Selular.iD – Perusahaan penyedia teknologi Asia Tenggara Totm Technologies Limited mengumumkan kemitraan strategis dengan Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) di Jakarta pada 14 Agustus 2026.
Kolaborasi lintas batas ini bertujuan mempercepat adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang aman, teknologi tahan kuantum (quantum-safe technology), serta infrastruktur identitas digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Chan Wei, Group Chief Executive Officer sekaligus Executive Director TOTM Technologies, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah krusial untuk membangun ekonomi digital kawasan yang saling terhubung dan tepercaya.
“Kolaborasi lintas batas negara menjadi kunci utama dalam merespons pertumbuhan cepat ekonomi digital di negara-negara anggota ASEAN yang membutuhkan penguatan sistem keamanan digital,”ungkap Chan Wei.
Hammam Riza, Chairman KORIKA, menjelaskan bahwa kemitraan ini mendukung pilar keamanan AI serta program “Korika Impact” yang menjadi mandat organisasi.
Korika, yang berdiri di bawah naungan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA), mengintegrasikan peran pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan komunitas untuk mendorong inovasi teknologi tanpa mengabaikan aspek integritas data.
Fokus Utama Kemitraan Strategis Tomt dan Korika
Kerja sama antara penyedia solusi biometrik asal Singapura dan platform inovasi AI nasional Indonesia ini mencakup tiga bidang utama.
Fokus ini dirancang untuk menutup celah antara laju pesat pertumbuhan ekonomi digital dan kesiapan infrastruktur keamanan siber di tingkat regional.
Bidang pertama berfokus pada pengembangan dan tata kelola AI secara bertanggung jawab, aman, dan inklusif.
Kedua pihak menyelaraskan prinsip tata kelola AI agar sejalan dengan regulasi nasional serta standar teknis yang berlaku di pasar regional.
Bidang kedua mencakup perancangan infrastruktur sistem rantai blok (blockchain) berbasis identitas digital yang dilengkapi ketahanan terhadap ancaman komputasi kuantum (quantum-secure).
“Langkah antisipatif ini disiapkan untuk menghadapi potensi risiko peretasan tingkat tinggi pada sistem enkripsi konvensional di masa depan,”ungkap Chan Wei.
Mendorong Interoperabilitas Perdagangan Digital Lintas Batas
Pada bidang ketiga, Tomt Technologies dan Korika memfokuskan pengembangan pada pertukaran data serta kredensial digital secara nirkabel dan mudah terintegrasi (interoperable).
Mekanisme ini ditujukan untuk mempermudah transaksi perdagangan digital antarnegara di kawasan ASEAN dalam kerangka teknis yang sah secara hukum.
Hammam Riza menambahkan bahwa dimensi lintas batas dalam kerja sama ini memberikan dukungan langsung terhadap tujuan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Penguatan identitas digital nasional yang dapat terverifikasi antarnegara diharapkan mampu memperluas jangkauan jaringan trust infrastructure nasional ke pasar regional.
Bagi Tomt Technologies, kolaborasi di Indonesia ini memperkuat rekam jejak ekspansi bisnis mereka di Asia Tenggara.
Sebelumnya, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Singapura (SGX: 42F) tersebut telah menjalin kemitraan serupa dengan Pila Group di Vietnam guna memperkuat infrastruktur kepercayaan digital lintas batas.
Penguatan jaringan infrastruktur digital antara Indonesia dan ekosistem ASEAN ini menjadi fondasi penting bagi kepastian transaksi elektronik.
Pelaku industri dan pengguna layanan digital berpotensi mendapatkan perlindungan identitas yang lebih ketat seiring tingginya volume pertukaran data di kawasan.



