Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Perbedaan Antara Ransomware dan Malware: Mengenal Ancaman Tersembunyi di Dunia Digital

BACA JUGA

Selular.ID – Dalam era digital yang semakin maju, ancaman keamanan seperti ransomware dan malware menjadi perhatian utama bagi pengguna perangkat pintar.

Kedua jenis program jahat ini sering digunakan oleh penjahat cyber untuk merusak atau mencuri data, namun mereka memiliki perbedaan mendasar dalam cara kerja dan dampak yang ditimbulkannya.

Apa itu Ransomware?

Ransomware adalah jenis malware yang dirancang untuk mengenkripsi data atau memblokir akses ke sistem komputer atau perangkat pintar tertentu, kemudian meminta tebusan (ransom) kepada korban agar bisa mendapatkan kembali akses atau data yang terenkripsi.

Ransomware sering kali disebarkan melalui email phishing, situs web berbahaya, atau eksploitasi celah keamanan dalam perangkat lunak.

Ketika sistem terinfeksi ransomware, pengguna akan melihat pesan tebusan yang meminta pembayaran dalam bentuk mata uang kripto seperti Bitcoin sebagai syarat untuk mendapatkan kunci dekripsi.

Tidak ada jaminan bahwa korban akan benar-benar mendapatkan kunci dekripsi setelah membayar tebusan, dan dalam banyak kasus, data korban tetap terenkripsi atau perangkat pintar tetap terkunci bahkan setelah pembayaran.

Apa itu Malware?

Malware adalah istilah umum yang digunakan untuk merujuk kepada segala jenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak, mengganggu, atau mencuri informasi dari perangkat komputer atau perangkat pintar.

Malware dapat bervariasi dalam bentuk dan tujuannya, termasuk virus, worm, trojan, spyware, dan banyak lagi.

Malware dapat disebarkan melalui berbagai cara, termasuk unduhan perangkat lunak yang tidak aman, email spam, situs web berbahaya, atau eksploitasi celah keamanan dalam sistem operasi atau perangkat lunak tertentu.

Setelah menginfeksi perangkat, malware dapat melakukan berbagai tindakan berbahaya, termasuk mencuri informasi pribadi, merusak file atau sistem, atau mengambil kendali penuh atas perangkat.

Perbedaan Utama

Perbedaan utama antara ransomware dan malware adalah tujuan utama dari serangan tersebut.

Ransomware bertujuan untuk mengunci atau mengenkripsi data, kemudian meminta tebusan kepada korban, sementara malware dapat memiliki berbagai tujuan, termasuk merusak, mencuri, atau mengendalikan perangkat.

Selain itu, ransomware sering kali lebih terlihat dan langsung dalam dampaknya karena korban akan segera menyadari bahwa data mereka terenkripsi dan mereka diminta untuk membayar tebusan.

Di sisi lain, malware dapat beroperasi secara diam-diam tanpa diketahui oleh korban, mencuri informasi atau merusak sistem tanpa menunjukkan gejala yang jelas.

Bahaya Mana yang Lebih Besar untuk Perangkat Pintar?

Ketika membahas bahaya ransomware dan malware untuk perangkat pintar, kedua ancaman ini memiliki potensi yang sama-sama berbahaya.

Namun, dalam beberapa situasi, ransomware mungkin dianggap lebih berbahaya karena kemampuannya untuk secara langsung mengunci atau mengenkripsi data, mengganggu operasi perangkat, dan meminta tebusan yang sering kali sangat tinggi.

Ransomware juga memiliki potensi untuk menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi korban, terutama jika data yang terenkripsi tidak dapat dipulihkan tanpa membayar tebusan atau jika perangkat pintar terkunci secara permanen.

Selain itu, ransomware juga dapat menyebabkan gangguan operasional yang serius bagi organisasi atau perusahaan jika perangkat yang terinfeksi digunakan untuk kegiatan bisnis atau operasi penting.

Meskipun demikian, baik ransomware maupun malware memiliki potensi yang serius untuk merugikan pengguna perangkat pintar.

Malware dapat mencuri informasi sensitif, merusak sistem, atau bahkan mengambil kendali penuh atas perangkat, menyebabkan kerugian keuangan, kerugian reputasi, atau kerugian data yang signifikan.

Dalam upaya melindungi perangkat pintar dari ancaman ransomware dan malware, penting untuk mengambil langkah-langkah keamanan yang tepat, termasuk memperbarui perangkat lunak secara teratur, menggunakan perangkat lunak keamanan yang andal, menghindari mengklik tautan atau lampiran yang mencurigakan, dan melakukan backup data secara teratur.

Dengan tindakan pencegahan yang tepat, pengguna dapat mengurangi risiko terhadap kedua jenis ancaman ini dan menjaga perangkat pintar mereka tetap aman dan terlindungi.

Baca juga : Waspada Tiga Malware yang Jadi Pinjol Palsu Masuk Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU