Selular.ID -

Saingi Galaxy Z Fold, Motorola Razr Fold Makin Agresif Bidik Pasar Smartphone Lipat

BACA JUGA

Selular.ID – Motorola mulai mencuri perhatian di pasar smartphone lipat premium setelah kehadiran Motorola Razr Fold mendapat respons positif dari sejumlah pengulas teknologi global.

Perangkat foldable pertama Motorola dengan desain book-style itu disebut menjadi salah satu pesaing serius bagi Samsung Galaxy Z Fold dan Google Pixel Fold berkat kombinasi desain tipis, baterai besar, kamera flagship, serta dukungan multitasking berbasis Android 16.

Laporan yang dipublikasikan pada Mei 2026 menyebut Motorola Razr Fold menawarkan sejumlah peningkatan signifikan dibanding lini foldable Motorola sebelumnya.

Smartphone ini hadir dengan layar lipat internal 8,1 inci dan layar eksternal 6,6 inci menggunakan panel AMOLED ber-refresh rate tinggi.

Motorola juga membekali perangkat tersebut dengan chipset Snapdragon 8 Gen 5, RAM 16GB, dan penyimpanan internal 512GB untuk mendukung performa kelas flagship.

Motorola Razr Fold menjadi langkah baru perusahaan setelah selama beberapa tahun terakhir lebih fokus pada smartphone lipat model clamshell melalui seri Razr.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Dengan masuk ke kategori book-style foldable, Motorola kini langsung bersaing dengan Samsung, Honor, Oppo, hingga Google yang lebih dulu bermain di segmen tersebut.

Salah satu sorotan utama pada Razr Fold adalah kapasitas baterai 6.000mAh berbasis teknologi silikon-karbon.

Teknologi ini memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional, sehingga perangkat tetap dapat mempertahankan desain tipis meski membawa kapasitas daya besar.

Android Central menyebut daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini dibanding beberapa foldable premium lain di pasar.

Motorola juga menghadirkan dukungan pengisian cepat 80W wired charging dan 50W wireless charging.

Pendekatan tersebut memperlihatkan tren baru di industri smartphone foldable yang mulai mengedepankan kombinasi desain tipis dengan efisiensi daya tinggi.

Di sektor kamera, Razr Fold membawa tiga sensor utama 50MP dengan dukungan sensor Sony Lytia serta teknologi validasi warna Pantone.

Sistem kamera tersebut mencakup lensa utama, ultrawide, dan telephoto dengan kemampuan zoom optik hingga 3x.

Bahkan menyebut kualitas kamera Razr Fold menjadi salah satu kejutan terbesar dari Motorola pada 2026 karena mampu bersaing dengan perangkat foldable premium lain yang selama ini mendominasi pasar.

Selain perangkat keras, Motorola memperkuat pengalaman software melalui antarmuka Hello UX berbasis Android 16.

Sistem ini membawa sejumlah fitur multitasking yang dirancang khusus untuk perangkat layar lipat, termasuk split-screen adaptif, desktop mode, hingga laptop mode ketika perangkat dihubungkan dengan layar eksternal atau smart glasses.

Android Central juga menyoroti integrasi Smart Connect yang memungkinkan Razr Fold bekerja layaknya desktop portable saat digunakan bersama perangkat XR glasses seperti Viture Beast atau Xreal.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna menjalankan mode produktivitas, video call, hingga gaming melalui tampilan virtual berukuran besar.

Motorola turut menghadirkan aksesori Moto Pen Ultra yang mendukung sensitivitas tekanan dan fitur AI seperti Sketch to Image.

Stylus ini menjadi bagian dari strategi Motorola memperluas fungsi Razr Fold sebagai perangkat produktivitas dan kreativitas, tidak hanya sekadar smartphone premium.

Meski mendapat banyak respons positif, sejumlah pengulas juga menyoroti beberapa tantangan yang masih dihadapi Motorola.

Harga Razr Fold yang mencapai US$1.899 dinilai cukup tinggi untuk brand yang selama ini identik dengan perangkat kelas menengah.

Selain itu, ekosistem aksesori dan optimalisasi software masih dianggap belum sekuat Samsung Galaxy Z Fold.

Di komunitas pengguna Android, diskusi mengenai Razr Fold juga cukup aktif. Beberapa pengguna Reddit memuji kualitas layar, desain hinge, dan minimnya lipatan pada layar utama.

Namun sebagian pengguna masih mempertanyakan konsistensi update software Motorola berdasarkan pengalaman perangkat sebelumnya.

Motorola sendiri menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga tujuh tahun untuk Razr Fold.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kepercayaan konsumen premium sekaligus mengejar standar dukungan software yang selama ini dipimpin Samsung dan Google.

Pasar smartphone lipat global saat ini terus berkembang seiring meningkatnya adopsi perangkat foldable premium di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat, China, dan Eropa.

Baca Juga:Motorola Razr Foldable Disebut Akan Dukung Stylus Pen

Kehadiran Motorola Razr Fold memperlihatkan persaingan di segmen tersebut semakin terbuka, terutama ketika vendor mulai menghadirkan diferensiasi melalui desain, baterai, kamera, hingga integrasi AI dan produktivitas mobile.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU