Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Lagi-lagi, 50 Juta Ancaman Lokal Mengincar Indonesia

BACA JUGA

Selular.ID – Lebih dari 50 Juta Infeksi Lokal dari Drive yang dapat Dilepas Menargetkan Pengguna Di Indonesia Tahun 2023

Tren keamanan siber secara umum mendorong organisasi untuk mengambil posisi proaktif karena mereka kini harus melindungi diri dalam kondisi digitalisasi yang pesat, kebutuhan tinggi akan keterampilan dan sumber daya di tengah ketidakpastian geopolitik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri, misalnya, beberapa insiden siber yang menonjol tercatat tahun lalu yang menyasar organisasi-organisasi mulai dari perbankan, asuransi, hingga pemerintah.

Penelitian Kaspersky terbaru juga menemukan bahwa lebih dari tiga perempat (77%) perusahaan mengalami setidaknya satu insiden siber dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, era BYOD yang populer dalam beberapa tahun terakhir mulai diminati di negara ini telah menciptakan garis kabur antara pekerjaan dan kehidupan pribadi banyak karyawan di perusahaan.

Adanya kebijakan ini membuat karyawan seringkali menggunakan perangkat pribadi untuk terhubung ke jaringan perusahaan, yang dapat menimbulkan ancaman keamanan yang serius jika perangkat tersebut tidak memiliki perlindungan yang memadai terhadap serangan siber.

Telemetri terbaru Kaspersky pada tahun 2023 di Indonesia mendeteksi lebih dari 50 juta upaya ancaman lokal.

Data ini diperoleh dari ikhtisar ancaman triwulanan yang didasarkan pada pemrosesan dan pengumpulan data dari pengguna sukarela yang menggunakan Kaspersky Security Network (KSN).

Foto

Secara umum, 41,1% pengguna diserang oleh ancaman lokal sepanjang tahun 2023. Dalam tahun ini, produk Kaspersky mendeteksi sebanyak 51.261.542 insiden lokal pada komputer partisipan KSN di Indonesia.

Angka tersebut turun 9,21% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebanyak 56.463.262 deteksi. Data tersebut juga menempatkan Indonesia pada posisi ke-66 secara global.

Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut. Data ini menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode “offline” lainnya.

Baca juga : Dalam 4 Tahun Terakhir, Indonesia Turun Dari Ancaman Online

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU