Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

TikTok Shop Buat Shopee dan Lazada Sepi di Asia Tenggara

BACA JUGA

Selular.ID – Layanan belanja online TikTok Shop membuat e-commerce Shopee hingga Lazada sepi.

Pasalnya ketika Shopee dan Lazada sepi, TikTok Shop mulai menguasai pasar e-commerce di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pada tahun 2022, layanan itu berhasil mencatatkan transaksi atau Gross Merchandise Value (GMV) sebesar USD4,4 miliar atau setara Rp65,8 triliun.

Nilainya mengalami peningkatan 4 kali lipat dari pencapaiannya di tahun sebelumnya.

TONTON JUGA:

Data itu berdasarkan pada informasi internal perusahaan yang The Information laporkan.

Meskipun masih terbilang baru di industri e-commerce, TikTok Shop telah meluncurkan fitur ini pertama kali di Amerika Serikat (AS) dan India pada bulan April 2021.

Baca juga: Begini Cara Mengubah Username Dan Nama TikTok

Selanjutnya, TikTok Shop mengekspansi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

Analis Blue Lotus Research Institute Shawn Yang memaparkan laporan terbaru Sea Group yang merupakan induk dari Shopee.

Katanya, pertumbuhan TikTok di Asia Tenggara terus berlangsung positif.

Dia memprediksi bahwa pada tahun 2023, GMV TikTok akan mencapai 20 persen dari GMV Shopee.

TikTok juga menargetkan GMV sebesar USD 12 miliar pada tahun 2023 di pasar Asia Tenggara.

Saat ini, Shopee masih mendominasi pasar dengan total GMV sebesar USD73,5 miliar atau setara Rp1.100 triliun pada tahun 2022.

Sedangkan Lazada mencapai GMV USD21 miliar atau setara Rp314 triliun.

Namun, pertumbuhan yang pesat dari TikTok Shop tidak boleh perusahaan e-commerce lainnya anggap remeh.

Keunikan TikTok terletak pada platform media sosialnya.

Pengguna membuka TikTok untuk menikmati konten di dalamnya, dan dengan adanya fitur Shop, mereka dapat membeli barang-barang secara impulsif dengan harga terjangkau.

TikTok memiliki keunggulan dibandingkan Shopee dan Lazada sebagai pemain dominan e-commerce di Asia Tenggara.

Ketika pengguna masuk ke platform TikTok, mereka tidak memiliki niat untuk berbelanja, sehingga kemungkinan belanja impulsif di Shopee dan Lazada cenderung lebih jarang terjadi.

Head of Telecom & Internet Sector Research DBS Bank, Sachin Mittal mengatakan, kekuatan TikTok itulah yang mengancam kompetitornya.

“Belanja impulsif dari menonton konten adalah daya tarik TikTok,” ucapnya.

TikTok telah menjadi favorit di Indonesia dengan jumlah pengguna aktif mencapai 113 juta pada Q1 2023.

Pertumbuhan fitur belanja di TikTok Shop juga signifikan sejak meluncur dan fokus perusahaan adalah terus mengembangkan pasar di Asia Tenggara.

Baca juga: Hyundai Bayar Rp2,9 Triliun Gara-Gara TikTok Kia Challenge

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU