Rabu, 26 Juni 2024
Selular.ID -

Jika Kominfo Tak Segera Lelang Spektrum 700 MHz Bisa Akibatkan Kerugian Negara

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Jika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak segera melakukan lelang spektrum 700 MHz maka bisa jadi kerugian bagi negara.

Pasalnya jika spektrum 700 MHz menganggur maka tidak ada pemasukan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan membuat kerugian negara.

Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo Denny Setiawan yang mengatakan hal tersebut.

Denny mengatakan Kominfo masih merampungkan proses analog switch off (ASO) atau peralihan siaran televisi analog ke digital.

“Kita segera rampungkan dahulu proses ASO yang saat ini masih berjalan di sejumlah daerah,” ucap Denny dalam acara Ericcson Imagine Live – Unlock the Future of 5G, Selasa (8/8/2023).

Baca juga: Kominfo Bakal Merampungkan ASO Bulan Agustus Ini, Selamat Tinggal Siaran Analog

Target Kominfo sendiri untuk merampungkan seluruh ASO yakni pada bulan Agustus 2023.

Memasuki bulan Agustus, itu artinya siaran TV analog akan menemui masa pensiunnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan akan mematikan siaran TV analog dan mengantikannya dengan TV digital.

Namun, Denny belum bisa menjawab kapan frekuensi 700 MHz hasil pelaksanaan ASO akan Kominfo lelang untuk menggelar jaringan 5G.

“Kalau proses lelang masih menunggu satu dua bulan lagi karena masih ada persiapan seperti peraturan dan lainnya,” kata Denny.

TONTON JUGA:
Proses ASO

Sebelumnya proses ASO sudah mencapai 11 kota besar di Indonesia dan sejumlah daerah di sekitarnya.

Kota tersebut yakni Jabodetabek, Palembang, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Makassar, Banjarmasin, dan Medan.

Adapun, Medan merupakan kota besar baru saja pemerintah padamkan siaran TV analognya pada 30 Juli kemarin.

Baca juga: Kominfo Menurunkan Jumlah Titik Layanan Satelit Satria-1, Simak Alasannya

Melihat kondisi tersebut, Kominfo percaya diri bahwa Indonesia akan terbebas dari siaran analog sebelum HUT RI.

Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia menuturkan sebelum adanya ASO, jumlah penonton siaran televisi analog sekitar 59 juta.

Sedangkan, setelah ASO per 1 Juli 2023, penetrasi TV digital jumlahnya 56 juta atau 95,2%.

Adapun, penetrasi TV digital secara nasional yang sebelum ASO berjumlah 121 juta penonton, kini juga dia klaim menuju normal dengan 124 juta penonton atau 95,4%.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur mux yang sudah terbangun oleh TVRI dan TV swasta di 112 wilayah siaran terdiri dari 341 kabupaten/kota yang terdampak ASO.

Kemudian, 676 stasiun TV sudah bersiaran digital, tinggal 10 siaran TV yang masih analog yang dalam proses migrasi ke TV digital.

“Dengan melihat data-data tersebut, dorongan industri dan stakeholder penyiaran, Indonesia telah siap menuju ASO nasional,” ujar Gery

“Serta harapannya sebelum ulang tahun kemerdekaan Indonesia siaran TV sudah full siaran digital sebagai kado termanis dari industri stakeholder Penyiaran,” sambungnya.

Gery mengungkapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengusulkan deklarasi ASO nasional bertepatan dengan peringatan Hari Penyiaran Indonesia pada 12 Agustus 2023.

“Agar Indonesia sejajar dengan negara lain yang sudah bermigrasi ke TV Digital,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gery menyebutkan usai Indonesia merdeka TV analog, salah satu dampaknya yang terasa oleh masyarakat, yaitu akses internet diklaim akan lebih cepat dari sebelumnya.

“Dengan ASO nasional ini akan berdampak terhadap pemerataan internet kecepatan tinggi (broadband), merdeka sinyal (menyelesaikan blank spot sinyal seluler) di seluruh Indonesia yang akan mendorong terhadap kesempatan bisnis baru, pembukaan lapangan kerja sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: Masih Ada Dua Tersangka Kasus BAKTI Kominfo yang Belum Masuk Persidangan

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU