Sabtu, 22 Juni 2024
Selular.ID -

MUFG Beri Pinjaman US$404 Juta untuk Pengembangan Dua Data Center di Jakarta

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – MUFG Bank, Ltd (MUFG) menyepakati Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$404 juta untuk pengembangan dua pusat data (data center) di Jakarta, Indonesia.

Pengembang dari data center ini adalah PT Graha Teknologi Nusantara, anak perusahaan yang sepenuhnya milik EdgeConneX.

MUFG merupakan salah satu dari empat Mandated Lead Arrangers (MLAs), yang bertindak sebagai Account Bank, Facility Agent, Security Agent, dan Hedging Bank untuk transaksi ini.

Peran utama yang MUFG lakukan dalam transaksi ini menegaskan peran posisi MUFG sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan proyek dan kemampuannya pada sektor infrastruktur digital.

TONTON JUGA:

Transaksi ini merupakan yang kedua kalinya bagi MUFG dalam hal proyek pembiayaan greenfield data center di APAC pada tahun ini.

Pembiayaan tersebut merupakan pemberian fasilitas SLL pertama bagi data center di Indonesia, menjadikannya tonggak penting terkait pembiayaan berkelanjutan (sustainability) di Indonesia.

Baca juga: Sejumlah Data Center Pilih Berlokasi di Cikarang, Pj Bupati Bekasi Janji Siapkan SDM Berkualitas

Kerangka kerja dari Sustainability Key Performance Indicators (KPI) juga telah berkembang untuk mematuhi prinsip SLL yang Loan Market Association (LMA) terbitkan.

KPI yang mereka adopsi juga telah selaras dengan strategi dan komitmen sustainability EdgeConneX.

Tingginya konsumsi energi dari data center, membuat perusahaan berfokus pada efisiensi konsumsi energi dengan memanfaatkan energi terbarukan.

Proyek ini juga memasukkan Lost Time Injury Rate sebagai KPI untuk mendukung standar keselamatan kerja yang lebih tinggi, di mana sangat relevan di negara-negara berkembang.

Head of Project Finance for Asia di MUFG Shiv Sivarajah menyampaikan, MUFG merasa terhormat dapat bermitra dengan EdgeConneX dalam proyek data center Indonesia perdana mereka.

Digitalisasi merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan data center adalah salah satu infrastruktur penting yang mendukung tren ini.

Dia juga bilang, MUFG merasa bangga bisa turut berperan dalam perjalanan digitalisasi khususnya di Indonesia dan lebih luas lagi di seluruh Asia.

Baca juga: Taktik OJK Pelototi Pinjol, Agusman Bocorkan Pengawasannya

“Kesepakatan ini merupakan bukti kemampuan MUFG dalam memberikan solusi pembiayaan sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk klien yang bergerak dalam bidang infrastruktur digital, termasuk dalam hal menyelaraskan sustainability goals yang relevan dan ambisius,” kata Sivarajah dalam keterangannya, pekan lalu.

Sejalan dengan misi keberlanjutannya, MUFG telah secara terbuka berkomitmen untuk menginvestasikan total kumulatif JPY 35 triliun ke dalam pembiayaan terkait sustainability secara global pada tahun 2030. Lebih dari 70% dari target ini atau JPY 24,6 triliun telah tercapai sepanjang periode 2019 hingga 2022.

MUFG juga mengumumkan komitmennya untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emision) dalam portofolio keuangannya pada tahun 2050 dan operasionalnya sendiri pada tahun 2030.

MUFG memimpin jalur kerja pembiayaan dan terlibat dalam Net Zero Banking Alliance (NZBA), yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menggalang lembaga keuangan global dalam mendukung emisi karbon nol bersih.

Induk dari Bank Danamon ini turut menerbitkan transition whitepaper yang membagikan strategi iklim Jepang, bagaimana MUFG dapat berfungsi sebagai blueprint bagi carbon neutrality ambitions di Asia Tenggara, dan memajukan transisi nol bersih secara global.

Baca juga: Investor Data Center Datang, Luhut: Indonesia Punya Agenda Besar

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Realme GT 6 Ada Versi Murahnya!