Melongok Sejarah Smartphone Layar Lipat, Siapa Sangka Nokia Pencetusnya

Selular.ID – Smartphone layar lipat (foldable phone) mungkin belum menemukan momentumnya. Harga yang mahal, rata-rata di atas Rp 25 juta, membuat pasar smartphone masa depan ini masih sangat terbatas.

Meski permintaan masih kecil, namun pertumbuhannya terbilang sangat menjanjikan. Menurut laporan terbaru Counterpoint Research, permintaan smartphone layar lipat global akan tumbuh double digit, mencapai 73% pada tahun ini. Itu berarti kenaikan dari 9 juta unit pada tahun lalu menjadi 16 juta unit.

Pertumbuhan yang kuat menentang kondisi ekonomi saat ini, karena pasar premium menunjukkan ketahanan dan permintaan yang cukup stabil.

Alhasil, Counterpoint memperkirakan pertumbuhan perangkat lipat diperkirakan akan mencapai 26 juta unit pada 2023.

Baca Juga: Lagi, Google Tunda Ponsel Lipat Pixel hingga 2023

Sepanjang semester pertama 2022, Samsung menikmati pangsa pasar ponsel layar lipat yang dominan. Mencapai 62% sesuai laporan Counterpoint’s Foldable Smartphone Tracker, yang dipublikasikan pada Juni 2022.

Dua vendor China, Huawei dan Oppo berada di urutan kedua dan ketiga. Vivo dan Xiaomi menguntit di belakangnya.

Analis Senior Counterpoint Jene Park, menyebutkan kinerja Samsung yang dominan di pasar ponsel layar lipat tidaklah berlebihan.

“Samsung telah memimpin pasar sejak awal, dan kami pikir dominasinya akan berlanjut untuk beberapa waktu”, ujar Jene.

Menurut Jene, kehadiran Galaxy Fold 4 dan Flip 4 yang belum lama ini diluncurkan, dapat melanjutkan momentum Samsung di segmen smartphone lipat.

“Samsung bisa menjual hampir 9 juta unit tahun ini, membantu pangsa perangkat lipat pada semester kedua 2022 melonjak menjadi 80%”, pungkas Jene.

Baca Juga: Ini jawaban Oppo Terkait Perilisan Smartphone Lipat Find N di Indonesia

Meski demikian Jene, menyebutkan bahwa persaingan smartphone lipat akan semakin ketat, di mana vendor-vendor utama China, seperti Huawei, Oppo, Xiaomi, dan Vivo semuanya memperkenalkan perangkat lipat baru.

Namun sebagian besar, produk tersebut terbatas pada pasar China. Motorola mungkin satu-satunya pesaing di pasar seperti AS untuk saat ini.

Apple yang merupakan vendor smartphone terbesar kedua di dunia, sejauh ini belum terlihat tanda-tanda untuk memasuki arena persaingan. Sehingga persaingan terbuka belum sepenuhnya teruji di pasar global.

Di China sendiri, penjualan ponsel layar lipat mencapai 587.000 unit pada kuartal kedua 2022, sesuai laporan dari CINNO Research yang diterbitkan pada Selasa (3/8/2022).

Baca Juga: Persaingan Semakin Ketat, Penjualan Smartphone Layar Lipat Diprediksi Mencapai 16 Juta Unit

Angka tersebut merupakan pertumbuhan 132,4% dari periode yang sama tahun lalu. Laporan tersebut juga menyatakan pada semester pertama tahun ini, penjualan ponsel lipat mencapai 1,3 juta unit, melampaui total penjualan ponsel lipat untuk tahun 2021.

Pertumbuhan tersebut terbilang mengejutkan mengingat pengiriman ponsel pintar China mengalami penurunan 10% tahun-ke-tahun secara keseluruhan. Menjadi 67,4 juta unit pada periode yang sama, menurut laporan Canalys.

Pada kuartal kedua, Huawei memimpin di sektor telepon layar lipat, menjual 351.000 unit dengan tingkat pertumbuhan tahunan 70%. Samsung dan Vivo menempati peringkat kedua dan ketiga dengan masing-masing 16,6% dan 10% dari pasar.

Dengan permintaan yang terus berlanjut, smartphone layar lipat diprediksi akan menjadi bagi tambang emas baru bagi vendor.

Baca Juga: Nokia Diam-Diam Siapkan Smartphone Layar Lipat?

Namun melongok ke belakang, perlu waktu yang cukup panjang bagi vendor untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini.

Halaman berikutnya

Sebelum Samsung menguasai pasar ponsel lipat, konsep “Morph” diperkenalkan Nokia…