ATSI Tanggapi Rencana Starlink Masuk Ke Indonesia

Starlink

Selular.ID – Melihat Starlink yang sudah menjangkau kawasan Asia Tenggara khususnya Filipina, Lalu apakah efektif apabila layanan internet ini masuk ke Indonesia.

Sebelumnya, melalui cuitan diakun twittwernya Elon Musk menulis “Starlink disetujui oleh Filipina.”

Setelah cuitannya tersebut ramai menjadi isu yang hangat karena SpaceX perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk melalui anak perusahaannya yakni Starlink masuk negara Filipina.

Baca juga : Internet Starlink Masuk Filipina, Pengamat: Jangan Sembarangan Masuk ke Indonesia

Menanggapi isu yang terjadi ini, Selular.ID mendapat kesempatan mewawancarai Sekertaris Jenderal ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), Marwan O Baasir.

ia mengatakan “untuk menanggapi kasus ini belum tahu pasti posisi Starlink di Asia Tenggara dan dari ATSI pun masih dalam tahap koordinasi bersama dengan Kominfo.”

Selain itu melihat karena terbilang dekat Filipina dengan Indonesia masih satu Kawasan Asia Tenggara, kemungkinan besar peluang Starlink hadir di Indonesia juga bisa saja terjadi.

Mengenal kembali apa itu Starlink, ini adalah layanan internet menggunakan satelit. Dan jika melihat masyarakat di Indonesia terbilang mayoritas masing menggunakan layanan internet berbasis kabel atau dengan seluler.

Marwan juga menanggapi hal ini dan berkata “untuk masuk ke Indonesia harus sesuai regulasi yang ada, dan nantinya membutuhkan landing right termasuk layanan coverage satelit.”

Jika melihat keefektifan layanan internet berbasis satelit ini apabila benar nanti masuk ke Indonesia, Marwan belum bisa melakukan penilaian efektif atau tidak.

Namun pastinya layanan ini membutuhkan teknis yang nantinya agar bisa dijangkau diseluruh kota di Indonesia.

“Efektif atau tidaknya kami dari ATSI belum melakukan assessment, namun layanan ini tentu membutuhkan teknis operasi yang berlokasi di kota-kota di Indonesia untuk handling complainnya.” Tutup Marwan.

Hingga Mei 2022 ini, akes internet Starlink sudah tersedia di 32 negara di dunia.

Adapun negara-negara tersebut di antaranya adalah Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Denmark, Jerman, Mexico.