Minggu, 21 April 2024

Cerita Tentang Gionee, Coolpad, Meizu, dan Honor yang Kini Tinggal Nama

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Jakarta, Selular.ID – Seiring transisi 3G ke 4G, sejak 2013 pasar smartphone Indonesia mulai diramaikan oleh sejumlah brand-brand asal China yang merangsek di tengah kerasnya kompetisi.

Beberapa vendor pada akhirnya sukses menggapai target yang diusung. Menaklukkan pasar Indonesia yang sebelumnya dikuasai merek-merek yang sudah kelotokan. Seperti Samsung, Asus, Blackberry, dan LG.

Berkat agresifitas pemasaran, dukungan permodalan dan inovasi teknologi, merek-merek asal China seperti Vivo, Oppo, Xiaomi, Infinix, dan Realme telah menancapkan diri di posisi teratas.

Mereka terus berupaya memperkokoh posisi agar tidak tergelincir, di tengah upaya para challenger yang terus berupaya mencuri pangsa pasar yang telah diraih.

Menurut laporan lembaga riset Counterpoint, Top 5 vendor smartphone di Indonesia periode Januari-Maret 2023 dikuasai Oppo dengan raihan 23%.

Selanjutnya diikuti Samsung (18,3%), Vivo (17,4%), Xiaomi (12,5%), dan Realme (11,9%), serta ada Infinix (10,1%) yang membayangi Top 5 di posisi ke-6.

Meski pasar ponsel Indonesia kini telah dikuasai oleh merek-merek China, faktanya banyak juga brand asal Tiongkok yang tidak beruntung. Mereka terpaksa gulung tikar, meski sempat menjadi penantang yang diperhitungkan oleh brand-brand lainnya.

Berikut adalah cerita di balik tumbangnya brand-brand smartphone asal China yang kini tinggal nama. Padahal sebelumnya mereka haqul yakin dapat menguasai pasar Indonesia.

Gionee – Gandeng Cinta Laura Namun Akhirnya Tumbang Juga

Cerita Tentang Gionee, Coolpad, Meizu, dan Honor yang Kini Tinggal Nama

Pada Desember 2017, Gionee menggebrak pasar Indonesia. Debut Gionee ditandai dengan peluncuran M7 Power.

Smartphone dilengkapi dengan layar 18:9 FullView Display berukuran 6 inci, dengan baterai berkapasitas besar dan tahan lama, yakni 5.000mAh.

Selain layar dan baterai, Gionee M7 Power diklaim juga unggul dalam keamanan transaksi online berkat chipset security yang hanya tersedia di smartphone merek Gionee.

Ambisi Gionee menguasai pasar Indonesia, tercermin dari pernyataan David Yeung, CEO Gionee Indonesia. David mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar smartphone terbesar ke-3 di Asia Pasifik.

“Sebagai sebuah negara berkembang, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, dengan konsumen yang menginginkan produk smartphone unggulan namun dengan harga terjangkau, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka,” ujar David Yeung.

Baca Juga: Merek-merek Smartphone yang Kini Lenyap Dari Pasar Indonesia 

Seiring dengan peluncuran M7 Power, Cinta Laura Kiehl dinobatkan sebagai Brand Ambassador dari Gionee untuk Indonesia.

Sayangnya kiprah Gionee tak bertahan lama. Sempat meluncurkan S11 Lite dan F205 sebagai suksesor M7 Power, ambisi Gionee untuk menaklukkan pasar Indonesia hanya sekedar mimpi sesaat.

Pada November 2018, Gionee di ambang kebangkrutan setelah berhutang kepada lembaga keuangan, pemasok, dan biro iklan dan pemasaran.

Dilansir GSMArena (28/11/2018), total utang perusahaan sekitar CNY17 miliar (sekitar Rp35 triliun), termasuk utang sang pendiri Gionee Liu Lirong, yang kehilangan CNY1 miliar saat berjudi di kasino.

Coolpad – Tunjuk Maudi Ayunda Namun Kiprahnya Tak Berlangsung Lama

Cerita Tentang Gionee, Coolpad, Meizu, dan Honor yang Kini Tinggal Nama

Di tengah permintaan smartphone yang terus meningkat, Coolpad malah memutuskan balik badan. Brand yang pertama kali hadir di Indonesia pada Juni 2015, memilih hengkang pada Maret 2018.

Tak ada penjelasan resmi dibalik cabutnya Coolpad dari Indonesia. Namun seperti brand-brand lain seperti HTC, Sony atau OnePlus yang juga sudah mundur lebih dulu dari Indonesia, kemungkinan tak ada ketegasan demi menjaga reputasi brand.

Berbeda dengan HTC atau Sony yang sempat menjadi meraih popularitas di Indonesia, Coolpad masih terbilang sebagai brand medioker. Bisa jadi karena mereka masih menjajaki pasar Indonesia.

Menilik performanya, Coolpad sejatinya merupakan vendor yang patut diperhitungkan, terbukti dengan keseriusan memasarkan smartphone mereka ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Sejak debut di tanah air, beberapa smartphone Coolpad telah dipasarkan dengan harga yang cukup bersaing. Varian yang cukup populer adalah Coolpad Cool Dual, Coolpad Fancy, Coolpad Roar, Coolpad Shine dan Coolpad Sky.

Baca Juga: IMEI Ilegal & Garansi “Inter”, Bom Waktu yang Kini Meledak

Dalam satu kesempatan, CEO Coolpad Indonesia Jeeves Jiang mengatakan bahwa berbagai produk besutan Coolpad, termasuk seri flagship, Coolpad Cool Dual diharapkan bisa mendongkrak penjualan smartphone mereka di pasaran Indonesia hingga mencapai 1 juta unit pada 2017.

Jiang mengatakan angka 1 juta unit itu mewakili pangsa pasar 2 persen dari keseluruhan volume pasar smartphone Indonesia pada 2017 yang diprediksi sebesar 50 juta unit.

Demi mengejar penjualan sebesar itu, Coolpad berani menggelontorkan dana promosi yang cukup besar. Coolpad mendaulat penyanyi sekaligus artis muda berbakat Maudi Ayunda, sebagai brand ambassador.

Hal itu dibarengi dengan penayangan iklan Cool Dual yang cukup massif di sejumlah stasiun TV swasta, terutama saat tayangan ramadhan 2017.

Namun, dukungan Maudi Ayunda sebagai duta merek, nyatanya tidak cukup untuk mengangkat pamor Coolpad sebagai brand smartphone pilihan masyarakat. Ketimbang berdarah-darah, Coolpad memlih untuk meninggalkan Indonesia.

Meizu – Ambisi Tinggi Namun Kini Mati Suri

Jaringan 4G yang meluas dibangun oleh operator selular sejak akhir 2014, memberi kesempatan kepada vendor-vendor China untuk mengekspansi pasar Indonesia.

Setelah Oppo, Xiaomi, dan Vivo, satu brand asal China lainya yang mencoba peruntungan di Indonesia adalah Meizu.

Vendor asal Tiongkok itu resmi masuk ke Indonesia pada 2017 lalu. Dengan masuk ke pasar Indonesia, Meizu siap berkompetisi di pasar yang sudah penuh sesak dengan banyak pemain.

Hal ini membutuhkan inovasi dan konsistensi mengingat konsumen Indonesia memiliki karakteristik unik, yaitu sangat demanding pada spesifikasi dan harga.

Meizu yakin bisa mencuri hati konsumen Indonesia, meski dihadapkan pada persaingan yang terbilang super ketat. Hal itu tercermin dari pernyataan Brand Director Meizu Indonesia, Chen Shi.

Menurutnya, setelah Meizu M5C yang merupakan varian pembuka, pihaknya akan menghadirkan lebih banyak produk untuk berbagai segmen.

“Meizu berusaha mengincar semua segmen. Di entry level kami wakilkan dengan M5C. Kami tak hanya akan menjual seri M. Ke depannya akan ada lebih banyak produk, karena di Indonesia banyak segmennya. Kami ingin menjawab semua segmen,” jelasnya.

Sejak debutnya, Meizu telah menghadirkan sejumlah varian. Diantaranya Meizu M5C, Meizu MX6, Meizu M3 Note, dan Meizu M5. Semua mengusung spesikasi terdepan dengan harga yang terjangkau.

Wajar jika perangkat asal China ini sempat begitu booming karena dibanderol dengan harga murah dan spesifikasi cukup baik.

Namun sambutan yang cukup baik oleh konsumen di Indonesia, tidak selalu berujung pada penjualan yang signifikan. Pernah bersaing ketat dengan Xiaomi, Meizu harus mengakui kedigdayaan Xiaomi, vendor penguasa segmen entry level.

Memasuki 2018, Meizu tak lagi terdengar kiprahnya di Indonesia. Vendor tidak secara terbuka menyatakan menyerah. Namun tidak adanya aktifitas produksi dan pemasaran, menunjukkan Meizu setidaknya kini tengah mati suri.

Honor – Balik Badan Karena Sanksi AS

Cerita Tentang Gionee, Coolpad, Meizu, dan Honor yang Kini Tinggal Nama

Seperti kita ketahui, Honor adalah sub brand dari Huawei. Melongok ke belakang, Honor sempat menjadi merek popular di kalangan muda, tak hanya China namun juga Indonesia.

Di China sendiri merek ini terbilang agresif. penjualan online-nya tercatat mengalahkan Xiaomi. Menurut penelitian Sino Market Research, sepanjang 2017 penjualan online Honor di China menembus 54,5 juta unit dengan pendapatan 78,9 miliar yuan.

Pencapaian itu cukup untuk mengalahkan Xiaomi yang berada di posisi kedua dengan raihan penjualan 50,9 juta unit dan pendapatan 63,7 miliar yuan.

Sukses di China membuat Honor mantap ekspansi ke pasar global, termasuk Indonesia. Tercatat pada Maret 2018, Honor pertama kali menjual produknya di Nusantara, lewat tiga varian, yaitu Honor View 10 dan dua smartphone kelas menengah yakni Honor 7X, dan Honor 9 Lite.

Baca Juga: Lebih Murah, Ponsel Lipat Honor Magic V2 Siap Rilis Global 1 September

Kehadiran Honor disambut suka cita oleh konsumen Indonesia. Terbukti saat penjualan perdana secara flash sale di platform e-commerce Indonesia, Shopee, Kamis  (5/4/2018), smartphone tersebut ludes terjual hanya dalam hitungan waktu 60 detik saja.

Setelah tiga varian perdana itu, Honor rajin mengguyur pasar Indonesia setiap tahunnya, dengan beragam model yang mampu memikat kalangan muda yang merupakan pasar utamanya.

Sepanjang 2019 saja,  Honor memperkenalkan sejumlah varian seperti Honor 10, Honor 20 Pro, Honor View 20, Honor Play, dan Honor 8X.

Khusus varian Honor 8X berhasil memenangkan penghargaan “Best performance smartphone” dalam ajang Selular Award 2019.

Varian layak menyandang gelar “Best performance smartphone” karena Honor 8X merupakan ponsel pertama dengan chipset Kirin 710. Walaupun hanya memiliki baterai berkapasitas 3750 Mah, Honor 8X memiliki daya yang dapat bertahan seharian.

Sayangnya, momentum pertumbuhan Honor di Indonesia terhenti, pasca pemberlakuan sanski Amerika Serikat terhadap Huawei pada pertengahan 2019.

Sejak akhir 2019, vendor tak lagi meluncurkan smartphone terbaru, seiring pembatasan perdagangan yang membuat perusahaan-perusahaan AS tak lagi leluasa memasok beragam komponen kepada perusahaan China seperti sebelumnya.

Kini, setelah penjualan yang terpaksa dilakukan Huawei kepada konsorsium baru yaitu Shenzhen Zhixin New Information Technology pada akhir 2020, Honor kembali bertekad melanjutkan kiprahnya yang sempat terhenti, baik di pasar China maupun manca negara.

Meski menargetkan come back di pasar global, sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa Honor kembali menjual produknya di Indonesia.

Namun dengan popularitas yang pernah diraih, bukan tidak mungkin suatu saat nanti merek Honor akan kembali menyambangi konsumen smartphone di Tanah Air.

Baca Juga: Counterpoint: Honor Dulang Sukses di Q1-2023

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU