Selular.ID -

Qualcomm Siapkan Dukungan DirectX 12 pada Chipset Snapdragon Kelas Atas

BACA JUGA

Selular.ID – Qualcomm dikabarkan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menghadirkan dukungan resmi Graphic API Microsoft DirectX 12 pada jajaran chipset flagship Snapdragon generasi terbarunya.

Inisiatif teknis ini dirancang untuk mengoptimalkan kinerja emulasi game personal computer (PC) di ekosistem perangkat Android.

Langkah perusahaan manufaktur semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut mengemuka setelah uji coba internal pada perangkat referensi Snapdragon 8 Elite Gen 6 berhasil menjalankan game berarsitektur berat melalui lapisan penerjemah (translation layer) berbasis DirectX 12.

Integrasi DirectX 12 pada GPU Adreno secara bawaan berpotensi memangkas hambatan kompatibilitas yang selama ini membatasi kemampuan eksekusi instruksi grafis tingkat tinggi pada prosesor berbasis ARM.

Selama ini, proses emulasi gim PC pada sistem operasi Android mengandalkan translasi penterjemah aplikasi pihak ketiga yang mengonversi instruksi DirectX ke Vulkan API.

Proses penerjemahan berganda tersebut memicu beban kerja komputasi tambahan (CPU overhead) yang signifikan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Sehingga menurunkan tingkat bingkai per detik (frame rate) serta efisiensi daya pada perangkat genggam.

Dalam pengujian independen yang diunggah oleh kreator konten teknologi di platform YouTube, sistem uji yang ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 mampu mengoperasikan game berkapasitas besar seperti Cyberpunk 2077 dan Black Myth:

Pengujian ini membuktikan bahwa arsitektur komputasi ponsel modern mampu mengeksekusi pipeline pencahayaan kompleks serta rendering grafis tingkat lanjut tanpa ketergantungan pada pemetaan ulang instruksi API yang rumit.

Secara teknis, DirectX 12 memberikan akses langsung ke sumber daya perangkat keras graphics processing unit (GPU) dengan tingkat abstraksi driver yang lebih rendah.

Mekanisme ini memungkinkan pengembang dan sistem emulasi mengelola alokasi memori serta mengeksekusi ribuan command queues secara paralel di setiap core GPU Adreno.

Strategi pengembangan ini menunjukkan pergeseran fokus Qualcomm dalam memperluas cakupan kapabilitas arsitektur komputasi Snapdragon dari sekadar pemrosesan seluler ke ranah cross-platform gaming.

Langkah ini sejajar dengan perluasan penggunaan arsitektur Oryon dan Adreno pada perangkat komputasi Windows on Snapdragon (WoS) yang menuntut standar kinerja grafis setara laptop konvensional.

Kendati demikian, distribusi pembaharuan driver grafis berbasis DirectX 12 untuk perangkat komersial diperkirakan akan sangat bergantung pada rilis firmware dan dukungan pembaruan dari masing-masing produsen ponsel pintar (OEM).

Keputusan vendor dalam mengintegrasikan driver tingkat rendah ini akan menentukan ketersediaan fitur emulasi langsung bagi pengguna akhir pada masa mendatang.

Baca Juga:Qualcomm Tanam Teknologi Agentic AI Ke Seluruh Lini Chipset Snapdragon

Integrasi API grafis tingkat lanjut pada tingkat hardware ini diproyeksikan akan mengubah landscape industri mobile gaming, menciptakan jembatan antara ekosistem game konsol/PC dan perangkat portabel tanpa perlu merombak basis kode utama aplikasi.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU