Senin, 15 April 2024

Jepang Menjadi Miniatur Kerasnya Persaingan Layanan Telepon Satelit

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Tak dapat dipungkiri, Jepang telah menjadi medan persaingan yang ketat antar penyedia layanan telepon satelit ke mobile/selular.

Teranyar, Rakuten Mobile mengumumkan rencana untuk meluncurkan layanan satelit-ke-seluler di Jepang pada 2026 menggunakan satelit orbit rendah Bumi (LEO) AST SpaceMobile. Kerjasama itu dapat mendorong rencana operator untuk menghadirkan konektivitas seluler di seluruh Jepang.

Mickey Mikitani, Chairman Rakuten Mobile, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk memperluas konektivitas seluler di seluruh Jepang, di mana pulau-pulau terpencil dan daerah pegunungan menghadirkan tantangan yang tak ringan.

Ia mengatakan tantangan seperti ini “membutuhkan solusi inovatif”, dan menambahkan bahwa ancaman bencana alam dan dampak perubahan iklim telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konektivitas seluler dalam kehidupan sehari-hari.

Operator mengatakan waktu sebenarnya dan cakupan peluncuran “tidak pasti dan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk faktor-faktor yang berada di luar kendali Rakuten dan AST SpaceMobile”.

Sebelumnya Rakuten Mobile mendapatkan lisensi stasiun uji eksperimental awal dari otoritas Jepang untuk menguji layanan tersebut dengan AST SpaceMobile pada 2022.

Rakuten menyelesaikan panggilan suara dua arah antara Jepang dan AS menggunakan ponsel pintar standar pada 2023.

Baca Juga: Bersama Roket milik SpaceX, Satelit Merah Putih 2 Telkom Siap Lepas Landas

Rakuten menjadi operator selanjutnya yang memanfaatkan LEO untuk memperluas coverage. Membuat persaingan antar operator selular memanas di Jepang.

Diketahui para pesaing Rakuten telah membuat kesepakatan layanan broadband satelit dengan berbagai penyedia layanan global.

Penguasa pasar, NTT Docomo dan induknya menandatangani kesepakatan dengan Project Kuiper pada 2023 untuk penyediaan layanan broadband.

Sebelumnya, KDDI telah memiliki perjanjian dengan Starlink milik SpaceX. Begitu pun dengan SoftBank Corp mencapai kesepakatan untuk menggunakan satelit LEO Eutelsat OneWeb untuk menyampaikan komunikasi berbasis ruang angkasa.

Dengan kondisi geografis dan ancaman gempa yang selalu mengintai, kehadiran layanan telepon satelit menjadi sousi bagi Jepang.

Tengok saja kiprah Starlink, layanan internet dan komunikasi melalui satelit yang dioperasikan oleh Space X, membuktikan sebagai penyelamat di tengah gempa bumi yang melanda negara di timur Asia itu.

Laporan Kyodo News (19/1/2024), petugas penyelamat dan penduduk di Semenanjung Noto, Jepang tengah yang dilanda bencana, semakin banyak yang beralih ke layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk.

Pasalnya gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang melanda pada hari tahun baru merusak infrastruktur komunikasi dan layanan tetap terganggu.

Operator telekomunikasi Jepang KDDI Corp, yang telah bekerjasama dengan Starlink, menawarkan 550 router Starlink ke tempat penampungan, kantor pemerintah, dan tim bantuan medis bencana yang beroperasi di wilayah tersebut.

Starlink diperkenalkan kali pertama di Jepang pada Desember 2022. Layanan ini menggunakan satelit orbit rendah yang menawarkan internet berkecepatan lebih tinggi dibandingkan layanan satelit yang ada tanpa peralatan berskala besar.

Masuknya Starlink di Jepang terjadi karena teknologi tersebut telah terbukti berhasil di Ukraina yang dilanda perang.

Layanan tersebut digunakan untuk menyediakan teknologi komunikasi di wilayah di mana infrastruktur yang ada hancur karena pertempuran.

Baca Juga: Inilah 6 Perusahaan Teratas di Industri Satelit Orbit Rendah Bumi

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU