Jelang Akhir Tahun 2022, Ericsson Optimis Pengguna 5G di ASEAN dan Oseania Tembus 30 juta

Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper
Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper

Selular.ID – Mengacu pada laporan Ericsson Mobility Report terbaru 2022, hampir setengah dari pengguna di Indonesia sudah memiliki perangkat berkemampuan 5G dengan 32 juta pengguna akan bermigrasi ke jaringan 5G pada tahun 2023 mendatang.  Hal ini juga diperkuat pernyataan Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper saat diskusi Digital Telco Outlook 2023 yang digelar Selular ID di Jakarta.

“Sekitar 53% pengguna di Indonesia akan berlangganan 5G pada tahun depan. Ini dikarenakan pengguna potensial 5G melihat jangkauan jaringan lebih penting daripada kecepatan,” papar Jerry.

Selain itu, Ericsson juga memprediksi jumlah pelanggan koneksi 5G di wilayah Asia Tenggara (ASEAN) dan Oseania akan mencapai angka 620 juta pada akhir tahun 2028 mendatang. Penyebab utamanya adalah karena sebagian besar penyedia akan meluncurkan layanan 5G komersial pada akhir tahun 2028.

Tandanya, 5G akan menjadi teknologi terdepan dalam hal langganan, dengan tingkat penetrasi sebesar 48%. Jumlah langganan 5G di wilayah ASEAN dan Oseania diproyeksikan akan mencapai hampir 30 juta hingga akhir tahun 2022. Adopsi 5G dan pertumbuhan penggunaan layanan imersif baru oleh konsumen merupakan faktor utama pertumbuhan penggunaan data seluler di wilayah tersebut.

“Ericsson akan terus mendukung pemerintah dengan menyiapkan infrastruktur digital yang kuat di dalam negeri yang akan mempercepat digitalisasi dan mendorong pembangunan negara yang inklusif,” kata Jerry.

Jerry melanjutkan, Ericsson juga akan terus menghadirkan jaringan dengan solusi teknologi hemat energi terbaru untuk mengurangi jejak karbon sekaligus mendukung pembangunan dan pemulihan ekonomi Tanah Air.

Sementara itu, Ericsson Mobility Report edisi November 2022 memperkirakan koneksi Akses Nirkabel Tetap atau Fixed Wireless Access (FWA) di seluruh dunia akan tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

FWA – alternatif nirkabel untuk konektivitas broadband kabel yang digunakan di rumah dan untuk berbagai bisnis – adalah salah satu 5G use cases awal yang utama, khususnya di wilayah dengan market broadband yang belum atau kurang memiliki akses yang memadai.

Didorong oleh percepatan rencana penerapan FWA di India, serta pertumbuhan yang diharapkan terjadi pada pasar di negara berkembang lainnya, FWA diperkirakan akan tumbuh sebesar 19 persen secara tahunan (YoY) dari tahun 2022 hingga 2028, dan mencapai 300 juta koneksi pada akhir tahun 2028.

Pada akhir tahun 2028, diperkirakan terdapat lima miliar langganan 5G di seluruh dunia, menyumbang 55% dari semua langganan. Dalam jangka waktu yang sama, jangkauan populasi 5G diproyeksikan mencapai 85%. Sedangkan jaringan 5G diperkirakan membawa sekitar 70% data traffic seluler dari seluruh pertumbuhan traffic pada jangka waktu yang sama.

Baca Juga: Ericsson Hadirkan Radio 6626 yang Bisa Gelar Jaringgan 5G, Ada Operator yang Sudah Gunakan