Hijrah ke Instagram dan TikTok, Facebook Semakin Ditinggal Pengguna Milenial

Picture taken on May 12, 2012 in Paris shows an illustration made with figurines set up in front of Facebook's homepage. Facebook, already assured of becoming one of the most valuable US firms when it goes public later this month, now must convince investors in the next two weeks that it is worth all the hype. Top executives at the world's leading social network have kicked off their all-important road show on Wall Street -- an intense marketing drive ahead of the company's expected trading launch on the tech-heavy Nasdaq on May 18. AFP PHOTO/JOEL SAGET (Photo by Joël SAGET / AFP) (Photo credit should read JOEL SAGET/AFP via Getty Images)

Selular.ID – Harus diakui, Facebook masih menjadi platform media sosial terbesar di dunia. Laman Statista mengungkapkan, dengan sekitar 2,93 miliar pengguna aktif bulanan pada kuartal kedua 2022, Facebook adalah jejaring sosial online yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Meski masih menjadi jawara, belakangan pamor sosmed besutan Mark Zukerberg – pendiri Meta Group itu, semakin tertinggal, khususnya di kalangan milenial.

Studi terbaru dari Pew Research Center yang mempelajari teknologi dan media sosial, menemukan hanya 32% dari anak remaja Amerika usia 13-17 tahun yang masih aktif menggunakan Facebook.

Padahal, pada survey di kalangan usia yang sama sebelumnya, yaitu 2014-2015 mengatakan, bahwa pengguna Facebook dengan usia remaja mendominasi 71% mengalahkan platform lain seperti Instagram dan Snapchat.

Tentu saja laporan tersebut merupakan “lampu merah” bagi Facebook. Pasalnya, kalangan muda adalah pasar masa depan, dan kelompok milenial khususnya generasi Z dan terus meningkat jumlahnya.

Baca Juga: Instagram Ubah Semua Postingan Video Jadi Reels

Seperti kita ketahui, generasi Z merupakan kelompok yang lahir dan tumbuh bersama dengan perkembangan teknologi. Generasi ini merupakan peralihan dari generasi Y, saat teknologi mulai berkembang.

Generasi Z memiliki karakter dan ciri-ciri yang membedakannya dengan generasi sebelumnya. Kehidupan gen Z tidak lepas dari internet, karena mereka lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi.

Mereka juga dikenal sebagai generasi yang mahir dalam mengoperasikan internet baik untuk hiburan, belajar, atau bekerja.

Gen Z memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi lain. Yaitu menggemari teknologi, fleksibel, lebih cerdas, toleran pada perbedaan budaya.

Generasi ini juga terhubung secara global dan berjejaring di dunia virtual, sehingga memiliki pengetahuan finansial yang baik.

Meskipun terkenal open minded, namun generasi ini juga diketahui memiliki karakter yang menyukai budaya instan dan kurang peka terhadap esensi privat.

Kembali ke hasil riset Pew Research Center, dalam studi selama sembilan tahun, Pew menemukan bahwa remaja menunjukan antusiasme yang lebih besar untuk platform yang lain, bahkan jika mereka tidak menggunakannya sesering menggunakan facebook.

Tren ini tetap konstan hingga generasi baru dari kalangan remaja bergabung di media sosial, dan hampir meninggalkan Facebook sama sekali.

Baca Juga: Setelah TikTok Dicekal, Instagram Sebar Reels di India

Halaman berikutnya

Temuan dari Pew selaras dengan laporan Facebook