi AI memungkinkan penipu menjalankan kampanye penipuan berskala besar yang jauh lebih meyakinkan sekaligus menyebarkan perangkat lunak berbahaya (*malware*) secara masif.

“Kondisi tersebut menempatkan konsumen pada tingkat risiko kerugian finansial dan kebocoran data yang kian tinggi,”ungkap Ciprian, di Jakarta, (09/10/26).

Ciprian menegaskan bahwa Bitdefender dan PT GIA memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keamanan publik di ruang siber. Mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar ekonomi digital terbesar dan tumbuh paling cepat di dunia.

Kehadiran solusi proteksi canggih menjadi kebutuhan krusial agar konsumen tetap aman saat beraktivitas secara digital.

Chok, Direktur PT GIA,  menyambut baik penunjukan ini dan menilai rekam jejak inovasi Bitdefender menjadi modal penting dalam menjawab tantangan keamanan digital nasional.

Aktivitas konsumen yang makin terintegrasi dengan layanan perbankan digital, transaksi e-commerce, serta komunikasi daring membuat perlindungan data pribadi dan identitas digital menjadi prioritas utama.

Portofolio produk konsumen yang didistribusikan PT GIA mencakup perlindungan untuk perangkat komputer dan ponsel pintar (mobile), sistem pertahanan identitas digital, fitur privasi, hingga perangkat anti-penipuan (anti-scam) dan deteksi konten deepfake berbasis AI.

Ancaman siber di tanah air memang menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Data Global Anti Scam Alliance mengungkap bahwa sekitar 66 persen orang dewasa di Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan online dalam satu tahun terakhir.

Fenomena ini makin diperberat oleh rendahnya kesadaran proteksi mandiri, di mana hampir separuh pengguna perangkat seluler belum memasang solusi keamanan pihak ketiga.

“Padahal, mayoritas masyarakat aktif memanfaatkan ponsel untuk transaksi keuangan sensitif seperti pembayaran tagihan dan belanja daring,”ujar Chok.

Ke depan, penguatan keamanan berbasis AI dan anti-penipuan diproyeksikan menjadi pilar utama kampanye edukasi serta pemasaran bersama antara Bitdefender dan PT GIA di Indonesia.

Baca Juga:Ribuan Situs WordPress Diretas untuk Operasi Kejahatan Siber Global

Distribusi yang lebih terstruktur melalui *reseller*, toko ritel fisik, dan platform digital diharapkan mampu menekan risiko kejahatan siber serta meningkatkan ketahanan ekosistem digital nasional.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU