Kamis, 18 Juli 2024
Selular.ID -

Proyeksi Suku Bunga Perbankan di Indonesia Bulan Juni 2024

BACA JUGA

Selular.ID – Pada bulan Juni 2024, proyeksi suku bunga perbankan di Indonesia mengalami beberapa perubahan yang relevan dengan kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global. Berikut adalah poin-poin utama terkait proyeksi suku bunga:

Baca juga: Cadangan Devisa RI Merosot, Bos BI: Nggak Usah Insecure

1. Keputusan Bank Indonesia (BI-Rate):

– Pada 23-24 April 2024, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%. Keputusan ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya risiko global dan memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025.

– Suku bunga lainnya juga mengalami penyesuaian: suku bunga Deposit Facility naik menjadi 5,50%, dan suku bunga Lending Facility naik menjadi 7,00%.

2. Kebijakan Makroprudensial dan Sistem Pembayaran:

– Kebijakan makroprudensial tetap longgar untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

– Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

3. Strategi Operasi Moneter:

– Bank Indonesia memperkuat strategi operasi moneter yang pro-market untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter.

– Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui intervensi di pasar valas pada transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

– Transaksi term-repo SBN dan swap valas diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan.

4. Kebijakan Makroprudensial Longgar:

– Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) diperkuat untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan melalui perluasan cakupan sektor prioritas, seperti sektor penunjang hilirisasi, konstruksi, real estate produktif, ekonomi kreatif, otomotif, perdagangan, Listrik-Gas-Air Bersih (LGA), dan jasa sosial.

– Rasio Countercyclical Capital Buffer (CCyB) tetap 0%, dan rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) berada pada kisaran 84-94%.

5. Proyeksi Jangka Menengah dan Panjang:

– Ekonom memproyeksikan suku bunga BI akan turun ke 4,5% mulai Kuartal II/2024 dan berada di 2,5% dalam jangka menengah dan panjang.

Dengan kebijakan yang pro-stability dan langkah-langkah pre-emptive, Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Semua langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan risiko global yang terus berubah.

Baca juga: Hadapi Persaingan Perbankan Syariah Indonesia Harus Mengikuti Inovasi Digital

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU