Sabtu, 20 Juli 2024
Selular.ID -

Luhut Sebut Ada Starlink Tak Perlu BTS Lagi, Kominfo Khawatir Jika Curah Hujan Tinggi

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID –  Ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan Base Transceiver Station (BTS) tak perlu lagi, bagaimana jika curah hujan di Indonesia tinggi?

Sebelumnya Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia tidak butuh lagi BTS lantaran sudah ada Starlink.

Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria (Wamenkominfo), Nezar Patria kemudian menjelaskan BTS saat ini masih perlu untuk menggelar layanan jaringan telekomunikasi di beberapa tempat di Indonesia.

Namun, dia mengaku seiring berjalannya waktu akan ada teknologi baru yang masuk.

“BTS salah satu jaringan telko sekarang ini masih dipakai di beberapa tempat, tetapi teknologi kan terus berubah ya,” kata Nezar, Jumat (7/6/2024).

TONTON JUGA:

Disrupsi teknologi baru, menurutnya, akan mengubah lanskap sebagian bahkan seluruh industri.

Namun, dia mengingatkan sekarang masih dalam proses untuk menuju ke arah sana.

Baca juga: Komisaris Telkom Anggap Starlink Bukan Saingan Tetapi Mitra

Merujuk pada pernyataan Luhut, dia mengatakan kemungkinan merujuk pada konsep teknologi baru dapat menggantikan yang lama.

“Mungkin Pak Luhut [berbicara] dari perspektif teknologi. Kalau ada teknologi lama digantikan dengan teknologi baru, tetapi kita lihat sesuai prosesnya,” jelasnya.

Baca juga: Ancaman Kebangkrutan Massal, Dua Asosiasi Bersuara Keras Terhadap Izin Retail Starlink

Curah Hujan Tinggi

Hal senada juga Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika (PDSI) Kementerian Kominfo Irawati Tjipto Priyanti ungkapkan terkait keperluan BTS 4G.

Dia mengatakan keberadaan menara BTS 4G masih tetap perlu untuk memperluas jangkauan layanan data ke masyarakat hingga pelosok.

Hal itu dia kemukakan menanggapi hadirnya layanan internet berbasis satelit Starlink milik Elon Musk di Indonesia.

“Bukan tidak penting lagi, saya kira menara BTS masih tetap dibutuhkan seperti misalnya saat curah hujan tinggi bisa jadi sinyalnya (internet satelit) turn down,” kata Irawati.

Dia menilai menara BTS 4G masih dapat menjangkau layer di daerah yang masih memungkinkan.

Irawati berpendapat nternet satelit berfungsi melengkapi titik-titik daerah bisa dikatakan blind spot atau sinyal lemah.

“Kelebihannya internet satelit itu kan begitu, sebagai complimentary lah mereka saling mengisi,” ucapnya.

PDSI sejauh ini juga didukung oleh jaringan intern BTS 4G dalam penyelenggaraan event internasional seperti KTT G20 2022, KTT AIS Forum 2023, dan terakhir 10th World Water Forum 2024.

Dia menyampaikan tidak ada kendala jaringan internet pada tiga event skala dunia itu meski hanya mengandalkan tower BTS.

Namun Irawati belum mengetahui apakah event besar selanjutnya di Indonesia akan menggunakan satelit internet berkecepatan di atas 50 megabit per detik (Mbps).

“Saya masih belum tahu kalau itu (pakai Starlink),” tukasnya.

Luhut Sebut BTS Tak Perlu

Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan menara Base Transceiver Station (BTS) kini sudah tidak diperlukan lagi.

Kehadiran menara BTS tidak perlu lagi, menurut Luhut karena sudah ada layanan internet satelit milik Elon Musk yakni Starlink.

Baca juga: Starlink Hadir di Indonesia, ATSI: Harus Ada Kesetaraan Aturan

Dia mengatakan Starlink membuat masyarakat bisa memperoleh akses layanan internet, pendidikan, hingga kesehatan yang lebih baik.

Hal tersebut yang menurut Luhut membuat menara Base Transceiver Station (BTS) tidak diperlukan lagi.

“Nggak perlu ada BTS-BTSan orang udah ada Starlink,” kata Luhut dalam talkshow di Menara Global, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).

Baca juga: Terungkap Nama Bos Starlink Indonesia, Dari Komisaris Hingga Direktur

Luhut kemudian menjelaskan bahwa ada berbagai keunggulan yang dihadirkan Starlink di Indonesia.

Mulai dari biaya telekomunikasi yang rendah, pembukaan akses masyarakat pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), sampai layanan kesehatan.

Dalam aspek kesehatan, masyarakat 3T bahkan disebutnya bisa dapat melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang berpengalaman di Jakarta.

“Di daerah terkecil bisa dapat advice dari dokter yang berpengalaman di Jakarta. Sampai pada titik nanti operasi juga dari jarak jauh bisa,” katanya.

Di sisi lain, Luhut mengatakan bahwa pemerintah pada dasarnya memberi ruang bagi perusahaan telekomunikasi global, nasional, bahkan perusahaan telekomunikasi milik negara untuk berkompetisi.

Sebab lewat kompetisi, perusahaan akan saling meningkatkan kapasitas untuk menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat.

Baca juga: Dampak Direct-to-Call Kepada Konsumen, Layanan Starlink yang Bisa Habisi Semuanya

“Sebenarnya kita mau berikan kesempatan yang sama ke semua orang, saya kira akan memberikan juga servis bagus kepada masyarakat banyak, yang paling untung siapa? Masyarakat, kan?” kata Luhut.

“Kalau kau nggak bisa berkompetisi ya salahmu. Tugas pemerintah memberikan services yang sebaik-baiknya kepada masyarakat,” tandasnya.

SIMAK JUGA:

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU