Tumbuh 8%, XL Axiata Raup Pendapatan Rp6,75 Triliun di Q1-2022

Tumbuh 8%, XL Axiata Raup Pendapatan Rp6,75 Triliun di Q1-2022

Di periode kuartal pertama 2022 ini, pendapatan layanan data tercatat sebesar Rp 5,91 triliun, naik 10% YoY.

Sementara itu EBITDA kuartal pertama 2022 meningkat sebesar 2% (YoY) menjadi Rp 3,17 triliun, dengan margin 47%.

Baca Juga: Kontribusi Data Capai 95% dari Total Pendapatan Layanan XL Axiata

Di sepanjang triwulan pertama 2022 ini, beban biaya operasional meningkat 14% (YoY) menjadi Rp 3,57 triliun dari Rp 3,13 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Meningkatnya biaya operasional ini dipengaruhi dari meningkatnya beban Biaya Regulasi serta Biaya Penjualan dan Pemasaran.

Baca Juga: XL Satu Gabungkan Layanan Internet Berbasis Fiber Optik dan Seluler

Perseroan juga berhasil meningkatkan ARPU blended menjadi Rp 36 ribu dari Rp35 ribu di periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah pelanggan meningkat menjadi sebanyak 57 juta dan tingkat penetrasi smartphone meningkat sebesar 3% YoY menjadi 93%.

Hal ini menunjukkan kemampuan perseroan menjaga perkembangan pelanggan yang sehat.

Baca Juga: Bidik Potensi Pasar B2B dan UKM, XL Axiata Business Solutions Perluas Layanan di Sumatera

Dari sisi neraca, XL Axiata tetap mampu menjaga posisi neraca dalam posisi sehat dan terkendali, meskipun jumlah utang meningkat di kuartal pertama 2022 secara YoY.

Tercatat, utang kotor meningkat 12% YoY dan utang bersih meningkat 16% YoY.

Tumbuh 8%, XL Axiata Raup Pendapatan Rp6,75 Triliun di Q1-2022

Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan meningkat sebesar 59%, ke angka Rp1,94 triliun.

Baca Juga: XL Business Solutions Tawarkan Promo untuk Pelanggan Korporat dan UMKM

Untuk rasio utang bersih terhadap EBITDA juga masih baik mencapai 2,7x. Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi USD.

Sebesar 81% dari pinjaman yang ada saat ini berbunga mengambang (floating) dan pembayarannya masih dapat dikelola hingga dua tahun ke depan.

Baca Juga: Kualitas Layanan Telkomsel, IOH, dan XL Axiata Memuaskan di MotoGP Mandalika 2022  

Untuk membiayai pembangunan jaringan dan mendorong pertumbuhan pendapatan, capitalized capex menurun 35% YoY menjadi Rp 1,23 triliun.

Penurunan ini disebabkan karena faktor jadwal pelaksanaan pembelanjaan modal meskipun jumlah belanja modal secara tahunan masih akan tetap sama.

Rencananya di tahun 2022 ini XL Axiata juga akan mengalokasikan belanja modal dengan nilai relatif sama dengan tahun lalu sekitar Rp9 triliiun.

Baca Juga: Kontribusi Data Capai 94% Terhadap Pendapatan Layanan XL Axiata