Rabu, 26 Juni 2024
Selular.ID -

Profesor Hukum di Arab Saudi Divonis Mati Karena Punya Akun Twitter dan WhatsApp

BACA JUGA

Selular.ID – Seorang profesor hukum pro-reformasi terkemuka di Arab Saudi mendapat vonis mati karena memiliki akun Twitter dan WhatsApp.

Vonis mati sang profesor ini bukan hanya karena memiliki akun Twitter maupun WhatsApp tetali karena tuduhan pesan “bermusuhan” dengan kerajaan.

Jatuhnya vonis mati ini menurut dokumen pengadilan yang Guardian rilis seperti melansir dari Canada Today, Senin (16/1/2023).

Sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi telah menangkap profesor hukum bermana Awad Al-Qarni (65 tahun) pada bulan September 2017.

TONTON JUGA:

Penangkapan ini karena tindakan keras terhadap perbedaan pendapat dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Rincian dakwaan terhadap Al-Qarni juga putranya yang juga menjadi tersangka yakni Nasser ungkapkan.

Baca juga: Bahayanya Aplikasi GB Whatsapp, Apakah Masih Ada di Handphone Kamu?

Nasser sendiri melarikan diri dari Arab Saudi tahun lalu dan tinggal di Inggris untuk mencari suaka.

Kerajaan Saudi menggambarkan Al-Qarni sebagai pengkhotbah berbahaya di media sosial.

Namun, para pembangkang mengatakan Al-Qarni adalah seorang intelektual yang penting dan sangat mereka hormati.

Pengikutnya juga sangat kuat di media sosial, termasuk 2 juta pengikut Twitter.

Sang profesor hukum ini juga membuat pengakuan bahwa dia menggunakan akun media sosial atas namanya sendiri (@awadalqarni).

Dia juga mengaku menggunakannya “di setiap kesempatan untuk mengungkapkan pendapat.”

Dokumen itu juga mengatakan dia “mengaku” berpartisipasi dalam obrolan WhatsApp, dan mendapat tudingan berpartisipasi dalam video yang memuji Ikhwanul Muslimin.

Penggunaan Telegram oleh Al-Qarni dan pembuatan akun Telegram juga telah masuk dalam tuduhan tersebut.

Jeed Basyouni, kepala advokasi untuk Timur Tengah dan Afrika Utara kelompok hak asasi manusia Reprieve bersuara tentang kasus Al-Qarni.

Tren di Saudi menunjukkan para cendekiawan dan akademisi menghadapi hukuman mati karena men-tweet dan berbicara.

Ironi

Baca juga: Aturan Baru Tentang Penagihan Pinjol, OJK Tegas Larang Debt Collector Tagih Ke Keluarga Debitur

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU