Minggu, 21 April 2024
Selular.ID -

Nasib OnePlus: Never Settle, Never Launch..

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Jakarta, Selular.ID – Sebagai inovator sekaligus pembaharu, perusahaan-perusahaan teknologi terkenal dengan moto atau tagline yang diusungnya.

Huawei misalnya, mengusung moto “Dreams Inspire Creativity”. ZTE punya tagline “Tomorrow Never Waits”. Qualcomm menggaungkan “Inventing the Tech the World Loves!”.

Intel punya moto yang sangat populer “Intel inside”. Moto ini diperkenalkan oleh Andy Grove, mantan CEO Intel, penulis buku “Only Paranoid Survive”. Belakangan moto yang sangat populer ini diperbaharui menjadi “Intel inside. Look Inside. Leap Ahead”.

Yang paling terkenal dan legendaris tentu saja adalah tagline yang dimiliki Apple “Think Different”. Diperkenalkan kali pertama oleh sang pendiri Steve Jobs pada 1997 , moto yang memiliki kesan emosional ini tetap terasa abadi.

Lewat “Think Different”, produk Apple terasa berbeda dengan vendor lain. Ini adalah mantra ampuh yang menjadikan produk-produk Apple selalu dinantikan konsumen setia di seluruh dunia.

Pada 2021 vendor yang berbasis di Cupertino, California itu, sedikit mengubah menjadi “Think Different — But Not Too Different”. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi ‘kesaktian’ tagline pertama.

Sebagai vendor ponsel nomor satu di dunia, Samsung punya dua tagline terkenal “Do Bigger Things” dan “Everyone’s Invited“.

Sejak beberapa tahun terakhir, vendor asal Korea Selatan itu, berusaha mati-matian mempertahankan posisi puncak sebagai market leader, di tengah gempuran agresif merek-merek asal China.

Seiring dengan ketatnya persaingan dan perubahan selera konsumen, Samsung mengusung moto terbaru, yaitu “Together Tomorrow”. Moto ini pertama kali diperkenalkan pada awal Januari di gelaran CES 2022, Las Vegas, AS.

Baca Juga: Diluaran OnePlus Dipuji, Di Indonesia Belum Ada Kabar

Slogan tersebut sesuai dengan visi Samsung yang ingin memberdayakan setiap orang untuk menciptakan perubahan positif dan mendorong kolaborasi yang dapat menjawab tantangan-tantangan paling mendesak di planet ini.

Agar visi tersebut menjadi kenyataan, Samsung memperkenalkan sejumlah inisiatif keberlanjutan, kemitraan yang bermanfaat, dan teknologi yang bisa dikustomisasi dan terhubung satu sama lain.

Seperti halnya Samsung, LG juga memperbaharui slogannya. Sebelumnya, vendor elektronik yang berbasis di Seoul itu, punya slogan yang sudah sangat kuat melekat, yaitu “Life’s Good”.

Seiring dengan transformasi bisnis yang dijalankan, LG juga merevisi slogan, menjadi “Life’s Good, On The Road”.  Slogan itu sejalan dengan langkah drastis LG.

Pasca menutup bisnis smartphone pada 2021 dan kini LG fokus menggarap bisnis ekosistem mobil listrik, yang disebut perusahaan “Vehicle component Solutions” atau LG VS.

Bagi vendor yang terbilang baru, moto bertujuan sebagai alat diferensiasi, melambangkan ambisi sekaligus agresifitas di tengah kerasnya kompetisi memperebutkan pasar.

Realme misalnya, mengusung moto yang identik dengan semangat menjadi game changer yaitu “Dare to Leap”. Oppo yang kini merupakan penguasa pasar ponsel di Indonesia, memiliki slogan ““Technology for Mankind, Kindness for the World”.

Makna Di Balik Slogan OnePlus: Never Settle

Vendor asal China lainnya, OnePlus juga dikenal dengan slogan yang unik, yaitu “Never Settle”. Moto ini memberi semangat kepada siapa pun agar tidak mudah menyerah. Pasalnya, hidup adalah perjuangan, jadi jangan pernah puas dengan kurang dari yang pantas Anda dapatkan.

Lebih jauh tentang makna jargon “Never Settle”, Anda bisa berkunjung ke laman resmi OnePlus Indonesia, Oneplus.com/id.

Di beranda depan Anda akan disajikan penjelasan mengapa vendor di bawah naungan BBK Group itu, mengambil never settle sebagai mantra perusahaan.

Berikut saya nukilkan penjelasan tentang moto tersebut.

“OnePlus didirikan atas gagasan untuk saling bersatu untuk menantang seluruh industri teknologi. Kami ingin ponsel yang lebih baik. Kami percaya bahwa kami dapat memberdayakan pengguna kami dengan semangat never settle, yang mendorong untuk selalu berbuat lebih baik dan mencapai lebih baik”.

Dengan positioning tersebut, OnePlus memiliki spirit untuk bisa bersaing dengan para pemain lain yang sudah mapan. Itu sebabnya, vendor berupaya untuk come back ke Indonesia.

Seperti diketahui, OnePlus mundur pada 2017. Akibat kendala TKDN 30% yang diterapkan oleh pemerintah, bagi vendor ponsel yang ingin berbisnis di Indonesia.

Rencana OnePlus Comeback yang Belum Terbukti Hingga Kini

Kepastian masuknya kembali OnePlus disampaikan langsung oleh Patrick Owen, Chief Marketing Office OnePlus Indonesia.

Menurut Patrick, OnePlus berkomitmen untuk menghadirkan varian produk smartphone berkualitas di Indonesia yang dinantikan para pelanggan OnePlus.

“OnePlus juga selalu berupaya untuk membangun ekosistem smart device 5G sesuai dengan keunggulannya sebagai smartphone yang ‘Fast and Smooth”, ujar Patrick, di Jakarta (4/4/2023).

Setelah memproklamirkan kemunculannya di pasar Indonesia, OnePlus kemudian membuat survei untuk mengetahui seberapa besar minat masyarakat Indonesia tentang produk OnePlus yang akan hadir.

Hasil surveinya tidak begitu buruk. Perusahaan mengklaim sekitar 2000 orang dalam waktu 24 jam menyatakan minatnya pada produk dari OnePlus tersebut.

Sayangnya, setelah lima bulan berlalu, tak ada tanda-tanda smartphone besutan OnePlus melenggang di pasar Indonesia.

Redaksi Selular sudah berupaya mengonfirmasi mengenai rencana peluncuran smartphone perdana OnePlus. Namun pihak OnePlus Indonesia, menyebutkan bahwa semua tentang informasi OnePlus sudah diambil alih oleh kantor pusat.

Dengan tidak adanya kepastian peluncuran, bagi konsumen di Indonesia, jargon never settle rupanya menjadi bumerang. Jika diterjemahkan secara langsung, jargon tersebut artinya “tidak pernah menetap”.

Walaupun arti sebenarnya menurut OnePlus adalah “jangan pernah puas” yang berarti bahwa mereka akan berusaha untuk memberikan pengalaman pengguna yang terbaik dan tidak akan pernah berhenti sampai menemukannya.

Namun dengan realitas yang ada, terjemahan “tidak pernah menetap” yang justru terjadi. Seolah mengulang keputusan hengkang pada 2017, rencana OnePlus untuk come back ke Indonesia, seperti yang sudah diumumkan sejak April 2023, tidak pernah kesampaian hingga kini.

Dengan tidak ada satu pun produk OnePlus, wajar jika publik memplesetkan jargonnya menjadi “Never Settle, Never Launch”.

Ada apa sebenarnya dengan OnePlus? Barangkali Anda punya jawabannya.

Baca Juga: Sudah Ada Di TKDN & Postel, Tapi Sosok Smartphone Oneplus Belum Nampak 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU