Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Jika Starlink Masuk, Operator Seluler Indonesia Bisa Gigit Jari

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Jika satelit internet Starlink masuk ke Indonesia, bisa jadi operator seluler gigit jari.

Hal tersebut diungkapkan Sigit Puspito Wigati Jarot, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Masyarakat Telematika Indonesia atau Mastel.

Sigit mengambil contoh kasus di Slovakia saat satelit internet masuk ke negara tersebut.

Pasalnya kecepatan internet milik satelit Starlink melebihi kecepatan internet 5G di Slovakia.

TONTON JUGA:

Hal tersebut tentu semakin mengkhawatikan bagi operator seluler di Indonesia yang saat ini infrastruktur 5G belum merata dan masih berkutat di 4G.

Baca juga: Kominfo Bantah Beri Karpet Merah Untuk Starlink Masuk ke Indonesia

“Secara kinerja, jika 4G tidak berkualitas maka Starlink sangat mengkhawatirkan bagi operator seluler di Indonesia,” ujar Jarot saat acara Selular Business Forum 2023, beberapa waktu lalu.

“Untuk itu maka kehadiran satelit interner Starlink hanya bisa dilawan dengan 5G,” sambungnya.

Sigit menambahkan supaya operator seluler bisa menandingi kehebatan satelit internet Starlink maka perlu dukungan dari pemerintah.

Dukungan tersebut supaya para operator seluler di Indonesia bisa meratakan infrastruktur jaringan 5G mereka.

Hal ini tidak terlepas dari beban operator seluler yang sangat besar saat ini yang membuat mereka kesulitan untuk meningkatkan infrastrukturnya.

“Untuk itu ada rekomendasinya untuk menghadapi Starlink di masa depan di antaranya inovasi untuk mendorong adopsi teknologi baru,” ujar Sigit.

“Kompetisi untuk jaga level playing field, regulasi untuk kurangi beban regulasi, kedaulatan amanah konstitusi atau beyond business,” imbuhnya.

Kominfo Ingin Ratakan 5G

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yakin jika jaringan 5G telah merata, mampu mendongkrak peringkat internet Indonesia di mata dunia.

Pasalnya, Kominfo menaruh harapan besar dari jaringan 5G agar dapat membawa nama harum Indonesia di peringkat kecepatan internet dunia.

Karenanya, Kominfo mengaku sedang menyiapkan insentif khusus.

Insentif yang tengah disiapkan Kominfo ini untuk penerapan teknologi 5G di Indonesia sebagai langkah strategis agar jaringan 5G dapat dioptimalkan untuk peningkatan kecepatan internet di Indonesia yang lebih baik.

“Jadi negara investasi dulu, tidak usah bayar, sehingga bisa lebih murah operator mau melakukan investasi dalam jumlah yang besar,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dalam pernyataannya, Kamis (28/9/2023).

Baca juga: Bisakah Satgas Percepatan Pembangunan BTS 4G Penuhi Target? Ini Kata Menkominfo

Artinya, Kominfo akan menalangi biaya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) frekuensi 5G dengan harapan penerapan 5G yang lebih ngebut dan kencang.

Budi Arie juga mengaku optimis terhadap kecepatan internet Indonesia yang dapat terus meningkat dan sejalan dengan perkembangan teknologi digital.

Ia ingin kecepatan internet Indonesia dapat menduduki peringkat 10 besar dunia melalui jaringan 5G.

Maka, pemerintah tetap fokus pada penyelenggaraan infrastruktur digital.

“Memang perlu investasi yang besar, dana yang besar, dan perlu komitmen yang besar untuk mewujudkan infrastruktur digital,” kata Budi Arie.

Baca juga: Pinjol Meningkat 71 Persen, Pada Juni 2023, Pinjaman Untuk Pemuda Capai Rp2,3 Juta

Ia melanjutkan, “kalau kecepatan itu relatif, tapi yang pasti adalah ranking di dunia. Kita ukurannya seperti itu, dunia bukan makin lambat menjual internetnya. Kalau kita bilang target kita 100 Mbps tapi ternyata peringkat dunia naik semua, ya tetap saja.”

Selebihnya, pemerintah terus mengkaji dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengeksekusi layanan jaringan 5G tingkat kecepatan internet yang lebih baik.

“Kami akan bersinergi dengan beberapa operator seluler dan ekosistem industri untuk merumuskan langkah-langkah yang paling baik,” jelasnya.

Guna mewujudkan layanan jaringan internet berkualitas, pemerintah mengaku tetap memperhatikan dinamika industri dalam negeri.

“Yang penting industri masih sehat dan berkompetisi secara layak,” tutup Budi Arie.

Seperti diketahui, sejauh ini ada tiga operator besar Indonesia yang sudah mengkomersialisasikan jaringan 5G, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata.

Sejak 5G sudah mulai digelar wilayah Indonesia pada Mei 2021, ada beberapa kota yang sudah diselimuti 5G, di antaranya Jabodetabek, Bandung, Batam, Balikpapan, Makassar, Solo, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Baca juga: Optimis Jadi Pemain Data Center Terbesar di Regional, Telkom Bangun Hyperscale Pakai Energi Terbarukan

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU