Selasa, 23 Juli 2024

Crypto Buruk di 2022, Pintu Yakin Bakal Tumbuh Cepat di 2023

BACA JUGA

Selular.ID – Dunia crypto di tahun 2022 bisa dikatakan ialah tahun yang kurang bagus, tapi aplikasi Pintu meyakini di tahun 2023 ini akan berbeda.

Tahun 2022 kemarin dunia Crypto sedang tidak baik-baik saja, banyak sekali rintangan yang dihadapi dari berbagai pihak.

Dari itu terlihat dengan banyak sekali guncangan yang terjadi dan menyebabkan harga aset crypto menurun hingga lebih dari 70%.

Adapun beberapa faktor penyebab menurunnya harga aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) di antaranya, kasus Terra Luna, Three Arrows Capital (3AC), hingga bangkrutnya bursa kripto FTX.

Baca juga : Fitur Lapor Pajak Mulai Tersedia di Aplikasi Kripto

Namun, melihat besaran return instrumen investasi, pergerakan aset kripto sejalan dengan indeks saham AS dan global selama tahun 2022 dan bahkan lebih baik daripada obligasi AS.

Meskipun begitu Timothius Martin, selaku Chief Marketing Officer PINTU mengatakan bahwa masih ada peningkatan dari sexara institusional, dan juga banyaknya investor yang masih percaya crypto akan selalu bertahan.

“Terlepas dari volatilitas pasar kripto dan volume perdagangan yang rendah, dapat dilihat bahwa adopsi kripto secara institusional meningkat pada tahun 2022. Tetapi survei Institutional Investor baru-baru ini menunjukkan bahwa investor masih percaya kripto akan bertahan, terlepas dari volatilitas harga atau peristiwa yang tidak menguntungkan disebabkan oleh beberapa pihak.” Katanya.

Di sisi lain lainnya, meskipun saat ini harga aset kripto mengalami penurunan, nyatanya Timothius melihat adopsi terhadap aset kripto justru terus tumbuh dan semakin banyak negara-negara di dunia yang meregulasi aset kripto.

Dan berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) hingga tahun 2022 jumlah investor kripto telah mencapai 16,55 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp296,66 triliun.

Menunjukan investasi di dunia crypto masih terbilang menarik perhatian dari kalangan masyarakat.

Selain itu dari sisi regulasi terdapat lebih dari 10 negara di antaranya Afrika Selatan, Inggris, Australia, Ukraina, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Brazil, Itali, Prancis, Kanada, Filipina, Korea Selatan, Turki, Mexico, India, Thailand, Vietnam, Argentina, Iran, dan Indonesia yang telah meregulasi investasi aset kripto yang berkaitan dengan bursa, pajak, perlindungan konsumen, dan lain sebagainya.

“Sektor industri kripto terus tumbuh dan matang, sehingga regulator di seluruh dunia perlu memberikan kejelasan serta panduan dalam menyikapi masifnya peningkatan tersebut. Selain itu, regulasi tersebut juga membantu membangun kepercayaan dan akan mendorong adopsi lebih besar lagi.

Di Indonesia sendiri kami sangat mengapresiasi pemerintah Indonesia melalui Bappebti, yang kemudian akan dilanjutkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang telah mendukung berkembangnya industri ini. Kami menyambut hal tersebut dengan baik untuk memastikan kemajuan industri kripto di Indonesia,” Pungkasnya.

Baca juga : Juara Turnamen Pintu Battleground Bawa Pulang Bitcoin Senilai Puluhan Juta

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU