Sabtu, 20 Juli 2024
Selular.ID -

Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil

BACA JUGA

Selular.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwasanya ditengah ketidapastian global, sektor jasa keuangan nasional tetap stabil. Di mana hal tersebut didukung oleh tingkat pemodalan yang sangat kuat serta likuiditas yang memadai.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DKOJK), Mahendra Siregar.

Baca juga: Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Stabil Ditengah Dinamika Geopolitik

Dirinya menjelaskan bahwa meskipun ketegangan geopolitik serta potensi perang dagang yang semakin meluas sektor keuangan nasional tetap stabil.

“Sektor jasa keuangan terjaga stabil yang didukung oleh tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai di tengah ketidakpastian global akibat masih tingginya tensi geopolitik, potensi meluasnya perang dagang serta kinerja perekonomian global yang masih di bawah ekspektasi,” kata Mahendra dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK Bulan Mei 2024 di Jakarta, Senin.

Di perekonomian domestik, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2024 lebih tinggi dari ekspektasi pasar, yang didorong oleh pengeluaran pemerintah dan Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sejalan dengan periode pemilihan umum (pemilu), kebijakan kenaikan gaji dan pembayaran tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) atau pensiunan serta periode Ramadhan dan Lebaran.

Mahendra mengatakan tensi perang dagang kembali meningkat akibat kenaikan tarif Amerika Serikat dan beberapa negara Amerika Latin terhadap produk-produk dari Tiongkok baik produk green technology maupun besi baja.

Di Amerika Serikat, tekanan inflasi kembali mereda di tengah moderasi pasar tenaga kerja dan kinerja sektor riil sehingga mendorong redanya tekanan di pasar keuangan global.

Sementara otoritas moneter di Eropa diperkirakan akan lebih akomodatif untuk mendorong perekonomian yang lemah di tengah tingkat inflasi yang terus mereda.

Di Tiongkok, dalam menyikapi indikasi masih melemahnya kinerja perekonomian, bank sentral mengambil langkah akomodatif sejalan dengan pemerintahnya yang menerbitkan insentif fiskal yang agresif yang dibiayai oleh penerbitan special long term bond atau obligasi pemerintah khusus jangka panjang sebesar 1 triliun yuan Tiongkok atau sekitar 138 miliar dolar AS.

Baca juga: Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Kokoh Hadapi Perlambatan Ekonomi Global

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU