Termal Chip M2 di MacBook Air Panas! Berikut Penjelasannya

panas

Selular.ID – MacBook Air jadi perangkat yang dinanti karena membawa Chipset generasi baru M2, namun belakangan para Pengguna mengeluhkan bahwa perangkatnya panas.

Padahal sebelumnya dapat penilaian bagus dari analis seperti, Jason Cross dari Macworld, menyebut Macbook dengan M2 “sukses” dan “komputer sehari-hari yang menyenangkan bagi sebagian besar pengguna.”

Namun pujian untuk MacBook Air digeser dengan laporan bahwa alami kinerja yang terhambat.

Keluhan demi keluhan menyinggung tentang kinerja Macbook Air seperti “kekurangan”, “parah”, dan bagaimana “tidak dapat menangani panas.”

Baca Juga: MacBook Pro M2 Tersedia di Indonesia, Ini Harganya

Ini mungkin membuat beberapa orang mempertanyakan apakah itu sepadan dengan uang mereka dan bertanya-tanya apa yang dipikirkan Apple.

Kembali pada tahun 2020 ketika M1 MacBook Air baru diperkenalkan, itu menjadi berita utama yang heboh dengan peningkatan kecepatan yang luar biasa di atas chip Intel.

Namun tetap masih ada kelemahan untuk mempertahankan suhu yang tepat di bawah beban kerja yang lebih berat.

Ini cerita yang sama, tahun yang berbeda. Kenapa jadi berita lagi? Mengapa Apple tidak memperbaiki masalahnya?

Baca Juga: Arti Huruf i di iPhone, iMac dan Sejumlah Produk Apple

Jawabannya sederhana dan terletak pada apa yang hal yang dipermasalahkan pengguna MacBook Air.

Perlu diketahui bahwa, MacBook Air tidak memiliki kipas yang terpasang di dalamnya. Karena menggunakan mesin berpendingin pasif.

Artinya tidak menggunakan hardware khusus apa pun untuk mendinginkannya secara aktif.

Hal ini dilakukan dengan sengaja agar MacBook Air bisa lebih tipis dari MacBook Pro.

Jika MacBook Air mulai memanas, kinerjanya akan melambat untuk menyeimbangkan suhu pengoperasian yang sesuai.

Baca Juga: Rumor Warna Yang Akan di Produksi iPhone 14 Serta Fitur Lainnya

MacBook Air merupakan laptop Apple yang punya harga karena merupakan yang paling terjangkau. Maka analis dari Macworld ungkap cocok untuk  pengguna “biasa.”

Pengguna yang menghabiskan sebagian besar waktunya di web, menggunakan aplikasi produktivitas seperti iWork atau Microsoft Office, streaming audio dan video.

Baik untuk hiburan atau rapat online, dan tugas produktivitas lainnya yang semua orang melakukannya dengan komputer.

Pekerjaan yang berat mungkin saat gunakan aplikasi seperti Foto, iMovie, GarageBand, atau perangkat lunak kreatif tingkat konsumen lainnya untuk tugas singkat.

“Jika Anda menggunakan MacBook Air dan Anda membebani CPU sepanjang waktu dan Anda merasa frustrasi karenanya, Anda tahu? Anda menggunakan alat yang salah untuk pekerjaan itu.” Ungkap Cross.

Karena satu laporan tentang pelambatan parah pada Macbook Air mengerjakan  ekspor video 8K Canon RAW.

Sudah jelas,  Kamera dengan harga sekitar Rp60 jutaan. Sebenarnya sudah masuk ke perangkat profesional, jadi sebaiknya Mac apa yang mereka beli, adalah MacBook Pro.