Selular.ID – Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) memperluas fokus organisasi dari industri telekomunikasi tradisional menuju ekosistem telematika digital terintegrasi.
Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum Mastel dalam Bincang Eksekutif Selular menegaskan komitmen tersebut dalam rangka merespons penyerapan teknologi digital yang kini menyentuh berbagai sektor ekonomi nasional.
Langkah transformasi ini mencakup pembentukan badan kepengurusan baru yang berfokus pada infrastruktur digital, penyiaran digital, teknologi finansial, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Sarwoto menyebutkan, bahwa perubahan mendasar pada lanskap komunikasi memicu penguatan peran Mastel sebagai wadah aspirasi pelaku industri.
Perubahan paradigma dari komunikasi antarpribadi (person-to-person) menjadi ekosistem digital serba luas mendorong Mastel untuk menyelaraskan struktur kepengurusan dengan tren teknologi terkini.
Langkah ini diambil untuk memastikan regulasi yang diterbitkan pemerintah mampu mengakomodasi kebutuhan nyata para pemangku kepentingan.
“Fungsi utama Mastel adalah menampung masukan dari industri dan menyampaikannya kembali kepada pemegang kebijakan dan regulator,” ujar Sarwoto, dalam Bincang Eksekutif di Jakata, (27/08/26).
Sarwoto menyyebutkan bahwa pelacakan terhadap berbagai tantangan industri terus dilakukan secara intensif di berbagai sektor.
Mulai dari operator telekomunikasi, penyedia menara pemancar, penyelenggara jaringan satelit, jaringan serat optik, hingga asosiasi industri seperti APJATEL dan APJII.
Dalam struktur kepengurusan yang disesuaikan, Mastel telah membentuk unit khusus seperti Dewan Pimpinan Harian yang membidangi Digital Broadcasting (DG Broadcast) guna mengawal peralihan media penyiaran dan media cetak ke platform digital.
Selain itu, badan khusus di bidang financial technology (fintech), infrastruktur digital, serta pemrosesan data tingkat tinggi seperti Big Data, Internet of Things (IoT), dan artificial intelligence (AI) turut dibentuk untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Selain mengawal aspek regulasi dan dinamika industri, Mastel terlibat secara langsung dalam program pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) digital di Indonesia,”ungkap Sarwoto.
Program ini mencakup peningkatan keterampilan (upskilling) serta sertifikasi kompetensi bagi talenta digital nasional agar mampu bersaing di tengah perubahan lanskap teknologi.
Upaya sertifikasi dan pelatihan ini dirancang untuk menutup celah kebutuhan tenaga ahli berstandar industri.
Guna menyelaraskan langkah dengan kebijakan pemerintah, Mastel merujuk pada kerangka kerja ekosistem digital berbasis piramida lima tingkatan yang disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Kerangka kerja ini menempatkan infrastruktur digital dasar sebagai fondasi utama, yang kemudian disusul oleh lapisan platform, solusi aplikasi, hingga integrasi pemanfaatan di tingkat pengguna akhir.
Pendekatan bertingkat ini mempermudah pelaku industri dan regulator dalam mengidentifikasi hambatan teknis maupun operasional di setiap lapisan ekosistem.
Baca Juga:MASTEL Ajak OTT Berkontribusi Bangun Infrastruktur Digital Nasional
Kerjasama antara asosiasi, pelaku usaha, dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses infrastruktur digital serta menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.


