Laporan Ungkap Metode Serangan Ransomware

Kominfo tak mau disalahkan terkait kasus miliaran data pendaftar SIM Card bocor.
Kominfo tak mau disalahkan terkait kasus miliaran data pendaftar SIM Card bocor.

Selular.ID – Berdasarkan laporan dari The Threat Report: Summer 2022, mengungkap tren bagaimana metode ransomware pada Q-1Tahun ini.

Laporan tersebut di analisa oleh perusahaan keamanan siber, bahwa terdapat analisa terhadap sistem keamanan email belakangan ini.

Karena tren saat ini, telah terjadi evolusi kejahatan siber Rusia yang terkait dengan konflik di Ukraina di mana malware atau metode baru belum pernah diamati.

Baca Juga: Waspada! Ransomware Masih Menjadi Ancaman Serius Keamanan Siber

Trellix mengungkap 3 temuan penting terkait kejahatan siber belakangan ini, berikut rinciannya:

1. Pertama, adanya peningkatan ancaman terhadap layanan bisnis, belakangan ini serangan siber tersebut menargetkan perusahaan seperti layanan konsultasi dan kontrak.

Diantaranya, perusahaan-perusahaan penyedia pada bidang TI, keuangan, serta bidang-bidang lainnya semakin meningkat.

Hal ini menunjukkan keinginan penjahat siber untuk mengacaukan banyak perusahaan dalam satu serangan.

Layanan bisnis menyumbang 64% dari total deteksi tren serangan ransomware dan Amerika merupakan sektor ke-dua terbanyak yang menjadi target serangan.

Baik ransomware, malware, dan serangan siber yang dibelakangi oleh suatu negara pada skala global setelah industri telekomunikasi di kuartal pertama 2022.

Baca Juga: 8 Cara Untuk Terhindar dari Serangan Ransomware

2. Evolusi Ransomware, Setelah penangkapan anggota geng ransomware REvil pada Januari lalu, serangan siber bayaran mengalami penurunan.
Trellix telah mengobservasi grup-grup ransomware membangun loker yang menargetkan layanan virtualisasi dengan keberhasilan variatif.
Juga telah mendapatkan bocoran dari conti, sebagai salah satu penjahatt ransomware, secara terbuka menyatakan kesetiaan kepada pemerintah Rusia.
Dengan mengkonfirmasi bahwa pemerintah menggerakkan perusahaan-perusahaan penjahat siber.

3. Terakhir, Tren keamanan email, Analisa yang menunjukkan adanya tren phising pada URL dan dokumen berbahaya pada keamanan email.

Email-email paling berbahaya yang terdeteksi mengandung URL phising yang digunakan untuk mencuri data pribadi atau memancing korban agar mengunduh malware.

Trellix juga mengidentifikasi beberapa email yang mengandung dokumen berbahaya dan file perintah seperti infostealers dan trojan.

Baca Juga: Laporan: Bahaya Ransomware Serang 66% dari 5600 Perusahaan Dunia