Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Alibaba Cloud Terseret Kisruh Pemilu Indonesia

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Ketidaksesuaian data antara formulir C1 di banyak TPS dengan hasil yang tertera di laman aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU), membuat sebagian masyarakat menilai pemilu 2024 bermasalah.

Kelemahan pada Sirekap menunjukkan indikasi terdapat kecurangan sistem, kekurangan aplikasi, data yang tidak transparan, hingga kritik kepada KPU.

Keluhan kepada Sirekap tercermin dari percakapan di dunia maya. Menurut analisis media sosial Drone Emprit, aplikasi Sirekap mendapat banyak sentimen negatif dari warganet di X atau Twitter.

Drone Emprit menemukan, selama periode 14-15 Februari 2024 ada sekitar 105 ribu percakapan terkait Sirekap di Twitter, dan 85% di antaranya berkonotasi negatif.

“Percakapan tentang Sirekap mulai naik drastis sekali pada malam hari pasca pencoblosan 14 Februari 2024. Saat data sudah siap untuk di-upload ke KPU menggunakan Sirekap, sentimen negatif langsung tinggi,” tulis pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi di unggahan Twitter pribadinya, Jumat (16/2/2024).

Drone Emprit juga merekam opini negatif terhadap Sirekap yang dilontarkan warga Twitter, seperti adanya indikasi kecurangan sistem, kekurangan aplikasi, data yang tidak transparan, hingga kritik kepada KPU.

“Kelemahan pada Sirekap telah menimbulkan kehebohan dan menurunkan kepercayaan kepada Sirekap atau KPU,” kata Ismail.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, Sirekap KPU bukanlah penentu hasil Pemilu 2024. Ia pun meminta publik untuk tidak terpaku pada hasil yang ditampilkan aplikasi tersebut.

“Penentunya tetap menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu adalah manual rekapitulasi. Jadi bukan Sirekap, ini hanya alat bantu,” kata Bagja

Baca Juga: Laman KPU Rawan Dibobol Saat Penghitungan Suara Pemilu

Di balik polemik terhadap Sirekap, siapa sangka persoalan besar yang menyangkut kepercayaan publik ini, menyeret Alibaba.

Keterlibatan Alibaba Cloud terungkap berdasarkan penelusuran Cyberity, komunitas yang fokus pada isu keamanan siber dan perlindungan data di Indonesia, terhadap situs pemilu2024.kpu.go.id dan sirekap -web.kpu.go.id.

“Sistem pemilu2024.kpu.go.id dan sirekap-web.kpu.go.id menggunakan layanan cloud yang lokasi servernya berada di RRC, Prancis, dan Singapura,” kata Ketua Cyberity, Arif ‘Bangaip’ Kurniawan dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (18/2/2024).

Tak hanya itu, kata Arif, layanan cloud platform Sirekap merupakan milik layanan penyedia internet (ISP) raksasa Alibaba.

“Posisi data dan lalu lintas email pada dua lokasi di atas, berada dan diatur di luar negeri, tepatnya, di RRC,” tuturnya.

Menurut Arif, terdapat celah kerawanan keamanan siber pada aplikasi pemilu2024.kpu.go.id. Hal itu ditandai dengan ketidakstabilan platfirm Sirekap yang terjadi pada masa krusial.

Kejanggalan lain, adalah lokasi server layanan cloud yang berada di luar negeri, Arif merasa hal itu bertentangan dengan aturan yang ada.

Salah satunya, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) dan Undang Undang No 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP).

“Karena menyangkut sektor publik dan dihasilkan oleh APBN, dana publik dan sejenisnya, maka data penting seperti data pemilu mestinya diatur dan berada di Indonesia,” tandas Arif.

Sekedar diketahui, Alibaba Cloud adalah perusahaan komputasi awan, yang masih tergabung dalam Alibaba Group.

Alibaba Cloud menyediakan layanan-layanan komputasi awan untuk bisnis-bisnis daring dan ekosistem perdagangan elektronik.

Alibaba Cloud memiliki 30 data center yang tersebar di seluruh dunia, dengan 89 zona ketersediaan dan lebih dari 3.200 node jaringan pengiriman konten (Content Delivery Network).

Adapun komputasi awan, sebagai salah satu produk Alibaba, menawarkan beberapa keunggulan bagi para kliennya seperti efektivitas biaya, skalabilitas, hingga fleksibilitas.

Di Indonesia, seiring dengan berkembangnya e-commerce, Alibaba terus mengembangkan bisnisnya, termasuk menyediakan layanan cloud.

Sejauh ini Alibaba Cloud telah memiliki tiga data center di Indonesia untuk menyediakan infrastruktur cloud yang diklaim terpercaya, aman dan berkinerja tinggi.

Alibaba cloud meluncurkan data center pertama di Indonesia pada 2018, data center kedua pada Januari 2019 dan data center ketiga pada pada Juni 2021 serta melakukan investasi dengan meluncurkan data scrubbing center pertama pada Maret 2021.

Baca Juga: Waspada File Apk Pemilu, Intai Pengguna Ponsel Bisa Kuras Data dan Uang

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU