Rabu, 19 Juni 2024
Selular.ID -

Kominfo Bantah Beri Karpet Merah Untuk Starlink Masuk ke Indonesia

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membantah memberikan karpet merah kepada layanan satelit internet milik Elon Musk, Starlink untuk masuk ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Direktur SDPPI Kementerian Kominfo, Denny Setiawan saat acara Selular Business Forum (SBF), Senin (13/11/2023).

Kominfo menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada satelit internet Starlink, jika mereka ingin masuk ke pasar ritel Indonesia.

Sebelumnya, Kominfo telah memberikan hak labuh satelit khusus non geostationer (NGSO) Starlink kepada Telkomsat pada pertengahan Juni 2022.

TONTON JUGA:

Hak labuh tersebut berlaku untuk layanan backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tertutup Telkomsat.

Usai menyediakan akses layanan internet untuk segmen business to business (B2B), Starlink tampaknya ingin menyasar lebih luas lagi dengan membidik pasar business to consumer (B2C).

Baca juga: ATSI Sebut Kondisi Operator Seluler Indonesia Serupa Nakes Era Pandemi Covid-19

Direktur SDPPI Kementerian Kominfo, Denny Setiawan, mengungkapkan kehadiran sebuah teknologi ibarat pisau bermata dua, di mana memberikan rasa positif dan negatif.

Denny menyebutkan Starlink yang merupakan berjenis satelit low earth orbit (LEO) memudahkan penyediaan akses internet di daerah rural.

Indonesia sendiri adalah negara kepulauan, yang mana pembangunan infrastruktur telekomunikasi memiliki tantangan tersendiri, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Potensi untuk bantu rural itu lumayan. Ada 1.000 area blankspot, saya juga bingung ini gimana (menyediakan akses internetnya),” ujar Denny di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Kendati begitu, Denny mengatakan masalah kedaulatan negara tetap diutamakan. Hal itu juga yang harus dipatuhi Starlink untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

“Harus mengikuti kita. (Starlink) nggak karpet merah, biasa-biasa saja. NGSO bukan hanya Starlink, sebelumnya sudah ada OneWeb (di Indonesia),” ungkapnya.

“Ke depan makin banyak karena di roadmap ITU ada non-terrestrial network, mungkin ini jadi salah satu solusi, tapi kita juga nggak ingin mereka jadi pemain baru tapi kerjasama dengan operator existing. Jadi, isu kedaulatan kita jaga,” sambung Denny.

Baca juga: Starlink Baik Untuk Masyarakat, Tapi Bikin Operator Garuk Kepala

Diberitakan sebelumnya, di website Starlink menyebutkan bahwa layanan internet milik Elon Musk itu dapat dirasakan masyarakat Indonesia di tahun depan.

Bahkan, pemesanan layanannya sudah dibuka saat ini.

Kendati begitu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan belum ada perkembangan pengurusan izin yang dilakukan Starlink untuk masuk ke pasar ritel Indonesia.

Bahkan, ia berkelakar belum teleponan dengan Elon Musk, pemilik dari Starlink tersebut.

“Belum (ada informasi lagi). Saya belum teleponan sama beliau (Elon Musk),” ujar Budi ditemui di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (2/11/2023).

Sebelumnya, kehadiran Starlink membuat operator seluler maupun penyedia jasa internet di Indonesia ketar-ketir.

Apalagi jika Starlink merusak harga di pasaran saat ini yang mengancam para pengusaha jasa internet maupun operator seluler di Indonesia.

Hal tersebut yang membuat operator seluler hingga pengusaha penyedia jasa internet berharap Kominfo memberikan regulasi yang jelas supaya tidak ada yang dirugikan hingga menimbulkan perang tarif.

Baca juga: Pinjol Meningkat 71 Persen, Pada Juni 2023, Pinjaman Untuk Pemuda Capai Rp2,3 Juta

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU