Solana Siap Buat Smartphone Dengan Chipset Terbaru Khusus Trading Kripto

solana

Selular.ID – Solana yang dikenal sebagai perusahaan cryptocurrency, pada kamis (23/06) mengumumkan sedang mengerjakan merek smartphone sendiri.

Ini menjadi sejarah baru, di dunia kripto bahwa ada perusahaan platform yang akan membuat sebuah perangkat khusus untuk trading kripto.

Kabar dari Cnet, bahwa gagasan ini berdasarkan keresahaan dari CEO Solana yang bosan melihat orang-orang mengeluarkan laptop mereka untuk menyelam di blockchain.

Maka dari itu, melalui perusahaannya ia membuat solusi, dengan buat  ponsel Android 6,67 inci  yang akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2023 seharga Rp14 juta.

Baca Juga: Redmi Note 11 Duduki Posisi Buncit Top 10 Smartphone Terlaris Q1-2022

Seri smartphone tersebut bernama Solana Saga, dirancang untuk membuat perdagangan cryptocurrency lebih mudah dan lebih aman di ponsel.

Solana Saga adalah rebrand dari OSOM’s OV1, yang berfokus pada privasi dijadwalkan untuk memasuki pasar pada akhir tahun.

Fitur lainnya termasuk penyimpanan 512GB, RAM 12GB, dan CPU Qualcomm Snapdragon+ Gen 1.

Saga adalah bagian utama dari upaya Solana untuk membuat aplikasi cryptocurrency lebih ramah bagi pengguna seluler.

Karena meski sudah banyak platform kripto yang khusus mobile app seperti pintu, zipmex, dll. tapi aplikasi kripto dan NFT lebih terbatas di seluler daripada di desktop.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Klub Sepak Bola Bali United, Ini Tujuan dari Platform Crypto PINTU

Anatoly Yakovenko, CEO Solana, bercanda di acara tersebut bahwa dia masih melihat orang-orang mengeluarkan laptop saat berkencan untuk mencetak NFT baru.

“Web3 masih terasa seperti kita berada di tahun 2007,” kata kepala insinyur mobile Solana, Steven Layer di acara tersebut.

Solana Mobile Stack baru Solana, yang akan berjalan pertama kali di Solana Saga, dirancang untuk memperbaiki masalah itu.

Solana adalah cryptocurrency yang bersaing dengan ethereum, yang merupakan cryptocurrency terbesar kedua di pasar.

Ia mengklaim dapat memproses 50.000 transaksi per detik, dibandingkan dengan ethereum 30 per detik, dan juga lebih murah untuk digunakan dan lebih hemat karbon.

Kelemahannya sejauh ini adalah keamanan: jaringan Solana telah dimatikan lima kali tahun ini saja.