Selular.ID – AT&T menandatangani kesepakatan multi-tahun dengan Corning Incorporated senilai lebih dari US$3 miliar untuk pengadaan serat optik dan kabel.
Kerja sama yang diumumkan pada 29 September 2026 tersebut menjadi bagian dari rencana AT&T memperluas jaringan fiber di Amerika Serikat, seiring meningkatnya kebutuhan data dari layanan internet, cloud, perangkat terkoneksi, hingga aplikasi kecerdasan buatan (AI).
Melalui kesepakatan ini, Corning akan memasok kebutuhan fiber dan kabel yang digunakan AT&T untuk membangun serta memperluas jaringan konektivitas. AT&T menargetkan jaringan fiber-nya dapat menjangkau 60 juta lokasi pelanggan pada akhir 2030.
Kesepakatan terbaru tersebut melanjutkan hubungan bisnis yang telah berlangsung lama antara AT&T dan Corning.
Pada Oktober 2024, kedua perusahaan sebelumnya menandatangani perjanjian pembelian multi-tahun senilai lebih dari US$1 miliar untuk produk fiber, kabel, dan solusi konektivitas generasi berikutnya.
Konsumsi Data Terus Meningkat
Kebutuhan terhadap infrastruktur fiber ikut meningkat seiring pertumbuhan konsumsi data.
AT&T menyebut rata-rata rumah tangga yang menggunakan layanan AT&T Fiber kini mengonsumsi lebih dari 1 terabyte data setiap bulan. Angka tersebut sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan 2016.
Perusahaan memperkirakan konsumsi bulanan tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 2 hingga 2,5 terabyte per rumah tangga pada 2030.
Pertumbuhan penggunaan streaming, gaming, video call, layanan cloud, kamera terhubung, serta aplikasi AI menjadi sejumlah faktor yang mendorong kebutuhan kapasitas jaringan.
Fiber optik merupakan media transmisi yang menggunakan serat kaca untuk membawa data dalam bentuk sinyal cahaya. Teknologi ini memungkinkan kapasitas transmisi data yang tinggi dan menjadi salah satu infrastruktur utama untuk koneksi internet berkecepatan tinggi.
John Stankey, Chairman dan CEO AT&T, mengatakan peningkatan penggunaan data membuat perluasan jaringan fiber menjadi bagian penting dari strategi konektivitas perusahaan.
AT&T juga mengaitkan kebutuhan tersebut dengan perkembangan AI. Beban kerja AI dan layanan digital membutuhkan kapasitas jaringan yang semakin besar, baik untuk menghubungkan pengguna dengan layanan cloud maupun mendukung pertukaran data dalam skala besar.
Target 60 Juta Lokasi pada 2030
Ekspansi jaringan fiber menjadi salah satu fokus investasi AT&T dalam beberapa tahun terakhir.
Pada kuartal kedua 2026, perusahaan melaporkan telah menjangkau 38,6 juta lokasi dengan fiber dan tetap menargetkan lebih dari 40 juta lokasi pada akhir 2026 serta lebih dari 60 juta lokasi pada akhir 2030.
Pada periode yang sama, AT&T menambahkan lebih dari 1 juta pelanggan Advanced Connectivity. Dari angka tersebut, 367.000 merupakan penambahan pelanggan fiber dan 279.000 berasal dari fixed wireless access.
AT&T juga mencatat 646.000 penambahan bersih pelanggan internet konsumen dan bisnis pada kuartal kedua 2026. Data tersebut mencakup layanan fiber dan fixed wireless.
Ekspansi fiber menjadi bagian dari strategi AT&T yang menggabungkan jaringan tetap dan seluler. Fiber digunakan sebagai infrastruktur konektivitas berkapasitas tinggi untuk rumah dan bisnis, sementara jaringan wireless menyediakan konektivitas ketika pengguna berada di luar lokasi tetap.
Untuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh fiber maupun jaringan wireless, AT&T juga menyebut layanan satelit sebagai pelengkap.
Perusahaan memperkirakan satelit dapat melengkapi jaringan tersebut untuk sekitar 2% wilayah terpencil yang tidak dapat dilayani secara ekonomis oleh fiber dan wireless.
Corning Perkuat Produksi Fiber di AS
Bagi Corning, kontrak dengan AT&T memperkuat peran perusahaan sebagai pemasok infrastruktur fiber untuk ekspansi jaringan broadband Amerika Serikat. Corning memproduksi fiber dan kabel melalui fasilitas manufaktur di Amerika Serikat.
Kesepakatan ini juga memperluas kerja sama antara kapasitas manufaktur Corning dan investasi jaringan AT&T. Kedua perusahaan menyatakan kerja sama tersebut turut mendukung rantai pasok domestik serta lapangan kerja di sektor manufaktur dan pembangunan jaringan.
Corning sebelumnya juga mendapatkan kontrak besar dari operator telekomunikasi lain. Pada September 2026, Verizon menandatangani kesepakatan multi-tahun bernilai miliaran dolar dengan Corning untuk memasok lebih dari 80 juta mil serat optik dan produk konektivitas selama 2027 hingga 2032.
Infrastruktur tersebut akan digunakan untuk ekspansi broadband dan jaringan jarak jauh, termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan pusat data AI.
Di sisi AT&T, perusahaan mengatakan dampak finansial dari kesepakatan terbaru dengan Corning telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan dan rencana alokasi modal yang disampaikan dalam laporan kinerja kuartal kedua 2026.
AT&T pada kuartal kedua 2026 juga menetapkan kisaran investasi modal sekitar US$23 miliar hingga US$24 miliar per tahun untuk periode 2026–2028.
Perusahaan sebelumnya menyatakan komitmen investasi lebih dari US$250 miliar selama lima tahun untuk memperkuat infrastruktur konektivitas di Amerika Serikat.
Kerja sama AT&T dan Corning memperlihatkan bagaimana ekspansi jaringan fiber berjalan beriringan dengan pertumbuhan konsumsi data.
Bagi AT&T, pasokan fiber dan kabel dari Corning menjadi bagian dari pembangunan jaringan menuju target 60 juta lokasi pada 2030, sementara peningkatan trafik data dari layanan digital dan AI menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan kapasitas jaringan tersebut.
Baca Juga:


