Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

Kebijakan YouTube Tentang Kata-kata Kasar Buat Para Konten Kreator Meradang

BACA JUGA

Selular.ID – YouTube kembali memperbarui kebijakan terkait kata-kata kasar pada unggahan video di platform mereka.

Kebijakan baru dari YouTube terkait kata-kata kasar ini membuat sejumlah komunitas kreator konten game di YouTube meradang.

Alasannya, sejumlah kreator mengaku beberapa video lawas mereka telah YouTube demonetisasi secara tiba-tiba.

Perubahan itu sebagai dampak dari kebijakan baru perusahaan yang mereka perkenalkan pada November 2022.

TONTON JUGA:

Dalam kebijakan itu, perusahaan membuat pedoman konten yang ramah pengiklan di platform-nya.

Salah satu kebijakannya adalah pembatasan pada penggunaan kata-kata kasar maupun kekerasan.

Baca juga: YouTube Shorts Sebentar Lagi Bisa Menjadi Cuan, Mulai 1 Febuari

Berdasarkan kebijakan baru, perusahaan tidak lagi menggolongkan kata-kata kasar berdasarkan tingkat keparahannya.

Kini, seluruh penggunaan kata-kata kasar akan mendapat perlakukan sama di YouTube.

Jadi, kata-kata tidak senonoh yang para kreator gunakan dalam judul, thumbnail, atau video di 7 detik pertama tidak bisa mendapatkan penerimaan iklan.

Sejumlah kreator konten mengaku perubahan ini mulai berdampak sejak akhir Desember 2022.

Selain itu, pemberlakuan aturan baru ini turut berpengaruh pada konten lama mereka.

Hal ini yang membuat konten kreator mengeluhkan tidak bisa mendapatkan pemasukan dari video lawas tersebut.

Terkait hal ini, YouTube menuturkan, pihaknya telah mendapat banyak masukan dari para kreator.

Baca juga: Sejumlah Alamat Proxy WhatsApp Supaya Bisa Kirim Pesan Tanpa Koneksi Internet

Oleh sebab itu, mereka mengaku sedang dalam proses untuk melakukan beberapa penyesuaian.

“Masukan itu penting bagi kami dan kami sedang dalam proses membuat beberapa penyesuaian pada kebijakan ini untuk mengatasi masalah mereka,” tutur juru bicara YouTube Michael Aciman melansir TechCrunch, Senin (16/1/2022).

Kendati demikian, YouTube belum memberikan informasi secara detail mengenai langkah penyelesaian yang akan mereka berikan.

Hal tersebut termasuk yang berdampak pada konten lawas milik para kreator.

Baca juga: Aturan Baru Tentang Penagihan Pinjol, OJK Tegas Larang Debt Collector Tagih Ke Keluarga Debitur

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU