Insta360 Ungkap Luna Dikembangkan Lima Tahun Demi Saingi DJI

BACA JUGA

Selular.id – Insta360 mengungkap bahwa kamera gimbal terbarunya, Luna dan Luna Ultra, bukanlah produk yang dikembangkan dalam waktu singkat. Pendiri Insta360, Liu Jingkang atau JK Liu, mengatakan perusahaan telah mengerjakan proyek tersebut selama sekitar lima tahun sebelum akhirnya resmi diluncurkan untuk menantang dominasi DJI di segmen kamera gimbal ringkas.

Dalam wawancara dengan media Jepang DC.Watch yang dikutip PetaPixel, Liu menjelaskan pengembangan Luna dimulai sekitar 2020. Saat itu, timnya bereksperimen dengan konsep kamera modular yang terinspirasi dari seri Insta360 One R dan hanya memiliki satu lensa. Tujuannya adalah memperluas lini produk perusahaan, yang selama ini identik dengan kamera 360 derajat.

Proyek tersebut diawali dengan investasi sekitar 30 juta yuan atau sekitar US$4,4 juta. Namun seiring berjalannya waktu, biaya pengembangan terus meningkat karena Insta360 harus menciptakan kategori produk baru sekaligus bersaing langsung dengan DJI yang telah lama memimpin pasar melalui seri Osmo Pocket.

Menurut Liu, desain modular awal akhirnya dibatalkan karena menghadapi berbagai kendala teknis, terutama terkait manajemen panas dan kompleksitas perangkat. Insta360 kemudian mengubah arah pengembangan hingga lahirlah desain Luna yang saat ini dipasarkan.

Meski perangkat sebenarnya bisa diluncurkan enam bulan lebih awal, Liu memilih menunda peluncuran agar Luna memiliki layar sentuh yang dapat dilepas. Ia menilai fitur tersebut mampu memberikan pengalaman penggunaan yang lebih fleksibel dibandingkan kamera gimbal konvensional.

Layar yang dapat dilepas itu berfungsi sebagai monitor sekaligus pengendali kamera dari jarak jauh. Pengguna dapat mengatur komposisi gambar saat merekam vlog atau mengambil gambar dari sudut yang sulit tanpa harus menghubungkan kamera ke smartphone terlebih dahulu.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan tersebut ternyata tidak sepenuhnya disetujui oleh seluruh tim internal. Fitur layar yang dapat dilepas membuat biaya produksi meningkat sekaligus memperpanjang waktu pengembangan. Meski demikian, Liu yakin langkah tersebut menjadi pembeda utama Luna dibandingkan produk pesaing.

Luna Ultra juga menjadi produk terbaru hasil kolaborasi Insta360 dengan Leica. Kemitraan kedua perusahaan telah berlangsung selama enam tahun dan diperpanjang pada 2025. Untuk Luna Ultra, Leica tidak hanya menyumbangkan profil warna khasnya, tetapi juga ikut merancang lensa yang digunakan pada kamera tersebut.

Varian Luna Ultra dibekali dua kamera, masing-masing menggunakan lensa Leica ekuivalen 20 mm dan 60 mm. Keduanya mengusung nama Summicron, salah satu lini lensa ikonik Leica, serta menawarkan profil warna Leica dan dukungan perekaman Log untuk kebutuhan produksi video profesional.

Liu menjelaskan bahwa timnya sengaja memilih bukaan lensa f/1.8, bukan f/2 seperti yang identik dengan Summicron. Menurutnya, keputusan tersebut diambil bersama Leica demi menghasilkan kualitas gambar, karakter bokeh, dan reproduksi warna yang lebih baik dalam bodi kamera yang sangat ringkas.

Kehadiran Luna dan Luna Ultra mempertegas persaingan Insta360 dengan DJI di pasar kamera gimbal portabel. Bahkan, kedua perusahaan kini juga terlibat sengketa paten terkait desain dan teknologi produk masing-masing. Insta360 menegaskan Luna merupakan hasil riset independen yang telah dimulai sejak 2020, jauh sebelum produk tersebut diperkenalkan ke publik.

Dengan proses pengembangan yang memakan waktu sekitar lima tahun, Insta360 berharap Luna mampu menawarkan alternatif baru bagi kreator konten yang menginginkan kamera gimbal berukuran ringkas, namun tetap mengutamakan kualitas gambar dan fleksibilitas penggunaan.

Baca juga: Digencet DJI dan Insta360 Nasib GoPro Semakin Merana

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU