Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

Tidak Sejalan Dengan Pasar Eropa, Penjualan Samsung Galaxy S24 Series di China Terpuruk

BACA JUGA

Selular.ID – Penjualan Samsung Galaxy S24 series di China dikabarkan **mencapai level terendah sepanjang sejarah, menurut bocoran dari Ice Universe di akun Twitternya.

Hal ini tentu menjadi kabar yang mengejutkan bagi Samsung, mengingat China merupakan pasar smartphone terbesar di dunia.

Ini tidak sejalan dengan pasar Eropa yang menyebutkan Galaxy S24 mendominasi pasar eropa dengan pertumbuhan penjualan 28% berkat tingginya permintaan AI.

Bagi Ice Universe menyebutkan beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab merosotnya penjualan S24 series, antara lain:

1. Harga yang Mahal:

Harga S24 series di China dibanderol lebih mahal dibandingkan dengan pendahulunya, S23 series. Hal ini membuat banyak calon pembeli ragu untuk beralih ke model terbaru.

2. Kurangnya Peningkatan Dibandingkan dengan S23 Ultra:

Banyak konsumen yang beranggapan bahwa S24 series tidak menawarkan banyak peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan S23 Ultra. Hal ini membuat mereka merasa tidak perlu mengeluarkan uang ekstra untuk upgrade.

3. Layar yang Kotor:

Beberapa pengguna S24 series melaporkan bahwa layarnya mudah kotor dan meninggalkan bekas sidik jari. Hal ini tentu menjadi nilai minus bagi sebuah smartphone kelas atas.

Atau masalah layar garis hijau di smartphone Samsung kini masih ditemukan beberapa.

4. Kamera yang Tertinggal Dibandingkan dengan S23 Ultra:

Meskipun S24 series dibekali dengan kamera yang canggih, beberapa pengguna merasa bahwa kameranya masih kalah baik dibandingkan dengan kamera S23 Ultra.

Hal ini bisa membuat Samsung kesulitan untuk mencapai target penjualannya di pasar smartphone terbesar di dunia.

Penjualan Samsung Galaxy S24 series di China yang merosot menunjukkan bahwa Samsung perlu mempertimbangkan kembali strategi penjualannya di pasar smartphone terbesar di dunia.

Apalagi ditambah, Samsung Galaxy S24 dengan mengutamakan AI nya, di pasar China memang tidak menggunakan AI dari google, melainkan karena layanan Google tidak berfungsi di Tiongkok, Samsung menggunakan Ernie AI dari Baidu.

Meskipun pangsa pasarnya sangat rendah di Tiongkok, Samsung terus meluncurkan produk barunya di negara tersebut, dengan harapan dapat memperoleh kembali sebagian dari pangsa pasar yang hilang tersebut.

Baca juga : Jawara Ponsel Lipat Q1-2024 Diprediksi Bukan Samsung

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU