Selular.ID – Korps Veteran Karyawan Pos dan Telekomunikasi (Postel) yang terlibat langsung dalam sejarah pembebasan kedaulatan komunikasi Indonesia kini hanya menyisakan 16 anggota.
Jumlah tersebut merosot tajam dari 500 orang saat korps ini pertama kali dibentuk pada 1969, seiring bertambahnya usia para pejuang yang kini rata-rata berada di atas 80 tahun.
Penyusutan jumlah veteran ini menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Hari Bhakti Postel) ke-81 yang digelar di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Salah satu veteran perang pembebasan Irian Barat (1961–1963), Sukirman (84), mengutarakan harapannya agar nilai perjuangan sektor pos dan telekomunikasi tetap diingat oleh generasi penerus di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital.
Komunitas industri ICT dan digital yang dikomandoi Asosiasi Pengembangan Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel) menjadikan peringatan tahun ini sebagai bentuk apresiasi bagi para pejuang kedaulatan komunikasi.
Theodorus Ardi Hartoko (Teddy), Ketua Umum Aspimtel sekaligus Ketua Umum Hari Bhakti Postel ke-81, menegaskan pentingnya menjaga warisan semangat para veteran melalui pemerataan infrastruktur komunikasi yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
“Bentuk perjuangan sektor telekomunikasi saat ini telah bergeser dari kancah fisik menuju penguasaan dan pemanfaatan teknologi secara mandiri,”ungkap Teddy.
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat” sebagai cerminan fokus industri ICT dalam memperkuat ketahanan digital nasional.
Rangkaian acara yang berlangsung sejak Agustus 2026 ini melibatkan berbagai elemen masyarakat melalui pameran teknologi, kompetisi esports, turnamen mini soccer, funwalk, hingga aksi donor darah.
Dalam pidatonya saat memimpin upacara, Angga Raka Prabowo, Wamen Komdigi menekankan bahwa penguasaan sarana komunikasi tetap menjadi kunci kedaulatan bangsa.
“Jika 81 tahun lalu para pemuda bertaruh nyawa untuk mengambil alih jawatan Pos, Telegram, dan Telefon (PTT) dari pemerintah Jepang, tantangan masa kini adalah memastikan infrastruktur vital telekomunikasi mampu menopang kebutuhan masyarakat di seluruh daerah,”ujarnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong iklim usaha industri ICT dan digital agar terus tumbuh secara sehat.
Penguatan jaringan konektivitas diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung serta memperluas akses layanan digital hingga ke wilayah pedesaan dan terluar.
Sinergi Ekosistem ICT Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Keberhasilan penyelengaraan Hari Bhakti Postel ke-81 menunjukkan solidnya kolaborasi antar-pelaku industri konektivitas digital di Indonesia.
Sinergi ini melibatkan berbagai asosiasi, operator telekomunikasi, vendor teknologi, hingga penyedia infrastruktur menara telekomunikasi.
Inklusivitas digital menjadi fondasi utama yang tengah dikejar oleh para pelaku industri.
Integrasi ekosistem telekomunikasi yang matang diyakini mampu menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam mendukung transformasi digital skala UMKM maupun industri besar di berbagai daerah.
Menutup rangkaian upacara, Wamen Komdigi menyerahkan penghargaan resmi kepada sejumlah pelaku industri ICT atas kontribusi nyata mereka terhadap pembangunan ekosistem digital Tanah Air.
Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi pemerintah terhadap kemitraan strategis antara regulator dan pelaku usaha dalam mewujudkan pemerataan akses telekomunikasi yang aman, andal, dan berdaya saing.
Baca Juga:Tower Bersama Group Juara Turnamen Menkomdigi CUP 2026 di Hari Bhakti Postel ke-81
Puncak acara diisi dengan peletakan karangan bunga di Tugu Peringatan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angga Raka Prabowo, Ketua Umum Aspimtel Theodorus Ardi Hartoko, serta Direktur Manajemen Risiko PT Pos Indonesia Rosmanidar Zulkifli.


